Perselisihan antara dr. Reza Gladys dan Dhena Devanka semakin memanas. Konflik yang awalnya berkaitan dengan hubungan pertemanan dan persoalan dugaan utang tersebut kini berkembang menjadi saling tuding, laporan kepolisian, hingga munculnya sejumlah orang yang mengaku pernah mengalami kerugian dalam urusan dengan Dhena.
Reza mengaku merasa telah ditipu oleh Dhena. Persoalan tersebut disebut berkaitan dengan tas Hermès yang sebelumnya pernah menjadi bagian dari perselisihan antara keduanya.
"Awalnya saya cuma ingin masalah saya dengan Dhena selesai. Tapi setelah ramai, banyak orang yang menghubungi saya dan mengaku pernah punya masalah dengan dia," ujar Reza dihubungi lewat telepon, Senin (17/8/2026).
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah tas Hermès. Reza mengklaim Dhena pernah meminjam tas tersebut ketika dirinya sedang berada di luar negeri. Dalam unggahan di media sosial, Reza menyebut terdapat persoalan pembayaran sekitar Rp10 juta yang menurutnya belum diselesaikan.
Selain tas, Reza juga pernah menyinggung telepon genggam yang menurut pengakuannya digunakan Dhena. Ia mengklaim pernah membantu membeli HP dengan nilai sekitar Rp20 juta.
Menurut versi Reza, Dhena saat itu datang kepadanya dan mengatakan tidak memiliki uang untuk mengganti telepon genggam.
Karena hubungan mereka masih baik, Reza mengaku bersedia membantu terlebih dahulu.
Setelah hubungan keduanya memburuk, Reza kemudian meminta uang tersebut dikembalikan.
Bahkan, ia mengatakan bersedia memberikan potongan lima persen apabila Dhena tidak mampu membayar seluruh nominal sekaligus.
Dalam keterangannya, Reza menegaskan bahwa persoalan tersebut sebenarnya dapat diselesaikan tanpa harus menjadi konsumsi publik.
"Saya sebenarnya nggak mau ribut. Saya cuma minta uang saya dikembalikan dan barang yang menjadi persoalan itu diselesaikan."
Perselisihan tersebut akhirnya berkembang menjadi perang pernyataan di media sosial. Reza bahkan menyebut Dhena sebagai “penipu”, setelah mendengar sejumlah cerita dari orang-orang yang mengaku pernah mengalami persoalan dengan Dhena.
"Saya bilang ke dia, kamu itu penipu ulung, menghancurkan kehidupan saya. Kamu dan suami kamu (Anton Subowo) memang penipu," ujarnya.
Salah satu nama yang disebut dalam rangkaian persoalan tersebut adalah penyanyi Indah Nevertari.
Menariknya, tudingan terhadap Dhena bukan baru muncul pada 2026. Mantan istri Jonathan Frizzy itu juga dituding melakukan penipuan atau penggelapan. Salah satu nama yang paling awal mencuat adalah penyanyi Indah Nevertari.
Indah sebelumnya disebut melaporkan Dhena ke Polda Metro Jaya pada 9 November 2023 terkait dugaan penipuan dan penggelapan. Kerugian yang diberitakan mencapai sekitar Rp151,5 juta.
Indah mengaku awalnya memiliki hubungan pertemanan dengan Dhena.
Menurut versi Indah, persoalan bermula ketika Dhena meminta bantuan terkait kebutuhan finansial.
Indah kemudian mengaku menemukan adanya transaksi atau penarikan uang dari rekeningnya yang tidak ia lakukan sendiri.
Indah menceritakan bahwa dirinya mulai curiga ketika hendak mengambil uang di BNI Cilandak KKO, Ragunan, Jakarta Selatan, pada 8 November 2023.
Ia mengaku terkejut ketika mengetahui saldo rekeningnya hanya tersisa sekitar Rp20 juta.
Indah mengatakan dirinya tidak pernah mengambil uang tabungan tersebut kecuali untuk kebutuhan yang dianggap mendesak.
Setelah dilakukan penelusuran, Indah mengaku menemukan informasi yang menurutnya mengarah kepada Dhena.
