Senin, Agustus 03, 2026

Gelar Konser 4 Hari, Titi DJ Marah No Comment Sambil Membatalkan Jumpa Pers


Diva Indonesia, Titi DJ, sukses menutup rangkaian konser tunggal bertajuk "Swara Sang Dewi" pada Minggu (23/1/2011). Konser yang berlangsung selama empat hari berturut-turut, sejak 20 hingga 23 Januari 2011 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam perjalanan kariernya.

Tak hanya mendapat sambutan meriah dari ribuan penonton, Titi DJ juga berhasil mencatatkan prestasi membanggakan sebagai penyanyi wanita pertama yang menggelar konser sebanyak tujuh kali dalam kurun waktu empat hari berturut-turut. Rekor tersebut semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu diva terbesar di industri musik Indonesia.

Namun, di balik gemerlap kesuksesan konser tersebut, perhatian awak media juga tertuju pada batalnya sesi jumpa pers yang semula dijadwalkan berlangsung setelah pertunjukan berakhir.

Sejumlah wartawan yang telah menunggu kesempatan mewawancarai Titi DJ mengaku terkejut ketika sesi tersebut dibatalkan. Saat dimintai tanggapan mengenai konser maupun pencapaian yang diraihnya, Titi DJ hanya memberikan jawaban singkat dengan nada yang terdengar tegas.

"No comment. Saya nggak mau."

Jawaban singkat tersebut sontak membuat suasana menjadi canggung. Banyak awak media yang mengaku terkejut karena sikap Titi saat itu berbeda dari kebiasaannya selama bertahun-tahun berkarier.

Peristiwa tersebut langsung memunculkan berbagai spekulasi. Sebagian pihak menduga Titi DJ sedang berada dalam kondisi kelelahan setelah menjalani jadwal konser yang sangat padat selama empat hari berturut-turut. Tampil dalam tujuh pertunjukan tentu membutuhkan tenaga, konsentrasi, dan kondisi fisik yang prima.

Ada pula yang berspekulasi bahwa sang penyanyi sedang menghadapi persoalan pribadi sehingga memilih untuk tidak memberikan komentar kepada media. Namun, semua dugaan tersebut tidak pernah mendapat konfirmasi resmi.

Di sisi lain, tidak sedikit pula yang menilai perubahan sikap tersebut terkesan dingin bahkan dianggap sebagai sikap tertutup. Meski demikian, penilaian itu hanya sebatas opini karena tidak ada penjelasan langsung mengenai alasan Titi menolak diwawancarai.
Terlepas dari insiden tersebut, kualitas konser "Swara Sang Dewi" tetap menuai banyak pujian. Penampilan Titi DJ dinilai sangat memukau dengan tata panggung megah, aransemen musik yang kuat, tata cahaya yang spektakuler, serta penampilan vokal yang tetap prima sepanjang seluruh rangkaian konser.

Para penggemar pun tetap memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Titi DJ yang mampu mempertahankan kualitas pertunjukan dari awal hingga akhir. Banyak yang menilai konser tersebut menjadi salah satu konser terbaik yang pernah digelar seorang penyanyi solo wanita di Indonesia.

Hingga kini, belum ada penjelasan lebih lanjut dari Titi DJ maupun tim manajemennya terkait sikap menolak memberikan komentar tersebut. Media dan publik pun menunggu dengan penasaran langkah berikutnya dari sang penyanyi legendaris ini.

Sebelumnya, pada September 2005, pelantun 'Bahasa Kalbu' tersebut juga pernah sukses menggelar konser tunggal bertajuk "Sang Dewi", yang menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan karier bermusiknya.

Keberhasilan konser itulah yang kemudian berlanjut pada penyelenggaraan konser "Swara Sang Dewi" pada tahun 2011 yang kembali mencatatkan prestasi membanggakan bagi industri musik Indonesia.

Disebut Gundik, Dhena Devanka Laporkan Reza Gladys Ke Polisi

Perseteruan antara Reza Gladys dan Dhena Devanka kini memasuki babak hukum. Setelah saling menyindir di media sosial terkait dugaan utang pribadi, konflik keduanya semakin memanas usai Reza melontarkan sejumlah komentar bernada kasar yang menyebut Dhena sebagai "kuntilanak", "jual diri", "gundik", hingga "wanita simpanan."

Merasa nama baiknya dicemarkan, Dhena Devanka, selebgram yang juga istri pengusaha Anton Subowo, akhirnya resmi melaporkan Reza Gladys ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah melalui media elektronik.

Menanggapi laporan tersebut, kuasa hukum Reza Gladys, Julianus P. Sembiring, mengaku tidak gentar.
Ia justru mempersilakan Dhena menempuh jalur hukum dan menegaskan akan membela kliennya habis-habisan.

"Silakan saja dia lapor. Baru segitu saja marahnya setengah mati. Dia yang begitu saja marah, lapor," ujar Julianus saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (3/8/2026).

Reza dilaporkan Dhena karena menyebut mantan istri Jonathan Frizzy itu sebagai pelacur saat membalas komentar warganet di media sosial. Julainus mengatakan, Reza menyebut hal tersebut kepada Dhena Devanka karena membelanya.

Perselisihan kedua belah pihak semakin memanas setelah Reza Gladys mengunggah sejumlah Instagram Stories yang berisi klaim mengenai dugaan utang Dhena Devanka.

Dalam unggahannya, Reza meminta Dhena segera menyelesaikan pembayaran sejumlah barang yang menurutnya dibeli menggunakan uang miliknya.

Reza juga mengklaim bahwa telepon genggam yang saat ini digunakan Dhena dibeli menggunakan dana miliknya dengan nilai sekitar Rp20 juta.

Selain itu, Reza turut mengungkap persoalan lain berupa dugaan pinjaman tas mewah merek Hermès yang menurutnya belum diselesaikan.

Reza menjelaskan bahwa dirinya memilih menyampaikan tagihan melalui media sosial karena mengaku nomor teleponnya telah diblokir sehingga tidak dapat lagi menghubungi Dhena secara langsung diduga dilakukan atas saran sahabat Dhena, Fitri Salhuteru.

Tak lama setelah unggahan tersebut menjadi viral, perselisihan keduanya kembali memanas di media sosial.

Konflik semakin memanas setelah Reza membalas komentar warganet di akun Instagram yang membahas Dhena Devanka.

Dalam sejumlah komentar, Reza diduga menyebut Dhena sebagai kuntilanak, wanita simpanan, jual diri, dan gundik.

Komentar-komentar inilah yang kemudian menjadi dasar laporan pidana Dhena ke kepolisian karena dianggap telah menyerang kehormatan dan nama baiknya.

Julianus menegaskan bahwa pihak Reza Gladys tidak akan tinggal diam. Apabila Dhena memilih jalur hukum, maka pihak Reza juga akan melaporkan balik Dhena.

"Dia malah emosi. Dia begitu saja sudah lapor, masa saya enggak lapor juga? Bagi saya silakan saja dia lapor (Reza). Apakah dia kebal hukum atau tidak," kata Julianus.

Adapun, Julianus bersama tim kuasa hukumnya akan melaporkan Dhena Devanka terkait Pasal UU ITE dan fitnah ke Bareskrim Mabes Polri pada Selasa (4/8/2026).

"Nanti saya kan laporin. Jadi nanti tinggal yang lebih cepat saja prosesnya," ujar Julianus.

Sebelumnya, Dhena Devanka melaporkan Reza Gladys dengan tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah melalui media elektronik dengan nomor laporan LP/5475/VIII/2026/PMJ/Dit.Reskrimsus.
Atas tuduhan itu, Reza Gladys disangka telah melanggar Pasal 27 Ayat 3 juncto Pasal 45 Ayat 3 Undang-Undang ITE.

Di tengah ramainya pemberitaan, Dhena menegaskan bahwa dirinya merupakan istri sah Anton Subowo.

Anton dan Dhena diketahui menikah secara resmi di KUA Ciracas pada 28 Januari 2023.
Sementara itu, mantan istri Anton, Dinna Olivia, baru mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 12 April 2023. Proses perceraian tersebut kemudian diputus pada 29 Februari 2024.

Di tengah sengketa hukum yang sedang berlangsung, Dhena juga dikabarkan sedang menjalani kehamilan. Berdasarkan informasi yang beredar, usia kehamilannya disebut telah memasuki sekitar delapan bulan. Dhena dikabarkan akan melahirkan anak keempatnya di Bali pada akhir Agustus 2026 mendatang.

Saat ini Anton Subowo dan Dhena Devanka diketahui menjalani kehidupan bersama di kawasan Jimbaran, Bali.

Mereka tinggal bersama tiga anak Dhena dari pernikahan sebelumnya dengan Jonathan Frizzy, yaitu Zac, Zoe, dan Zayn. Kehidupan keluarga mereka di Bali beberapa kali menjadi perhatian publik seiring berlanjutnya berbagai perkara hukum yang melibatkan nama mereka.

Sebelumnya, Reza Gladys diketahui melaporkan Dhena Devanka dugaan pengancaman melalui media elektronik, pemerasan, dan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) ke Polda Metro Jaya. Di sisi lain, Dhena Devanka juga telah mengambil langkah hukum dengan melaporkan balik Reza Gladys terkait sejumlah pernyataan yang dianggap merugikan nama baiknya.

Minggu, Agustus 02, 2026

Reza Gladys Tagih Utang Dhena Devanka, Mulai dari HP hingga Tas Hermes

Perseteruan antara Reza Gladys dan Dhena Devanka, istri pengusaha Anton Subowo, kembali menjadi perhatian publik. Setelah sebelumnya saling berselisih dan berujung pada laporan polisi, kali ini Reza secara terbuka menagih dugaan utang Dhena melalui serangkaian unggahan di Instagram Stories.

Unggahan tersebut sontak menjadi perbincangan warganet karena berisi permintaan agar Dhena segera menyelesaikan pembayaran sejumlah barang yang menurut Reza dibeli menggunakan uang miliknya.
Dalam salah satu unggahannya, Reza secara langsung menyebut nama lengkap Dhena dan meminta agar pembayaran segera dilakukan.

"Kepada saudari Dhena Aldhalia Devanka Subowo (istri dari Anton Subowo), boleh kali yah itu HP dibayarin aja yg dipake anda skrg. Kan duitnya udah banyak. Masih pegang nomor rekening saya kan yah? Cus yah ditunggu. Kalau nggak sanggup bayar full saya diskon aja 5 persen deh tuh," tulis Reza.

Reza mengklaim bahwa telepon genggam yang saat ini digunakan Dhena dibeli menggunakan uang miliknya.

Menurut Reza, saat itu Dhena mengaku tidak memiliki dana untuk membeli ponsel baru sehingga dirinya membantu terlebih dahulu.

"Jadi waktu itu dia datang katanya nggak punya uang buat ganti HP, ya sudah pakai duit saya dulu. Mahal itu HP-nya sampai Rp20 juta," ujar Reza.

Reza pun meminta agar uang tersebut segera dikembalikan.

Ia bahkan menyindir bahwa apabila Dhena belum mampu melunasi seluruhnya, dirinya bersedia memberikan potongan harga sebesar lima persen.

Tak hanya membahas ponsel, Reza juga mengungkap persoalan lain yang menurutnya belum diselesaikan oleh Dhena.

Ia mengklaim Dhena pernah meminjam tas mewah merek Hermès miliknya ketika dirinya sedang berada di luar negeri.

Menurut Reza, hingga kini biaya yang berkaitan dengan tas tersebut belum diganti.

"Oh iya lupa. Sekalian yah saudari Dhena. Uang pinjaman tas mewah Hermes punya saya belum anda ganti juga itu Rp10 juta. Yang waktu saya lagi di luar negeri tiba-tiba anda mau pinjam tas Hermes saya. Kalau anda nggak bisa bayar full, bayar setengahnya aja. Cus yah jangan pakai lama sama basa-basi," tulis Reza.

Unggahan tersebut kembali memancing perhatian warganet karena untuk pertama kalinya Reza secara terbuka menyinggung persoalan tas mewah yang disebutnya berkaitan dengan Dhena.

Reza menjelaskan bahwa alasan dirinya memilih menagih melalui Instagram Stories adalah karena mengaku sudah tidak dapat menghubungi Dhena secara langsung.

Ia menyebut nomor teleponnya telah diblokir sehingga media sosial menjadi satu-satunya cara agar pesannya dapat dibaca.

"Jadi kenapa aku tagihnya lewat Instagram Stories, nomor telepon aku diblokir," ujar Reza.

Reza juga mengaku tidak mengetahui alasan nomor teleponnya diblokir.

Bahkan dalam unggahannya, ia sempat menyinggung bahwa tindakan tersebut diduga dilakukan atas saran salah seorang sahabat Dhena.

"Aku nggak tahu kenapa nomorku sampai diblokir sama Dhena Devanka, makanya aku tagihnya lewat stories. Jadi kalau begitu kan dibaca ya stories-nya. Jadi tanyain dong ke dia, kenapa nomor aku kok diblokir sama HP yang dibeliin pakai duit aku sendiri," kata Reza.

Menurut Reza, sebelum konflik ini membesar, hubungan mereka tidak memiliki persoalan yang berarti sehingga dirinya mengaku heran dengan sikap Dhena.

Tak hanya menyinggung Dhena Devanka, Reza juga menyampaikan pesan kepada orang-orang yang menurutnya masih memiliki utang kepadanya.

Melalui unggahan video yang memperlihatkan dirinya sedang menjulurkan lidah, Reza melontarkan sindiran agar para peminjam segera melunasi kewajibannya.

"Coba yang masih punya harga diri pada bayar utang deh sama saya. Jangan minjemnya doang. Buruan deh," ucap Reza.

Sebagai informasi, Dhena Devanka dilaporkan Reza Gladys ke Polda Metro Jaya dugaan pengancaman melalui media elektronik, pemerasan, dan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pada 15 Juli 2026.

Berdasarkan laporan yang diterima penyidik, Reza mengaku menjadi sasaran pembicaraan dalam siaran langsung TikTok milik Dhena.

Polisi juga menjelaskan bahwa kakak ipar Krisjiana, suami Siti Badriah itu secara terbuka menyampaikan berbagai tuduhan mengenai masa lalu Dhena Devanka.

Ia mengklaim memperoleh informasi dari seseorang yang disebut pernah mengenal kehidupan Dhena di masa lalu.

Reza kemudian menuduh Dhena pernah menggunakan nama samaran ketika bekerja di sejumlah tempat hiburan malam untuk menjual diri, serta menyebut adanya sosok yang ia panggil "Mami Ajeng" yang menurutnya mengetahui cerita tersebut.

Di luar perkara tersebut, Dhena Devanka juga masih menjalani konflik hukum yang cukup panjang dengan aktris Dinna Olivia.

Rumah tangga Dinna Olivia dan Anton Subowo disebut mulai retak sejak 2011, sebelum akhirnya berujung perceraian yang diwarnai tudingan kehadiran orang ketiga.

Konflik memuncak pada 24 Desember 2022, ketika Dinna Olivia bersama sepupunya, Kiki Jassin, mengaku memergoki Anton bersama Dhena di sebuah rumah kontrakan di kawasan Raffles Hills Cibubur, Depok.

Namun, Anton Subowo membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa Dhena merupakan istri sah yang dinikahinya pada 28 Januari 2023, sedangkan gugatan cerai Dinna baru diajukan pada 12 April 2023.

Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi berbagai laporan hukum, mulai dari dugaan KDRT, perzinahan, hingga dugaan perusakan rumah kontrakan.

Dinna Olivia dan Anton Subowo akhirnya resmi bercerai pada 29 Februari 2024, dengan hak asuh kedua anak mereka, Alea Subowo dan Arenzo Subowo, diberikan kepada Dinna.

Pada 8 Januari 2026, Dinna kembali melaporkan Anton Subowo, Dhena Devanka, Rita Subowo, Fitri Salhuteru, dan Cencen Kurniawan ke Polsek Mampang Prapatan atas dugaan penganiayaan dan pengeroyokan.

Selain Dinna, laporan tersebut juga mencantumkan Alea Subowo, Kiki Jassin, serta kuasa hukum Dinna, Dea Tunggaesti, sebagai korban. Seluruhnya diketahui telah menjalani visum di RS Medistra, Jakarta Selatan.

Anton Subowo dan Dhena Devanka telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka pada 16 Februari 2026. Sedangkan, Fitri Salhuteru, Cencen Kurniawan, dan Rita Subowo juga baru ditetapkan sebagai tersangka pada 19 Maret 2026.