Ia juga menuduhkan adanya penggunaan surat kuasa dan tanda tangan yang menurutnya tidak dibuat olehnya.
Tuduhan tersebut kemudian menjadi bagian dari laporan polisi yang dibuat Indah.
Pihak Indah juga menyebut bahwa pada 27 Oktober 2023, Dhena diduga pernah menandatangani surat pernyataan mengenai penarikan uang tersebut.
Menurut versi pihak Indah, Dhena diberikan waktu untuk menyelesaikan kewajiban tersebut.
Disebut pula adanya rencana pemberian jaminan berupa aset atau surat tanah.
Namun, menurut pihak Indah, rencana penyelesaian tersebut tidak terlaksana sebagaimana yang diharapkan.
Kuasa hukum Indah saat itu, Sunan Kalijaga, turut memberikan keterangan mengenai persoalan tersebut.
Indah kemudian menegaskan bahwa dirinya tidak lagi ingin melanjutkan hubungan pertemanan dengan Dhena.
Indah sebelumnya disebut melaporkan Dhena ke Polda Metro Jaya pada 9 November 2023 terkait dugaan penipuan dan penggelapan. Kerugian yang diberitakan mencapai sekitar Rp151,5 juta.
Menurut versi Indah, persoalan bermula ketika Dhena meminta bantuan keuangan. Indah kemudian mengaku menemukan adanya transaksi dari rekeningnya yang tidak dilakukan olehnya.
Indah juga menyebut adanya penggunaan surat kuasa dan tanda tangan yang menurutnya bukan dibuat olehnya. Persoalan tersebut kemudian dibawa ke jalur hukum.
Kuasa hukum Indah, Sunan Kalijaga, juga pernah memberikan keterangan terkait perkara tersebut dan mendorong agar proses hukum berjalan sesuai ketentuan.
Tidak lama setelah persoalan Indah mencuat, nama Nia Anggia, adik mendiang Julia Perez, juga muncul.
Pada Mei 2024, Nia disebut mengajukan laporan terhadap Dhena dan beberapa nama lain terkait dugaan penipuan dan penggelapan uang arisan.
Dalam pemberitaan yang kamu berikan, nilai kerugian yang disebut mencapai sekitar Rp724,6 juta.
Nama yang disebut dalam laporan tersebut antara lain Dhena Devanka, Melly Bradley, Isa Zega, Gandhi Fernando, dan Hamdy Syarief.
Perkara tersebut disebut berkaitan dengan arisan yang telah berlangsung sejak Desember 2017 dan kemudian berhenti pada Oktober 2019.
Menurut keterangan yang diberitakan, masih terdapat sejumlah peserta yang belum memperoleh uang arisan.
Nia kemudian membawa persoalan tersebut ke jalur hukum dengan dugaan pelanggaran Pasal 378 dan/atau Pasal 372 KUHP, sebagaimana disebut dalam laporan saat itu.
Sekali lagi, laporan polisi merupakan tuduhan yang masih harus dibuktikan melalui proses hukum.
Persoalan berikutnya muncul dari pesinetron Marchia Pohan.
Pada 13 Juni 2024, Marchia bersama kuasa hukumnya disebut melaporkan Dhena ke kepolisian terkait dugaan penipuan dan penggelapan.
Marchia mengaku mengalami kerugian yang disebut mencapai ratusan juta rupiah.
Ia juga mengungkap persoalan terkait rumah di kawasan Cibubur, Depok, serta uang dan aset lain yang menurutnya berkaitan dengan Dhena.
Dalam keterangannya, Marchia mengaku sudah lama mengenal Dhena dan bahkan pernah berteman dengannya.
Karena itu, Marchia mengaku sangat kecewa ketika dirinya merasa mengalami kerugian.
Kuasa hukum Marchia, Akhlan Balweel, saat itu juga menyampaikan bahwa pihaknya menilai persoalan tersebut bukan kejadian yang berdiri sendiri.
Namun, seluruh tudingan tersebut tetap merupakan versi pelapor dan perlu dibuktikan berdasarkan proses hukum.
Pada Mei 2025, nama aktris seksi Jenny Cortez ikut muncul dalam konflik tersebut.
Dalam informasi yang kamu berikan, diva penyanyi pop Indonesia Titi DJ mengungkap melalui Instagram Story bahwa Jenny disebut pernah memberikan uang sekitar Rp5 juta kepada Dhena.
Jenny kemudian disebut membenarkan bahwa dirinya memang pernah memberikan uang tersebut dan merasa kecewa karena menganggap telah dibohongi.
Namun, konteks transaksi tersebut juga harus dibedakan dari perkara-perkara lain. Pengakuan mengenai pemberian uang tidak dengan sendirinya membuktikan adanya tindak pidana penipuan.
Pada 2026, Jenny juga mengungkap persoalan lain mengenai tanah warisan keluarganya di Pekanbaru, Riau. Ia menyebut adanya dugaan perubahan kepemilikan sertifikat dan persoalan dokumen yang menurutnya merugikan keluarganya.
Jenny dan suaminya, Tomy Andrianto, disebut mengaku memiliki persoalan terkait tanah warisan milik keluarga Jenny di Pekanbaru, Riau.
Jenny mengklaim sertifikat tanah milik mendiang ibunya berubah kepemilikan tanpa persetujuan keluarga.
Dalam pengakuannya, ia menduga terjadi persoalan administrasi maupun pemalsuan dokumen.
Jenny juga menyebut nama Dhena dan suami Dhena, Anton Subowo dalam keterangannya.
Selain persoalan sertifikat, Jenny mengklaim adanya komunikasi menggunakan identitas berbeda serta permintaan uang sekitar Rp2 juta yang menurutnya berkaitan dengan penyelesaian persoalan tanah.
Ketika konflik Reza dan Dhena kembali mencuat pada Agustus 2026, Reza mengatakan dirinya tiba-tiba menerima banyak komunikasi dari orang-orang yang mengaku mempunyai pengalaman dengan Dhena.
Nama-nama yang kemudian disebut antara lain Indah Nevertari, Nia Anggia, Marchia Pohan, Jenny Cortez, dan Rey Utami.
Menurut Reza, cerita yang diterimanya dari orang-orang tersebut membuat dirinya semakin melihat adanya pola persoalan yang perlu ditelusuri.
"Saya pikir ini cuma masalah saya dengan dia. Ternyata setelah ramai, banyak yang datang dan cerita ke saya."
Munculnya berbagai nama tersebut membuat Reza semakin yakin bahwa persoalan yang dialaminya perlu diperhatikan secara serius.
Dalam pernyataannya, Reza kemudian menyebut Dhena sebagai "penipu".
"Saya merasa ditipu. Saya awalnya cuma mau menyelesaikan masalah saya sendiri, tapi kemudian banyak orang yang menghubungi saya."
Menurut Reza, persoalan tersebut seharusnya dapat diselesaikan secara baik-baik apabila komunikasi masih berjalan.
"Saya sebenarnya kasih kesempatan untuk diselesaikan baik-baik. Saya nggak mau masalah ini jadi panjang."
Persoalan antara Reza dan Dhena sendiri telah berkembang jauh dari sekadar masalah pertemanan.
Reza telah melaporkan Dhena ke Polda Metro Jaya pada 15 Juli 2026 dengan dugaan pengancaman melalui media elektronik, pemerasan, penipuan, penggelapan dan dugaan tindak pidana pencucian uang atau TPPU.
Salah satu perkara telah memasuki tahap penyidikan, sedangkan laporan lainnya masih dalam tahap penyelidikan.
Polisi juga menyebut adanya pendalaman dugaan TPPU dengan nilai kerugian yang diperkirakan sekitar Rp500 juta.
Nama Fitri Salhuteru ikut muncul karena ia sebelumnya dikenal berteman dengan Reza maupun Dhena.
Ketika Reza dan Dhena berselisih, Fitri disebut memberikan dukungan kepada Dhena.
Posisi tersebut kemudian membuat hubungan Fitri dan Reza ikut dikabarkan merenggang.
Reza bahkan pernah mengaitkan Fitri dengan persoalan pemblokiran nomor teleponnya oleh Dhena.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar