Senin, Agustus 17, 2026

Dhena Devanka Diketahui Sudah Hamil, Acara Nujuh Bulanan Dihadiri Fitri Salhuteru & Marissya Icha

Kehidupan pribadi Dhena Devanka kembali menjadi perhatian publik. Di tengah perseteruannya dengan Nikita Mirzani dan dr. Reza Gladys, Dhena diketahui tengah menantikan kelahiran anaknya bersama Anton Subowo.

Dhena disebut telah menggelar acara nujuh bulanan atau perayaan tujuh bulan kehamilan di kediamannya di kawasan Jimbaran, Bali, pada 7 Juni 2026.

Acara tersebut disebut berlangsung secara privat dan dihadiri keluarga serta sejumlah sahabat dekat Dhena dan Anton. Beberapa sahabat dekat yang diundang dalam acara tersebut adalah Fitri Salhuteru, Marissya Icha, dan Reza Gladys terlihat menghadiri acara tersebut.

Menariknya, kehadiran Reza Gladys dalam acara tersebut menjadi sorotan tersendiri. Pasalnya, pada saat acara nujuh bulanan digelar, hubungan Dhena dan Reza disebut masih berjalan baik dan keduanya tampak akur.

Belakangan, hubungan tersebut justru berubah drastis setelah keduanya terlibat perselisihan yang kemudian berkembang menjadi saling lapor ke polisi.

Dalam suasana acara tersebut, Dhena tampak membagikan kabar mengenai kehamilannya sekaligus mengumumkan jenis kelamin bayi yang dikandungnya. Kehamilan ini merupakan kehamilan Dhena bersama Anton Subowo.

Dhena sebelumnya telah memiliki tiga anak dari pernikahannya dengan aktor Jonathan Frizzy, yaitu Zack Jadenn Frizzy Simanjuntak, Zoe Joanna Frizzy Simanjuntak, dan Zayn Jowden.

Kini, Dhena dan Anton menjalani kehidupan bersama di kawasan Jimbaran, Bali.

Memasuki Agustus 2026, Dhena disebut telah memasuki tahap akhir kehamilan dan tengah mempersiapkan berbagai kebutuhan menjelang persalinan.

Kuasa hukum Dhena, Pitra Romadoni Nasution sebelumnya juga menyampaikan bahwa salah satu alasan Dhena tidak dapat memenuhi agenda pemeriksaan polisi terkait kasus penipuan, pemerasan dan penggelapan uang yang dilaporkan Reza Gladys pada 14 Agustus 2026 adalah karena ia sedang berada di Bali untuk mempersiapkan kelahiran anak keempatnya.

Nama Dhena Devanka kembali diseret dalam isu lama sebagai "orang ketiga" dalam rumah tangga Anton Subowo dan Dinna Olivia. Sebab, Dhena yang merupakan mantan istri Jonathan Frizzy itu disebut "gundik" atau wanita simpanan.

Namun Anton dan Dhena telah menikah resmi di KUA Ciracas, Jakarta Timur, pada 28 Januari 2023, sebelum gugatan cerai Dinna diajukan ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 12 April 2023. Anton Subowo dan Dinna Olivia resmi bercerai pada 29 Februari 2024.  

Nama Dhena juga masih dikaitkan dengan konflik antara Anton Subowo dan Dinna Olivia.

Pada 8 Januari 2026, Dinna Olivia melaporkan Anton Subowo, Dhena Devanka, Rita Subowo, Fitri Salhuteru, serta Cencen Kurniawan ke Polsek Mampang Prapatan terkait dugaan penganiayaan dan pengeroyokan setelah keributan di kawasan Kemang.

Dalam laporan tersebut, beberapa orang lain juga disebut sebagai korban, termasuk Alea Subowo (anak sulung Dinna dan Anton Subowo), Kiki Jassin (sepupu Dinna), serta kuasa hukum Dinna, Dea Tunggaesti, sebagai korban. Seluruh pelapor diketahui telah menjalani visum di RS Medistra, Jakarta Selatan.

Anton Subowo dan Dhena Devanka telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka pada 16 Februari 2026.

Sedangkan, Fitri Salhuteru, Cencen Kurniawan, dan Rita Subowo juga baru ditetapkan sebagai tersangka pada 19 Maret 2026.

Dhena Devanka juga dilaporkan Reza Gladys dugaan pengancaman melalui media elektronik, pemerasan, dan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) ke Polda Metro Jaya pda 15 Juli 2026. Di sisi lain, Dhena Devanka juga telah mengambil langkah hukum dengan melaporkan balik Reza Gladys terkait sejumlah pernyataan yang dianggap merugikan nama baiknya.

Reza Gladys Sebut Dhena Devanka Penipu

Perselisihan antara dr. Reza Gladys dan Dhena Devanka semakin memanas. Konflik yang awalnya berkaitan dengan hubungan pertemanan dan persoalan dugaan utang tersebut kini berkembang menjadi saling tuding, laporan kepolisian, hingga munculnya sejumlah orang yang mengaku pernah mengalami kerugian dalam urusan dengan Dhena.

Reza mengaku merasa telah ditipu oleh Dhena. Persoalan tersebut disebut berkaitan dengan tas Hermès yang sebelumnya pernah menjadi bagian dari perselisihan antara keduanya.

"Awalnya saya cuma ingin masalah saya dengan Dhena selesai. Tapi setelah ramai, banyak orang yang menghubungi saya dan mengaku pernah punya masalah dengan dia," ujar Reza dihubungi lewat telepon, Senin (17/8/2026).

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah tas Hermès. Reza mengklaim Dhena pernah meminjam tas tersebut ketika dirinya sedang berada di luar negeri. Dalam unggahan di media sosial, Reza menyebut terdapat persoalan pembayaran sekitar Rp10 juta yang menurutnya belum diselesaikan.

Selain tas, Reza juga pernah menyinggung telepon genggam yang menurut pengakuannya digunakan Dhena. Ia mengklaim pernah membantu membeli HP dengan nilai sekitar Rp20 juta.

Menurut versi Reza, Dhena saat itu datang kepadanya dan mengatakan tidak memiliki uang untuk mengganti telepon genggam.

Karena hubungan mereka masih baik, Reza mengaku bersedia membantu terlebih dahulu.

Setelah hubungan keduanya memburuk, Reza kemudian meminta uang tersebut dikembalikan.

Bahkan, ia mengatakan bersedia memberikan potongan lima persen apabila Dhena tidak mampu membayar seluruh nominal sekaligus.

Dalam keterangannya, Reza menegaskan bahwa persoalan tersebut sebenarnya dapat diselesaikan tanpa harus menjadi konsumsi publik.

"Saya sebenarnya nggak mau ribut. Saya cuma minta uang saya dikembalikan dan barang yang menjadi persoalan itu diselesaikan."

Perselisihan tersebut akhirnya berkembang menjadi perang pernyataan di media sosial. Reza bahkan menyebut Dhena sebagai “penipu”, setelah mendengar sejumlah cerita dari orang-orang yang mengaku pernah mengalami persoalan dengan Dhena.

"Saya bilang ke dia, kamu itu penipu ulung, menghancurkan kehidupan saya. Kamu dan suami kamu (Anton Subowo) memang penipu," ujarnya.

Salah satu nama yang disebut dalam rangkaian persoalan tersebut adalah penyanyi Indah Nevertari.

Menariknya, tudingan terhadap Dhena bukan baru muncul pada 2026. Mantan istri Jonathan Frizzy itu juga dituding melakukan penipuan atau penggelapan. Salah satu nama yang paling awal mencuat adalah penyanyi Indah Nevertari.

Indah sebelumnya disebut melaporkan Dhena ke Polda Metro Jaya pada 9 November 2023 terkait dugaan penipuan dan penggelapan. Kerugian yang diberitakan mencapai sekitar Rp151,5 juta.

Indah mengaku awalnya memiliki hubungan pertemanan dengan Dhena.

Menurut versi Indah, persoalan bermula ketika Dhena meminta bantuan terkait kebutuhan finansial.

Indah kemudian mengaku menemukan adanya transaksi atau penarikan uang dari rekeningnya yang tidak ia lakukan sendiri.

Indah menceritakan bahwa dirinya mulai curiga ketika hendak mengambil uang di BNI Cilandak KKO, Ragunan, Jakarta Selatan, pada 8 November 2023.

Ia mengaku terkejut ketika mengetahui saldo rekeningnya hanya tersisa sekitar Rp20 juta.

Indah mengatakan dirinya tidak pernah mengambil uang tabungan tersebut kecuali untuk kebutuhan yang dianggap mendesak.

Setelah dilakukan penelusuran, Indah mengaku menemukan informasi yang menurutnya mengarah kepada Dhena.

Ia juga menuduhkan adanya penggunaan surat kuasa dan tanda tangan yang menurutnya tidak dibuat olehnya.

Tuduhan tersebut kemudian menjadi bagian dari laporan polisi yang dibuat Indah.

Pihak Indah juga menyebut bahwa pada 27 Oktober 2023, Dhena diduga pernah menandatangani surat pernyataan mengenai penarikan uang tersebut.

Menurut versi pihak Indah, Dhena diberikan waktu untuk menyelesaikan kewajiban tersebut.

Disebut pula adanya rencana pemberian jaminan berupa aset atau surat tanah.

Namun, menurut pihak Indah, rencana penyelesaian tersebut tidak terlaksana sebagaimana yang diharapkan.

Kuasa hukum Indah saat itu, Sunan Kalijaga, turut memberikan keterangan mengenai persoalan tersebut.

Indah kemudian menegaskan bahwa dirinya tidak lagi ingin melanjutkan hubungan pertemanan dengan Dhena.

Indah sebelumnya disebut melaporkan Dhena ke Polda Metro Jaya pada 9 November 2023 terkait dugaan penipuan dan penggelapan. Kerugian yang diberitakan mencapai sekitar Rp151,5 juta.

Menurut versi Indah, persoalan bermula ketika Dhena meminta bantuan keuangan. Indah kemudian mengaku menemukan adanya transaksi dari rekeningnya yang tidak dilakukan olehnya.

Indah juga menyebut adanya penggunaan surat kuasa dan tanda tangan yang menurutnya bukan dibuat olehnya. Persoalan tersebut kemudian dibawa ke jalur hukum.

Kuasa hukum Indah, Sunan Kalijaga, juga pernah memberikan keterangan terkait perkara tersebut dan mendorong agar proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

Tidak lama setelah persoalan Indah mencuat, nama Nia Anggia, adik mendiang Julia Perez, juga muncul.

Pada Mei 2024, Nia disebut mengajukan laporan terhadap Dhena dan beberapa nama lain terkait dugaan penipuan dan penggelapan uang arisan.

Dalam pemberitaan yang kamu berikan, nilai kerugian yang disebut mencapai sekitar Rp724,6 juta.

Nama yang disebut dalam laporan tersebut antara lain Dhena Devanka, Melly Bradley, Isa Zega, Gandhi Fernando, dan Hamdy Syarief.

Perkara tersebut disebut berkaitan dengan arisan yang telah berlangsung sejak Desember 2017 dan kemudian berhenti pada Oktober 2019.

Menurut keterangan yang diberitakan, masih terdapat sejumlah peserta yang belum memperoleh uang arisan.

Nia kemudian membawa persoalan tersebut ke jalur hukum dengan dugaan pelanggaran Pasal 378 dan/atau Pasal 372 KUHP, sebagaimana disebut dalam laporan saat itu.

Sekali lagi, laporan polisi merupakan tuduhan yang masih harus dibuktikan melalui proses hukum.

Persoalan berikutnya muncul dari pesinetron Marchia Pohan.

Pada 13 Juni 2024, Marchia bersama kuasa hukumnya disebut melaporkan Dhena ke kepolisian terkait dugaan penipuan dan penggelapan.

Marchia mengaku mengalami kerugian yang disebut mencapai ratusan juta rupiah.

Ia juga mengungkap persoalan terkait rumah di kawasan Cibubur, Depok, serta uang dan aset lain yang menurutnya berkaitan dengan Dhena.

Dalam keterangannya, Marchia mengaku sudah lama mengenal Dhena dan bahkan pernah berteman dengannya.

Karena itu, Marchia mengaku sangat kecewa ketika dirinya merasa mengalami kerugian.

Kuasa hukum Marchia, Akhlan Balweel, saat itu juga menyampaikan bahwa pihaknya menilai persoalan tersebut bukan kejadian yang berdiri sendiri.

Namun, seluruh tudingan tersebut tetap merupakan versi pelapor dan perlu dibuktikan berdasarkan proses hukum.

Pada Mei 2025, nama aktris seksi Jenny Cortez ikut muncul dalam konflik tersebut.

Dalam informasi yang kamu berikan, diva penyanyi pop Indonesia Titi DJ mengungkap melalui Instagram Story bahwa Jenny disebut pernah memberikan uang sekitar Rp5 juta kepada Dhena.

Jenny kemudian disebut membenarkan bahwa dirinya memang pernah memberikan uang tersebut dan merasa kecewa karena menganggap telah dibohongi.

Namun, konteks transaksi tersebut juga harus dibedakan dari perkara-perkara lain. Pengakuan mengenai pemberian uang tidak dengan sendirinya membuktikan adanya tindak pidana penipuan.

Pada 2026, Jenny juga mengungkap persoalan lain mengenai tanah warisan keluarganya di Pekanbaru, Riau. Ia menyebut adanya dugaan perubahan kepemilikan sertifikat dan persoalan dokumen yang menurutnya merugikan keluarganya.

Jenny dan suaminya, Tomy Andrianto, disebut mengaku memiliki persoalan terkait tanah warisan milik keluarga Jenny di Pekanbaru, Riau.

Jenny mengklaim sertifikat tanah milik mendiang ibunya berubah kepemilikan tanpa persetujuan keluarga.

Dalam pengakuannya, ia menduga terjadi persoalan administrasi maupun pemalsuan dokumen.

Jenny juga menyebut nama Dhena dan suami Dhena, Anton Subowo dalam keterangannya.

Selain persoalan sertifikat, Jenny mengklaim adanya komunikasi menggunakan identitas berbeda serta permintaan uang sekitar Rp2 juta yang menurutnya berkaitan dengan penyelesaian persoalan tanah.

Ketika konflik Reza dan Dhena kembali mencuat pada Agustus 2026, Reza mengatakan dirinya tiba-tiba menerima banyak komunikasi dari orang-orang yang mengaku mempunyai pengalaman dengan Dhena.

Nama-nama yang kemudian disebut antara lain Indah Nevertari, Nia Anggia, Marchia Pohan, Jenny Cortez, dan Rey Utami.

Menurut Reza, cerita yang diterimanya dari orang-orang tersebut membuat dirinya semakin melihat adanya pola persoalan yang perlu ditelusuri.

"Saya pikir ini cuma masalah saya dengan dia. Ternyata setelah ramai, banyak yang datang dan cerita ke saya."

Munculnya berbagai nama tersebut membuat Reza semakin yakin bahwa persoalan yang dialaminya perlu diperhatikan secara serius.

Dalam pernyataannya, Reza kemudian menyebut Dhena sebagai "penipu".

"Saya merasa ditipu. Saya awalnya cuma mau menyelesaikan masalah saya sendiri, tapi kemudian banyak orang yang menghubungi saya."

Menurut Reza, persoalan tersebut seharusnya dapat diselesaikan secara baik-baik apabila komunikasi masih berjalan.

"Saya sebenarnya kasih kesempatan untuk diselesaikan baik-baik. Saya nggak mau masalah ini jadi panjang."

Persoalan antara Reza dan Dhena sendiri telah berkembang jauh dari sekadar masalah pertemanan.

Reza telah melaporkan Dhena ke Polda Metro Jaya pada 15 Juli 2026 dengan dugaan pengancaman melalui media elektronik, pemerasan, penipuan, penggelapan dan dugaan tindak pidana pencucian uang atau TPPU.

Salah satu perkara telah memasuki tahap penyidikan, sedangkan laporan lainnya masih dalam tahap penyelidikan.

Polisi juga menyebut adanya pendalaman dugaan TPPU dengan nilai kerugian yang diperkirakan sekitar Rp500 juta.

Nama Fitri Salhuteru ikut muncul karena ia sebelumnya dikenal berteman dengan Reza maupun Dhena.

Ketika Reza dan Dhena berselisih, Fitri disebut memberikan dukungan kepada Dhena.

Posisi tersebut kemudian membuat hubungan Fitri dan Reza ikut dikabarkan merenggang.

Reza bahkan pernah mengaitkan Fitri dengan persoalan pemblokiran nomor teleponnya oleh Dhena.

Senin, Agustus 03, 2026

Gelar Konser 4 Hari, Titi DJ Marah No Comment Sambil Membatalkan Jumpa Pers


Diva Indonesia, Titi DJ, sukses menutup rangkaian konser tunggal bertajuk "Swara Sang Dewi" pada Minggu (23/1/2011). Konser yang berlangsung selama empat hari berturut-turut, sejak 20 hingga 23 Januari 2011 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam perjalanan kariernya.

Tak hanya mendapat sambutan meriah dari ribuan penonton, Titi DJ juga berhasil mencatatkan prestasi membanggakan sebagai penyanyi wanita pertama yang menggelar konser sebanyak tujuh kali dalam kurun waktu empat hari berturut-turut. Rekor tersebut semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu diva terbesar di industri musik Indonesia.

Namun, di balik gemerlap kesuksesan konser tersebut, perhatian awak media juga tertuju pada batalnya sesi jumpa pers yang semula dijadwalkan berlangsung setelah pertunjukan berakhir.

Sejumlah wartawan yang telah menunggu kesempatan mewawancarai Titi DJ mengaku terkejut ketika sesi tersebut dibatalkan. Saat dimintai tanggapan mengenai konser maupun pencapaian yang diraihnya, Titi DJ hanya memberikan jawaban singkat dengan nada yang terdengar tegas.

"No comment. Saya nggak mau."

Jawaban singkat tersebut sontak membuat suasana menjadi canggung. Banyak awak media yang mengaku terkejut karena sikap Titi saat itu berbeda dari kebiasaannya selama bertahun-tahun berkarier.

Peristiwa tersebut langsung memunculkan berbagai spekulasi. Sebagian pihak menduga Titi DJ sedang berada dalam kondisi kelelahan setelah menjalani jadwal konser yang sangat padat selama empat hari berturut-turut. Tampil dalam tujuh pertunjukan tentu membutuhkan tenaga, konsentrasi, dan kondisi fisik yang prima.

Ada pula yang berspekulasi bahwa sang penyanyi sedang menghadapi persoalan pribadi sehingga memilih untuk tidak memberikan komentar kepada media. Namun, semua dugaan tersebut tidak pernah mendapat konfirmasi resmi.

Di sisi lain, tidak sedikit pula yang menilai perubahan sikap tersebut terkesan dingin bahkan dianggap sebagai sikap tertutup. Meski demikian, penilaian itu hanya sebatas opini karena tidak ada penjelasan langsung mengenai alasan Titi menolak diwawancarai.
Terlepas dari insiden tersebut, kualitas konser "Swara Sang Dewi" tetap menuai banyak pujian. Penampilan Titi DJ dinilai sangat memukau dengan tata panggung megah, aransemen musik yang kuat, tata cahaya yang spektakuler, serta penampilan vokal yang tetap prima sepanjang seluruh rangkaian konser.

Para penggemar pun tetap memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Titi DJ yang mampu mempertahankan kualitas pertunjukan dari awal hingga akhir. Banyak yang menilai konser tersebut menjadi salah satu konser terbaik yang pernah digelar seorang penyanyi solo wanita di Indonesia.

Hingga kini, belum ada penjelasan lebih lanjut dari Titi DJ maupun tim manajemennya terkait sikap menolak memberikan komentar tersebut. Media dan publik pun menunggu dengan penasaran langkah berikutnya dari sang penyanyi legendaris ini.

Sebelumnya, pada September 2005, pelantun 'Bahasa Kalbu' tersebut juga pernah sukses menggelar konser tunggal bertajuk "Sang Dewi", yang menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan karier bermusiknya.

Keberhasilan konser itulah yang kemudian berlanjut pada penyelenggaraan konser "Swara Sang Dewi" pada tahun 2011 yang kembali mencatatkan prestasi membanggakan bagi industri musik Indonesia.

Disebut Gundik, Dhena Devanka Laporkan Reza Gladys Ke Polisi

Perseteruan antara Reza Gladys dan Dhena Devanka kini memasuki babak hukum. Setelah saling menyindir di media sosial terkait dugaan utang pribadi, konflik keduanya semakin memanas usai Reza melontarkan sejumlah komentar bernada kasar yang menyebut Dhena sebagai "kuntilanak", "jual diri", "gundik", hingga "wanita simpanan."

Merasa nama baiknya dicemarkan, Dhena Devanka, selebgram yang juga istri pengusaha Anton Subowo, akhirnya resmi melaporkan Reza Gladys ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah melalui media elektronik.

Menanggapi laporan tersebut, kuasa hukum Reza Gladys, Julianus P. Sembiring, mengaku tidak gentar.
Ia justru mempersilakan Dhena menempuh jalur hukum dan menegaskan akan membela kliennya habis-habisan.

"Silakan saja dia lapor. Baru segitu saja marahnya setengah mati. Dia yang begitu saja marah, lapor," ujar Julianus saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (3/8/2026).

Reza dilaporkan Dhena karena menyebut mantan istri Jonathan Frizzy itu sebagai pelacur saat membalas komentar warganet di media sosial. Julainus mengatakan, Reza menyebut hal tersebut kepada Dhena Devanka karena membelanya.

Perselisihan kedua belah pihak semakin memanas setelah Reza Gladys mengunggah sejumlah Instagram Stories yang berisi klaim mengenai dugaan utang Dhena Devanka.

Dalam unggahannya, Reza meminta Dhena segera menyelesaikan pembayaran sejumlah barang yang menurutnya dibeli menggunakan uang miliknya.

Reza juga mengklaim bahwa telepon genggam yang saat ini digunakan Dhena dibeli menggunakan dana miliknya dengan nilai sekitar Rp20 juta.

Selain itu, Reza turut mengungkap persoalan lain berupa dugaan pinjaman tas mewah merek Hermès yang menurutnya belum diselesaikan.

Reza menjelaskan bahwa dirinya memilih menyampaikan tagihan melalui media sosial karena mengaku nomor teleponnya telah diblokir sehingga tidak dapat lagi menghubungi Dhena secara langsung diduga dilakukan atas saran sahabat Dhena, Fitri Salhuteru.

Tak lama setelah unggahan tersebut menjadi viral, perselisihan keduanya kembali memanas di media sosial.

Konflik semakin memanas setelah Reza membalas komentar warganet di akun Instagram yang membahas Dhena Devanka.

Dalam sejumlah komentar, Reza diduga menyebut Dhena sebagai kuntilanak, wanita simpanan, jual diri, dan gundik.

Komentar-komentar inilah yang kemudian menjadi dasar laporan pidana Dhena ke kepolisian karena dianggap telah menyerang kehormatan dan nama baiknya.

Julianus menegaskan bahwa pihak Reza Gladys tidak akan tinggal diam. Apabila Dhena memilih jalur hukum, maka pihak Reza juga akan melaporkan balik Dhena.

"Dia malah emosi. Dia begitu saja sudah lapor, masa saya enggak lapor juga? Bagi saya silakan saja dia lapor (Reza). Apakah dia kebal hukum atau tidak," kata Julianus.

Adapun, Julianus bersama tim kuasa hukumnya akan melaporkan Dhena Devanka terkait Pasal UU ITE dan fitnah ke Bareskrim Mabes Polri pada Selasa (4/8/2026).

"Nanti saya kan laporin. Jadi nanti tinggal yang lebih cepat saja prosesnya," ujar Julianus.

Sebelumnya, Dhena Devanka melaporkan Reza Gladys dengan tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah melalui media elektronik dengan nomor laporan LP/5475/VIII/2026/PMJ/Dit.Reskrimsus.
Atas tuduhan itu, Reza Gladys disangka telah melanggar Pasal 27 Ayat 3 juncto Pasal 45 Ayat 3 Undang-Undang ITE.

Di tengah ramainya pemberitaan, Dhena menegaskan bahwa dirinya merupakan istri sah Anton Subowo.

Anton dan Dhena diketahui menikah secara resmi di KUA Ciracas pada 28 Januari 2023.
Sementara itu, mantan istri Anton, Dinna Olivia, baru mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 12 April 2023. Proses perceraian tersebut kemudian diputus pada 29 Februari 2024.

Di tengah sengketa hukum yang sedang berlangsung, Dhena juga dikabarkan sedang menjalani kehamilan. Berdasarkan informasi yang beredar, usia kehamilannya disebut telah memasuki sekitar delapan bulan. Dhena dikabarkan akan melahirkan anak keempatnya di Bali pada akhir Agustus 2026 mendatang.

Saat ini Anton Subowo dan Dhena Devanka diketahui menjalani kehidupan bersama di kawasan Jimbaran, Bali.

Mereka tinggal bersama tiga anak Dhena dari pernikahan sebelumnya dengan Jonathan Frizzy, yaitu Zac, Zoe, dan Zayn. Kehidupan keluarga mereka di Bali beberapa kali menjadi perhatian publik seiring berlanjutnya berbagai perkara hukum yang melibatkan nama mereka.

Sebelumnya, Reza Gladys diketahui melaporkan Dhena Devanka dugaan pengancaman melalui media elektronik, pemerasan, dan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) ke Polda Metro Jaya. Di sisi lain, Dhena Devanka juga telah mengambil langkah hukum dengan melaporkan balik Reza Gladys terkait sejumlah pernyataan yang dianggap merugikan nama baiknya.

Minggu, Agustus 02, 2026

Reza Gladys Tagih Utang Dhena Devanka, Mulai dari HP hingga Tas Hermes

Perseteruan antara Reza Gladys dan Dhena Devanka, istri pengusaha Anton Subowo, kembali menjadi perhatian publik. Setelah sebelumnya saling berselisih dan berujung pada laporan polisi, kali ini Reza secara terbuka menagih dugaan utang Dhena melalui serangkaian unggahan di Instagram Stories.

Unggahan tersebut sontak menjadi perbincangan warganet karena berisi permintaan agar Dhena segera menyelesaikan pembayaran sejumlah barang yang menurut Reza dibeli menggunakan uang miliknya.
Dalam salah satu unggahannya, Reza secara langsung menyebut nama lengkap Dhena dan meminta agar pembayaran segera dilakukan.

"Kepada saudari Dhena Aldhalia Devanka Subowo (istri dari Anton Subowo), boleh kali yah itu HP dibayarin aja yg dipake anda skrg. Kan duitnya udah banyak. Masih pegang nomor rekening saya kan yah? Cus yah ditunggu. Kalau nggak sanggup bayar full saya diskon aja 5 persen deh tuh," tulis Reza.

Reza mengklaim bahwa telepon genggam yang saat ini digunakan Dhena dibeli menggunakan uang miliknya.

Menurut Reza, saat itu Dhena mengaku tidak memiliki dana untuk membeli ponsel baru sehingga dirinya membantu terlebih dahulu.

"Jadi waktu itu dia datang katanya nggak punya uang buat ganti HP, ya sudah pakai duit saya dulu. Mahal itu HP-nya sampai Rp20 juta," ujar Reza.

Reza pun meminta agar uang tersebut segera dikembalikan.

Ia bahkan menyindir bahwa apabila Dhena belum mampu melunasi seluruhnya, dirinya bersedia memberikan potongan harga sebesar lima persen.

Tak hanya membahas ponsel, Reza juga mengungkap persoalan lain yang menurutnya belum diselesaikan oleh Dhena.

Ia mengklaim Dhena pernah meminjam tas mewah merek Hermès miliknya ketika dirinya sedang berada di luar negeri.

Menurut Reza, hingga kini biaya yang berkaitan dengan tas tersebut belum diganti.

"Oh iya lupa. Sekalian yah saudari Dhena. Uang pinjaman tas mewah Hermes punya saya belum anda ganti juga itu Rp10 juta. Yang waktu saya lagi di luar negeri tiba-tiba anda mau pinjam tas Hermes saya. Kalau anda nggak bisa bayar full, bayar setengahnya aja. Cus yah jangan pakai lama sama basa-basi," tulis Reza.

Unggahan tersebut kembali memancing perhatian warganet karena untuk pertama kalinya Reza secara terbuka menyinggung persoalan tas mewah yang disebutnya berkaitan dengan Dhena.

Reza menjelaskan bahwa alasan dirinya memilih menagih melalui Instagram Stories adalah karena mengaku sudah tidak dapat menghubungi Dhena secara langsung.

Ia menyebut nomor teleponnya telah diblokir sehingga media sosial menjadi satu-satunya cara agar pesannya dapat dibaca.

"Jadi kenapa aku tagihnya lewat Instagram Stories, nomor telepon aku diblokir," ujar Reza.

Reza juga mengaku tidak mengetahui alasan nomor teleponnya diblokir.

Bahkan dalam unggahannya, ia sempat menyinggung bahwa tindakan tersebut diduga dilakukan atas saran salah seorang sahabat Dhena.

"Aku nggak tahu kenapa nomorku sampai diblokir sama Dhena Devanka, makanya aku tagihnya lewat stories. Jadi kalau begitu kan dibaca ya stories-nya. Jadi tanyain dong ke dia, kenapa nomor aku kok diblokir sama HP yang dibeliin pakai duit aku sendiri," kata Reza.

Menurut Reza, sebelum konflik ini membesar, hubungan mereka tidak memiliki persoalan yang berarti sehingga dirinya mengaku heran dengan sikap Dhena.

Tak hanya menyinggung Dhena Devanka, Reza juga menyampaikan pesan kepada orang-orang yang menurutnya masih memiliki utang kepadanya.

Melalui unggahan video yang memperlihatkan dirinya sedang menjulurkan lidah, Reza melontarkan sindiran agar para peminjam segera melunasi kewajibannya.

"Coba yang masih punya harga diri pada bayar utang deh sama saya. Jangan minjemnya doang. Buruan deh," ucap Reza.

Sebagai informasi, Dhena Devanka dilaporkan Reza Gladys ke Polda Metro Jaya dugaan pengancaman melalui media elektronik, pemerasan, dan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pada 15 Juli 2026.

Berdasarkan laporan yang diterima penyidik, Reza mengaku menjadi sasaran pembicaraan dalam siaran langsung TikTok milik Dhena.

Polisi juga menjelaskan bahwa kakak ipar Krisjiana, suami Siti Badriah itu secara terbuka menyampaikan berbagai tuduhan mengenai masa lalu Dhena Devanka.

Ia mengklaim memperoleh informasi dari seseorang yang disebut pernah mengenal kehidupan Dhena di masa lalu.

Reza kemudian menuduh Dhena pernah menggunakan nama samaran ketika bekerja di sejumlah tempat hiburan malam untuk menjual diri, serta menyebut adanya sosok yang ia panggil "Mami Ajeng" yang menurutnya mengetahui cerita tersebut.

Di luar perkara tersebut, Dhena Devanka juga masih menjalani konflik hukum yang cukup panjang dengan aktris Dinna Olivia.

Rumah tangga Dinna Olivia dan Anton Subowo disebut mulai retak sejak 2011, sebelum akhirnya berujung perceraian yang diwarnai tudingan kehadiran orang ketiga.

Konflik memuncak pada 24 Desember 2022, ketika Dinna Olivia bersama sepupunya, Kiki Jassin, mengaku memergoki Anton bersama Dhena di sebuah rumah kontrakan di kawasan Raffles Hills Cibubur, Depok.

Namun, Anton Subowo membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa Dhena merupakan istri sah yang dinikahinya pada 28 Januari 2023, sedangkan gugatan cerai Dinna baru diajukan pada 12 April 2023.

Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi berbagai laporan hukum, mulai dari dugaan KDRT, perzinahan, hingga dugaan perusakan rumah kontrakan.

Dinna Olivia dan Anton Subowo akhirnya resmi bercerai pada 29 Februari 2024, dengan hak asuh kedua anak mereka, Alea Subowo dan Arenzo Subowo, diberikan kepada Dinna.

Pada 8 Januari 2026, Dinna kembali melaporkan Anton Subowo, Dhena Devanka, Rita Subowo, Fitri Salhuteru, dan Cencen Kurniawan ke Polsek Mampang Prapatan atas dugaan penganiayaan dan pengeroyokan.

Selain Dinna, laporan tersebut juga mencantumkan Alea Subowo, Kiki Jassin, serta kuasa hukum Dinna, Dea Tunggaesti, sebagai korban. Seluruhnya diketahui telah menjalani visum di RS Medistra, Jakarta Selatan.

Anton Subowo dan Dhena Devanka telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka pada 16 Februari 2026. Sedangkan, Fitri Salhuteru, Cencen Kurniawan, dan Rita Subowo juga baru ditetapkan sebagai tersangka pada 19 Maret 2026.

Minggu, Juli 26, 2026

Dhena Devanka Dilaporkan Polisi soal Dugaan Pemerasan Senilai Rp5 Juta Terhadap Reza Gladys

Setelah berseteru dengan Dinna Olivia dan Nikita Mirzani, selebgram yang juga istri pengusaha Anton Subowo, Dhena Devanka kini terseret dalam kasus dugaan pemerasan senilai Rp 5 juta yang dilaporkan oleh dokter Reza Gladys. Polda Metro Jaya sendiri membeberkan duduk perkara berkaitan dengan kasus tersebut.

"Jadi tanggal 15 Juli 2025, kami menerima laporan polisi dari saudari RGP tentang dugaan pengancaman melalui media elektronik dan atau pengancaman dan atau TPPU. Terlapornya dalam lidik ya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Jumat (24/7/2025).

Kasus pemerasan yang menyeret Dhena Devanka beserta suaminya, Anton Subowo tengah diusut Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya.

Polisi sendiri tidak menyatakan jika terlapor dalam kasus ini adalah Dhena Devanka. Ade Ary mengungkap berdasarkan laporan polisi. Kasus ini bermula dari live media sosial yang dilakukan oleh Dhena.

Ade Ary menyebut, laporan dilayangkan oleh RGP pada 3 Desember 2024. "Kami menerima laporan polisi dari saudari RGP (Reza Gladys), tentang dugaan pengancaman melalui media elektronik dan atau pengancaman dan atau TPPU. Terlapornya dalam lidik ya," ungkap Ade Ary, Jumat (24/7/2025).

Ade Ary menjelaskan, berdasar laporan dari RGP, kasus ini bermula dari adanya perselisihan antara Reza Gladys dan Dhena Devanka.

"Berawal dari adanya permasalahan antara korban Reza Gladys dengan saudari DD (Dhena Devanka), dimana Reza mengklaim mengetahui masa lalu Dhena melalui seseorang yang disebutnya sebagai sahabat sekaligus pihak yang mengenal kehidupan DD sebagai PSK (tunasusila). Korban malah dijelek-jelekkan Dhena lewat siaran langsung (Live) TikTok milik saudari DD," jelas Ade Ary.

Karena tak terima dihelek-jelekkan, akhirnya korban menghubungi Dhena melalui Anton Subowo, suami Dhena via WhatsApp dengan maksud membongkar aib masa lalu Dhena.

Di tengah ramainya konflik tersebut, Reza Gladys turut melontarkan sejumlah tuduhan terhadap Dhena Devanka. Reza mengklaim mengetahui masa lalu Dhena melalui seseorang yang disebutnya sebagai sahabat sekaligus pihak yang mengenal kehidupan Dhena pada masa lalu.

Menurut pengakuan Reza, sosok tersebut mengetahui berbagai cerita mengenai masa lalu Dhena sehingga membuat Dhena disebut merasa khawatir apabila informasi itu diungkap ke publik.

"Tapi dia takut. Karena dia tahu saya sahabat mucikarinya dia saat dia ngelontong," ujar Reza Gladys.

Reza kemudian mengaku memilih mengungkap cerita yang menurutnya selama ini disembunyikan.
Ia menuduh Dhena pernah menggunakan nama samaran serta beraktivitas di sejumlah tempat hiburan malam. Reza juga menyebut adanya sosok yang ia panggil "Mami Ajeng", yang menurutnya mengetahui cerita tersebut.

"Dia jadi lontong di klub C, STD, di klub 10. Di empat klub ternama itu dia terkenal. Dulu dia tidak pakai nama Kuntilanak," klaim Reza.

Reza selanjutnya mengklaim bahwa Dhena menggunakan nama "Nabila" sebagai nama samaran.
"Itu waktu ngelontong pakai nama Nabila, say! Dia nyamar, jadi anaknya Mami Ajeng," ucap Reza.

Tak berhenti di situ, Reza juga menyebut Anton Subowo dengan julukan "si Gadun" dan menuduh Anton tidak mengetahui seluruh masa lalu Dhena.

"Si gadun itu dibohongin sama si Kuntilanak. Emang jahat otaknya! Mami Ajeng bilang bahwa dia tidak cerita soal masa lalunya," kata Reza.

Bahkan, Reza mengaku memiliki bukti berupa percakapan yang menurutnya dapat mendukung tuduhannya.

"Saya punya bukti kamu ternyata wanita jahat, bukan wanita baik-baik, karena apa? Saya tahu dari bukti chat ini," tegas Reza Gladys.

"Korban menghubungi terlapor yang merupakan suami dari saudari DD melalui WhatsApp, ke dua nomor WhatsApp, dengan tujuan untuk membongkar borok masa lalu saudari DD," ujarnya.

Reza menuding Dhena pernah menjadi wanita simpanan atau memiliki hubungan khusus dengan suami orang, terutama pengusaha demi materi. Namun sayangnya, respons yang didapat oleh korban justru berisi ancaman. Korban malah diminta membayar Rp5 juta sebagai uang tutup mulut supaya masalah itu tak diungkap ke media sosial.

"Korban mendapat respons dari terlapor. Jadi, respons dari terlapor adalah ancaman akan speak up ke media sosial bila bongkar borok tersebut tidak menghasilkan uang. Dan terlapor meminta sejumlah uang sebesar Rp5 juta," ungkap Ade Ary. Korban yang merasa terancam pun akhirnya mengirim uang secara bertahap.

"Pada 10 Juni 2025, korban melakukan transfer dana sebesar Rp 2 juta ke sebuah nomor rekening atas nama tertentu atas arahan terlapor. Kemudian pada tanggal 26 Juni 2025, atas arahan terlapor, korban memberikan uang tunai sebesar Rp2 juta," beber Ade Ary.

"Atas kejadian tersebut, korban merasa telah diperas dan mengalami kerugian sebanyak Rp5 juta," sambungnya. Adapun, Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya sudah menaikan status perkara dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Sebanyak 10 orang saksi telah dimintai keterangan. "Perlu kami laporkan bahwa saat ini tahapan prosesnya adalah sudah dalam tahap penyidikan," katanya.

Beberapa barang bukti telah disita antara lain flashdisk, satu bundel bukti tangkapan layar percakapan WhatsApp, bukti transfer, kwitansi pembayaran, hingga beberapa unit handphone.

"Tim penyidik masih terus melakukan proses penyidikan dan kasus ini akan diusut tuntas. Jadi, setiap laporan yang masuk kepada kami, kepada Polda Metro Jaya, akan diusut tuntas secara prosedural, profesional, dan proporsional. Itu butuh waktu. Ada tahapan-tahapannya," katanya lagi.

Sebagai informasi, Dhena Devanka dituduh sebagai orang ketiga dalam pernikahan aktris Dinna Olivia dan mantan suaminya, Anton Subowo.

Anton Subowo adalah mantan suami Dinna Olivia dan dikenal sebagai pengusaha yang berasal dari keluarga terpandang.

Rumah tangga Dinna Olivia dan Anton Subowo mulai retak sejak 2011. Perceraian keduanya pun diwarnai tudingan kehadiran orang ketiga. Nama Dhena Devanka sempat disebut sebagai penyebab retaknya rumah tangga Anton Subowo dan Dinna Olivia. Konflik memuncak pada 24 Desember 2022 ketika Dinna bersama sepupunya, Kiki Jassin mengklaim memergoki Anton bersama Dhena di sebuah rumah kontrakan di Raffles Hills Cibubur, Depok, Jawa Barat.

Namun, pihak Anton Subowo membantah dan menegaskan bahwa Dhena Devanka adalah istri sah yang dinikahi secara resmi pada 28 Januari 2023, sebelum gugatan cerai Dinna Olivia diajukan ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 12 April 2023.

Peristiwa itu berujung pada laporan dugaan KDRT dan perzinahan ke Polres Depok, Jawa Barat pada 7 Juni 2023. Namun perkara berbalik arah setelah Dhena melaporkan Dinna dan Kiki ke Polsek Cimanggis pada 30 Desember 2022 lalu atas dugaan perusakan rumah kontrakan.

Dinna Olivia dan Anton Subowo diketahui resmi bercerai pada 29 Februari 2024. Dan, hak asuh kedua anak Dinna-Anton, Alea Subowo dan Arenzo Subowo jatuh ke tangan ibunya.

Dinna Olivia melaporkan Anton Subowo, Dhena Devanka, Rita Subowo, Fitri Salhuteru, serta Cencen Kurniawan ke Polsek Mampang Prapatan atas dugaan penganiayaan dan pengeroyokan pada 8 Januari 2026. Selain Dinna, laporan tersebut juga mencantumkan Alea Subowo (anak sulung Dinna dan Anton Subowo), Kiki Jassin (sepupu Dinna), serta kuasa hukum Dinna, Dea Tunggaesti, sebagai korban. Seluruh pelapor diketahui telah menjalani visum di RS Medistra, Jakarta Selatan.

Anton Subowo dan Dhena Devanka telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka pada 16 Februari 2026.

Sedangkan, Fitri Salhuteru, Cencen Kurniawan, dan Rita Subowo juga baru ditetapkan sebagai tersangka pada 19 Maret 2026.

Reza Gladys Bongkar Borok Masa Lalu Dhena Devanka Istri Anton Subowo Jual Diri

Rumah tangga Dinna Olivia dan Anton Subowo mulai retak sejak 2011. Perceraian keduanya pun diwarnai tudingan kehadiran orang ketiga. Nama Dhena Devanka sempat disebut sebagai penyebab retaknya rumah tangga Anton Subowo dan Dinna Olivia. Konflik memuncak pada 24 Desember 2022 ketika Dinna bersama sepupunya, Kiki Jassin mengklaim memergoki Anton bersama Dhena di sebuah rumah kontrakan di Raffles Hills Cibubur, Depok, Jawa Barat.

Namun, pihak Anton Subowo membantah dan menegaskan bahwa Dhena Devanka adalah istri sah yang dinikahi secara resmi pada 28 Januari 2023, sebelum gugatan cerai Dinna Olivia diajukan ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 12 April 2023.

Peristiwa itu berujung pada laporan dugaan KDRT dan perzinahan ke Polres Depok, Jawa Barat pada 7 Juni 2023. Namun perkara berbalik arah setelah Dhena melaporkan Dinna dan Kiki ke Polsek Cimanggis pada 30 Desember 2022 lalu atas dugaan perusakan rumah kontrakan.

Dinna Olivia dan Anton Subowo diketahui resmi bercerai pada 29 Februari 2024. Dan, hak asuh kedua anak Dinna-Anton, Alea Subowo dan Arenzo Subowo jatuh ke tangan ibunya.Dinna Olivia melaporkan Anton Subowo, Dhena Devanka, Rita Subowo, Fitri Salhuteru, serta Cencen Kurniawan ke Polsek Mampang Prapatan atas dugaan penganiayaan dan pengeroyokan pada 8 Januari 2026.

Anton Subowo dan Dhena Devanka telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka pada 16 Februari 2026.

Sedangkan, Fitri Salhuteru, Cencen Kurniawan, dan Rita Subowo juga baru ditetapkan sebagai tersangka pada 19 Maret 2026.

Merasa geram dengan kelakuan Dhena, kini Reza Gladys akhirnya ikut membongkar borok Dhena Devanka.

Hal ini dikarenakan, Dhena Devanka mengenal sahabat Reza Gladys yang berperan di kehidupan masa lalu mantan istri Jonathan Frizzy itu, klaimnya.

"Tapi dia takut. Karena dia tahu saya sahabat mucikarinya dia saat dia ngelontong," ujar Reza Gladys.
Lantaran tak jua disenggol, Reza Gladys kini memilih bergerak lebih dulu membongkar masa lalu Dhena Devanka.

Tanpa ragu, Reza mengungkapkan bahwa Dhena memiliki profesi mengejutkan di masa lalu.

Selain kerap menjajakan tubuhnya, Dhena juga diklaim memiliki tempat langganan."Dia jadi lontong di klub C, STD, di klub 10, hmm? Di 4 klub ternama itu dia terkenal. Dan dulu dia tidak pakai nama Kuntilanak," katanya.

Reza juga mengupas nama samaran yang digunakan Dhena Devanka saat terlibat dalam dunia prostitusi.

"Itu waktu ngelontong pake nama Nabila say! Dia nyamar say, jadi anaknya Mami Ajeng. Mami Ajeng nggak mau naik sih!" kata Reza Gladys.

Sebut Anton Subowo sebagai 'si Gadun', Reza mengatakan bahwa masa lalu Dhena Devanka dikubur oleh keduanya."Si gadun (Anton) tuh dibohongin sama si Kuntilanak lontong (Dhena)."

"Emang jahat otaknya! Mami Ajeng ngomong sama aku, aku nggak mungkin nggak percaya sama dia. Mami Ajeng bilang bahwa si Kuntilanak ini tidak bilang ke pengangguran bahwa dia lontong," lanjut Reza.

"Saya punya bukti kamu ternyata wanita jahat, bukan wanita baik-baik, karena apa, saya tahu dari bukti chat ini," tegas Reza Gladys pada saat itu.

Sabtu, Juli 25, 2026

Donna Harun, Artis Langganan Kawin Cerai: Tiga Kali Menikah, Tiga Kali Berakhir di Pengadilan

Kehidupan rumah tangga di kalangan selebritas memang kerap menjadi sorotan publik. Namun, perjalanan asmara Donna Harun bisa dibilang termasuk yang paling berliku. Mantan model dan aktris senior ini telah tiga kali menikah dan seluruh pernikahannya berujung perceraian. Kisah cintanya yang penuh lika-liku bahkan beberapa kali menjadi pemberitaan nasional karena dibumbui konflik rumah tangga, tudingan perselingkuhan, hingga proses hukum yang berlangsung bertahun-tahun.

Donna Harun menikah dengan pengusaha Alisyahrazad Hanafiah atau yang akrab disapa Ad Hanafiah atau lebih dipanggil Aad pada 26 Juli 2019 di Jakarta. Sehari kemudian, pasangan ini menggelar resepsi mewah di The Edge Villa Pecatu, Bali yang dihadiri keluarga dan sahabat dekat.

Saat itu, banyak yang menganggap Aad sebagai pelabuhan terakhir Donna setelah dua kali gagal membina rumah tangga. Hubungan mereka tampak harmonis. Donna bahkan beberapa kali mengunggah momen romantis bersama sang suami di media sosial. Namun, kebahagiaan tersebut ternyata tidak berlangsung lama.

Memasuki pertengahan 2020, rumah tangga Donna dan Aad dikabarkan mulai retak. Donna kemudian mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 24 Juni 2020 dengan alasan adanya dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Di sisi lain, Aad membantah seluruh tuduhan tersebut. Ia justru balik menuding Donna berselingkuh dengan sejumlah pria lain.

Menurut Aad, keretakan rumah tangga mereka bukan disebabkan oleh dirinya, melainkan karena Donna diduga berselingkuh dan berzinah dengan pria lain. Selain dugaan ketidakcocokan dan pertengkaran yang terus berulang, hubungan mereka juga disebut diwarnai rasa saling curiga serta konflik berkepanjangan.

Dalam berbagai kesempatan, Aad menyebut beberapa nama yang memiliki hubungan gelap dengan Donna. Salah satunya adalah pesinetron Fadika Royandi.

Selain Fadika, nama-nama lain yang sempat dikaitkan dengan Donna antara lain seperti Rifat Sungkar, Zul Zivilia, Bara Tampubolon, Krisna Murti Wibowo, Nikki Frazetta, hingga mantan suami Nindy Ayunda, Askara Parasady Harsono. Tuduhan tersebut memicu kontroversi luas di kalangan warganet.

Setelah melalui proses persidangan, majelis hakim akhirnya menjatuhkan putusan cerai pada 23 September 2021.

Namun, perjalanan hukum mereka ternyata belum selesai.

Pada 22 Desember 2023, perkara tersebut dinyatakan gugur karena adanya persoalan administratif yang berkaitan dengan masa iddah, sehingga status hukum perceraian kembali menimbulkan polemik.

Aad mengaku heran karena menurutnya perkara tersebut telah diputus dan berkekuatan hukum, namun proses administrasi tidak pernah diselesaikan sebagaimana mestinya.

Di tengah kabar rumah tangga yang dikabarkan retak, publik justru dikejutkan oleh unggahan Donna di Instagram pada 1 Mei 2024.

Donna mengunggah foto bersama Aad sekaligus memberikan ucapan ulang tahun yang sangat romantis.
"Terima kasih untuk setiap kata iya dan boleh, dari semua mauku. Semoga rezeki mengalir deras untukmu. Puji Tuhan, angkat derajat suamiku setinggi-tingginya sehingga tidak ada satu pun yang bisa merendahkannya. Selamat ulang tahun suamiku."

Unggahan tersebut sempat membuat publik menduga hubungan keduanya telah membaik. Namun dugaan itu tidak berlangsung lama.

Tak lama kemudian, Aad kembali mengajukan permohonan talak cerai sekaligus pembatalan nikah (itsbat nikah) ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan dengan nomor perkara 1568/Pdt.G/2024/PA.JS pada tanggal 3 Mei 2024. Dalam perkara tersebut, Aad kembali menunjuk Wemmy Amanupunyo sebagai kuasa hukumnya.

Pihak Aad menegaskan bahwa menurut mereka Donna sebenarnya sudah bukan lagi istri sah karena putusan cerai tahun 2021 telah inkrah, meski kemudian dinyatakan gugur akibat persoalan administrasi.
Bahkan melalui kuasa hukumnya sempat disampaikan pernyataan:

"Ad Hanafiah dan Donna Harun sudah bercerai. Donna Harun bukan istri Ad Hanafiah lagi."

Setelah proses hukum yang kembali berlangsung cukup panjang, Pengadilan Agama Jakarta Selatan kembali menetapkan perceraian keduanya pada 30 Oktober 2024.

Namun drama hukum belum berakhir.

Pada 20 November 2024, ikrar talak Aad ditolak, sehingga perkara tersebut kembali menyisakan persoalan hukum yang cukup rumit.

Memasuki penghujung 2025, konflik kembali memasuki babak baru.

Melalui kuasa hukumnya Sandy Arifin, Donna kembali menggugat cerai Aad ke Pengadilan Agama JAkarta Selatan pada 8 Desember 2025.

Saat itu Donna diketahui sedang menjalani hukuman pidana dalam perkara narkotika di Lapas Kerobokan, Badung, Bali.

Meski berstatus narapidana, proses persidangan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Sandy Arifin mengatakan bahwa kliennya sudah mantap mengakhiri rumah tangga tersebut.

"Mbak Donna sudah sangat capek secara fisik maupun mental. Sudah tidak ada lagi keinginan untuk rujuk."

Akhirnya, pada 27 Januari 2026, Pengadilan Agama Jakarta Selatan menjatuhkan putusan verstek karena pihak tergugat tidak hadir dalam persidangan terakhir secara berturut-turut.

Majelis hakim mengabulkan gugatan Donna dan menyatakan perceraian mereka sah menurut hukum.
Dengan putusan tersebut, rumah tangga Donna dan Ad Hanafiah resmi berakhir setelah melalui konflik hukum yang berlangsung lebih dari lima tahun.

Jauh sebelum menikah dengan Aad, Donna menikah muda dengan Ardy Gustav pada 1985 di Bandung.
Dari pernikahan tersebut lahirlah seorang putra bernama Ricky Chinaldy Pratama, yang kemudian dikenal sebagai Ricky Harun.

Ricky mengikuti jejak ibunya di dunia hiburan dan berhasil menjadi salah satu aktor sinetron ternama Indonesia.

Sayangnya, rumah tangga Donna dan Ardy tidak bertahan. Setelah sekitar sepuluh tahun bersama, keduanya resmi bercerai pada 1990. Hak asuh Ricky berada di tangan Donna.

Enam tahun setelah bercerai dari Ardy, Donna menikah dengan Hendra Rahtomo atau lebih dikenal Romy Soekarno, putra Rachmawati Soekarnoputri sekaligus cucu Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Pernikahan ini sempat dianggap sebagai rumah tangga yang harmonis karena bertahan hampir dua dekade.

Pada 1998, mereka dikaruniai seorang putra bernama Muhammad Jihad Rahtomo Soekarnoputra atau Jeje Soekarno. Jeje sempat bermain film dan kemudian aktif sebagai konten kreator serta musisi.
Namun, rumah tangga Donna dan DJ Romy akhirnya juga kandas.

Donna menggugat cerai pada 2015, dan perceraian mereka resmi diputus pada 2018. Dalam konflik tersebut, DJ Romy menuding Donna berselingkuh dengan pria lain. Perselisihan kemudian berlanjut ke perebutan hak asuh Jeje yang cukup menyita perhatian publik.

Berdasarkan putusan pengadilan, hak asuh Jeje berada di tangan Donna, meski hubungan keduanya dengan sang ayah tetap menjadi sorotan pada masa itu.

Perjalanan asmara Donna Harun menunjukkan bahwa kehidupan rumah tangga seorang figur publik tidak selalu berjalan mulus. Tiga kali membina rumah tangga, tiga kali pula harus berakhir di meja hijau. Konflik dengan Ad Hanafiah bahkan berkembang menjadi sengketa hukum yang berlangsung bertahun-tahun, disertai saling tuding mengenai KDRT, dugaan perselingkuhan, hingga persoalan administrasi perceraian.

Terlepas dari berbagai kontroversi yang mengiringinya, Donna Harun tetap menjadi salah satu artis senior Indonesia yang perjalanan kehidupan pribadinya terus menarik perhatian publik hingga sekarang.

Minggu, Juli 12, 2026

Kasus Perzinahan Ira Maya Sopha & Pengusaha Bakmi Dilacak Polda Metro Jaya

Kasus dugaan perzinahan antara mantan penyanyi cilik Ira Maya Sopha dan pengusaha bakmi terkenal Hengky Tjoa kembali mencuat. Setelah sempat meredup beberapa bulan terakhir, pihak Polda Metro Jaya memastikan akan menindaklanjuti laporan yang dilayangkan oleh Arianto, mantan suami Ira Maya Sopha pada 17 Maret 2025 lalu.

Kasus ini sebelumnya sempat diperiksa beberapa minggu lalu, saat Ira Maya Sopha mengakui telah menjalani berita acara pemeriksaan (BAP) di Polda Metro Jaya. Namun hingga kini, berkas perkara tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa penyidik akan kembali menelusuri sejumlah bukti dan keterangan tambahan untuk memperjelas duduk perkara.

"Kami akan melakukan pelacakan ulang terhadap alat bukti, termasuk keterangan saksi yang relevan. Jika ditemukan unsur pidana sesuai Pasal 284 KUHP, tentu akan diproses lebih lanjut," ujar Budi Hermanto di Polda Metro Jaya, Senin (13/7/2026).

Ira Maya Sopha dan Hengky Tjoa hingga saat ini belum memberikan kabar tersebut. 
Sementara itu, pihak pelapor Arianto mengaku menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak berwenang, meski menegaskan bahwa dirinya hanya menuntut kejelasan atas dugaan perselingkuhan yang dilakukan Ira Maya Sopha yang terjadi selama masa pernikahan mereka.

"Saya cuma mau keadilan ditegakkan. Kalau memang tidak terbukti, biarlah publik tahu. Tapi kalau iya, ya harus ada pertanggungjawaban," ungkap Arianto saat ditemui di Jakarta. 

Sebagaimana diketahui, Ira Maya Sopha diketahui berselingkuh dan berzinah dengan pengusaha bakmi Hengky Tjoa. Ira Maya Sopha yang merupakan mantan juri Idola Cilik tersebut dilaporkan mantan suaminya, Arianto ke Polda Metro Jaya atas dugaan perzinahan. Ia disebut-sebut berselingkuh dengan Hengky sejak tahun 2005 ketika ia masih menjadi istri Arianto. 

Menurut informasi yang dihimpun, Wina melaporkan dugaan hubungan terlarang antara Hengky dan Ira ke Polda Metro Jaya pada awal Oktober 2025. Padahal, Ira Maya Sopha disebut-sebut menjadi orang ketiga rumah tangga Hengky Tjoa dan Wina Susanti yang bercerai pada tahun 2009 lalu. Setelah mengumpulkan keterangan saksi, penyidik mulai menimbang kemungkinan penerapan Pasal 284 KUHP tentang perzinahan—pasal yang memungkinkan pelaku dipidana hingga sembilan bulan penjara jika terbukti.. 

Kasus dugaan perzinahan Ira Maya Sopha dan Hengky Tjoa disebut terjadi sebelum perceraian mereka selesai secara hukum, sehingga laporan pidana masih dapat diproses. Hingga berita ini diturunkan, Polda Metro Jaya masih menunggu hasil koordinasi lanjutan dengan Ditreskrimum Mabes Polri terkait perkembangan penyidikan kasus tersebut.

Sabtu, Juli 04, 2026

Donna Harun Disebut Mantan Suami Terlibat Judi Online

Perseteruan Donna Harun dengan mantan suami ketiganya Ad Hanafiah atau lebih disapa Aad belum juga usai. Sebab, Donna Harun diduga terlibat dalam aktivitas judi online (judol) bersama kedua adiknya, Lita Harun dan Anne Harun oleh Aad.

Pernyataan itu, Aad langsung bereaksi keras. "Judol," jawab Aad dihubungi lewat telepon, Sabtu (4/7/2026).

Aad langsung menyindir kepada Donna.

"Dia yang melakukan judi online," kata Aad saat dikonfirmasi, Sabtu (4/7/2026).

Aad melayangkan sumpah pocong untuk segala perlakuan dan pengakuan Donna Harun yang diduga melakukan judi online.

Sementara itu, pada Jumat (3/7/2026), LBH PB Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) melaporkan Donna Harun bersama kedua adiknya, Lita Harun dan Anne Harun, ke Polres Metro Jakarta Selatan. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan promosi judi online melalui akun media sosial Instagram.

Direktur LBH PB SEMMI, Gurun Arisastra, mengatakan laporan itu dibuat setelah pihaknya menerima sejumlah pengaduan masyarakat mengenai unggahan yang diduga mempromosikan situs judi online.

Menurut Gurun, laporan tersebut diajukan pada 6 Juni 2026 dan disertai barang bukti berupa tangkapan layar unggahan Instagram yang diduga berisi promosi perjudian.

LBH PB SEMMI melaporkan ketiganya atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yakni Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016, yang mengatur larangan mendistribusikan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang bermuatan perjudian.

Selain dugaan promosi, Gurun juga menyatakan pihaknya menduga terdapat aktivitas bermain judi online. Pernyataan tersebut merupakan bagian dari laporan yang disampaikan kepada kepolisian dan belum merupakan hasil pembuktian di pengadilan.

LBH PB SEMMI juga meminta agar otoritas terkait menelusuri dugaan aliran dana yang berkaitan dengan perkara tersebut apabila proses penyelidikan menemukan adanya unsur pidana.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi, membenarkan bahwa laporan tersebut telah diterima. Ia mengatakan penyidik akan melakukan pendalaman sesuai prosedur hukum yang berlaku. Hingga saat itu, belum ada informasi mengenai penetapan tersangka ataupun putusan pengadilan terkait laporan tersebut.

Kasus dugaan promosi judi online ini muncul di tengah konflik panjang antara Donna Harun dan Aad.
Keduanya menikah pada 26 Juli 2019 di Jakarta dan menggelar resepsi secara tertutup sehari kemudian di The Edge Villa, Pecatu, Bali.

Sebelumnya, Donna pernah menikah dengan Hendra Rahtomo alias Romy Soekarno dan dikaruniai seorang putra, Jeje Soekarno. Donna juga dikenal sebagai ibu dari aktor Ricky Harun.

Rumah tangga Donna dan Aad mulai mengalami keretakan pada pertengahan 2020. Donna mengajukan gugatan cerai dengan alasan mengalami dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Di sisi lain, Aad membantah tuduhan tersebut dan melontarkan berbagai justru menuding Donna berselingkuh dengan sejumlah pria. Salah satu nama yang disebut adalah pesinetron Fadika Royandi.

Tak hanya itu, dalam berbagai pernyataan yang beredar, Donna juga dituding memiliki kedekatan dengan sejumlah figur publik lain seperti Rifat Sungkar, Zul Zivilia, Bara Tampubolon, Krisna Murti Wibowo, Nikki Frazetta, hingga mantan suami Nindy Ayunda, Askara Parasady Harsono. Tuduhan tersebut memicu kontroversi luas di kalangan warganet.

Perkara perceraian mereka kemudian mengalami proses yang panjang. Pada September 2021 sempat dijatuhkan putusan cerai, namun perkara tersebut kemudian dinyatakan gugur pada Desember 2023 karena persoalan administratif terkait masa iddah.

Pada Mei 2024, Donna sempat mengunggah ucapan ulang tahun untuk Aad di Instagram yang memunculkan spekulasi bahwa hubungan keduanya telah membaik. Namun, tidak lama kemudian konflik kembali berlanjut ketika Aad justru kembali mengajukan permohonan talak cerai dan pembatalan nikah ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan dengan nomor perkara 1568/Pdt.G/2024/PA.JS. Aad kembali menunjuk Wemmy Amanupunyo sebagai kuasa hukumnya.

Pihak Aad menegaskan bahwa perceraian mereka sebenarnya telah diputus pada 23 September 2021 dan telah berkekuatan hukum tetap (inkrah). Namun, putusan tersebut dinyatakan gugur pada 22 Desember 2023 karena persoalan administratif terkait masa iddah.

"Ad Hanafiah dan Donna Harun sudah bercerai, keputusannya sudah inkrah. Donna Harun bukan istri Ad Hanafiah lagi," demikian pernyataan dari pihak Aad.

Dalam konflik yang memanas, Aad menuding Donna mendua dan berselingkuh dengan sejumlah pria. Mantan menantu almarhum Arifin Panigoro itu pun mengaku heran atas sikap Donna yang dinilai tidak menyelesaikan masa iddah sebagaimana mestinya. Karena itu, ia kembali melayangkan itsbat nikah sekaligus gugatan cerai.

Setelah proses hukum yang panjang, Pengadilan Agama Jakarta Selatan kembali menetapkan perceraian keduanya pada 30 Oktober 2024. Namun, ikrar talak Aad ditolak pada 20 November 2024, sehingga konflik hukum keduanya masih menyisakan polemik lanjutan.

Memasuki akhir 2025, konflik memasuki babak baru. Melalui kuasa hukumnya, Sandy Arifin, Donna kembali menggugat cerai Aad pada 8 Desember 2025 di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

Saat itu, Donna diketahui tengah menjalani sisa hukuman pidana narkotika di Lapas Kerobokan, Badung, Bali. Meski demikian, proses persidangan tetap berjalan.

Sandy Arifin menegaskan bahwa kliennya telah bulat untuk berpisah secara sah. "Mbak Donna sudah sangat capek secara fisik dan mental. Tidak ada lagi keinginan untuk rujuk," ujarnya.
Akhirnya, pada 27 Januari 2026, Pengadilan Agama Jakarta Selatan menjatuhkan putusan verstek karena pihak tergugat tidak hadir dalam persidangan terakhir secara berurutan. Majelis hakim mengabulkan gugatan cerai Donna dan menyatakan perceraian tersebut sah serta berkekuatan hukum tetap.

Donna Harun Dilaporkan Ke Polisi Terkait Judi Online

Artis lawas Donna Harun beserta kedua adiknya Lita Harun dan Anne Harun dilaporkan Lembaga Bantuan Hukum PB Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (LBH PB SEMMI) atas dugaan tindak pidana mempromosikan judi online ke polisi. Donna Harun dan kedua adiknya dilaporkan di Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel).

"Kami dari LBH PB SEMMI melaporkan terkait dengan konten promosi judi online melalui akun Instagram yang diposting terlapornya ini adalah salah satu artis yaitu Donna Frederika Rubiyanti Harun atau lebih dikenal Donna Harun dan kedua adiknya, yakni Lita Harun dan Anne Harun, tanggal 6 Juni 2026," kata Direktur LBH PB SEMMI Gurun Arisastra kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).

Donna Harun dan kedua adiknya dilaporkan atas dugaan melanggar Undang-Undang ITE Pasal 45 ayat 2 juncto 27 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016.

"Di sini dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian," jelasnya.

Dugaan perbuatan yang dilakukan Donna Harun tersebut dianggap Gurun sebagai pelanggaran pidana. Sebab, ada aturan yang melarang mempromosikan judi.

"Banyak pengaduan ke kami dia memposting akun itu, mempromosikan akun judi online di Instagramnya. Dari elemen masyarakat dan pemuda dari beberapa masyarakat melaporkan ke kami," tuturnya.

Gurun juga menyebut ibu aktor Ricky Harun itu bersama kedua adiknya melakukan aktivitas judi online yang dilakukan. Temuan tersebut diperkuat dengan adanya bukti permainan judi online yang ditemukan di ponsel Donna.

"Memang ada aktivitas bermain daripada judi online ini di HP yang bersangkutan," tambah Gurun.

Gurun meminta setelah pelaporan ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menelusuri dan mengawasi pergerakan keuangannya. Dia mengaku khawatir banyak yang terlibat dan diduga menikmati hasil dari judi online tersebut.

"Kami tadi melampirkan barang bukti screenshot postingan promosi judi online. Saya lihat sendiri Insta Story dia gitu. Dia posting di akun milikinya tuh. Lalu saya screenshot dan itu sudah saya sampaikan sebagai barbuk dalam pelaporan," ungkapnya.

Gurun mengatakan sudah terbit tanda bukti laporannya. Menurutnya, Polres Metro Jaksel akan memanggil para pihak untuk diperiksa menindaklanjuti perkara ini.

"Kami dan para pihak yang terlibat dalam potensi dugaan perkara ini, baik terlapor, pelapor, dan saksi-saksi," pungkasnya.

Terpisah, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi mengatakan sudah menerima laporan dari LBH PB SEMMI. Pihaknya akan mendalami laporan tersebut.

"Betul, baru kami terima dan akan kami dalami," kata Kombes Budhi saat dimintai konfirmasi.

Jumat, Juni 26, 2026

Lita Harun Tuding Mak Vera Cari Gara-Gara, Mengaku Diludahi Sebelum Bertengkar

Perseteruan antara Lita Harun dan selebgram transgender Vera Ambon alias Mak Vera di kawasan Kuta Squar, Badung, Bali terus menjadi sorotan. Lita Harun mengaku insiden tersebut berawal setelah Mak Vera diduga lebih dahulu memancing keributan.

Menurut pengakuan Lita, sebelum terjadi kontak fisik, Mak Vera diduga meludahinya saat keduanya berhadapan. Lita menilai tindakan tersebut sebagai pemicu utama pertengkaran yang kemudian berujung pada aksi saling dorong dan saling jambak.

"Saya merasa dia memang cari gara-gara," ujar Lita saat memberikan keterangan terkait laporan yang dibuatnya, Sabtu (20/6/2026) malam.

Manajer yang juga adik kandung Donna Harun itu mengatakan dirinya tidak berniat mencari masalah. Namun, situasi disebut memanas setelah dugaan tindakan meludah tersebut terjadi di hadapan sejumlah orang yang berada di lokasi.

Atas kejadian itu, Lita melaporkan Mak Vera ke Polres Badung atas dugaan penganiayaan. Ia juga mengaku mengalami luka pada bagian pelipis dan telah menjalani pemeriksaan visum di Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar, Bali sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Sementara itu, hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pihak Mak Vera mengenai tuduhan bahwa dirinya meludahi maupun memulai perselisihan. Kepolisian juga belum menyampaikan hasil penyelidikan ataupun menetapkan pihak yang bertanggung jawab.

Dengan demikian, seluruh tuduhan yang disampaikan Lita Harun masih merupakan klaim dari pihak pelapor dan akan diuji melalui proses hukum yang sedang berlangsung.

Selebgram Mak Vera Dilaporkan Adik Donna Harun Ke Polisi Dugaan Penganiayaan

Selebgram transgender Vera Ambon alias Mak Vera dilaporkan adik artis lawas Donna Harun, Lita Harun ke Polres Badung, Bali pada Sabtu (20/6/2026) malam.

Mak Vera bukanlah seorang manajer artis Olga Syahputra, melainkan selebgram transgender yang tinggal di Norwegia yang sedang berlibur di Bali. Ia pernah menjadi anggota Geng Botol yang dipimpin selebgram transgender Mak Wulan. Mak Vera juga pernah berteman dengan Bunda Corla, Mak Wulan dan Yokke Hargono.

Mak Vera yang dimaksud adalah selebgram transgender Vera Ambon atau lebih dikenal Mak Vera.

Lita Harun tak terima karena ia dihantam sepatu oleh Mak Vera yang terlibat perang mulut dengannya. Lita Harun yang merupakan manajer yang juga adik Donna Harun menderita luka di pelipis sebelah kiri. Akibat kena hantam hak sepatu, kepala Lita juga pendarahan tak henti-henti.

"Kata polisi saya suruh visum dulu, takutnya kepala saya kenapa-kenapa," ujar Lita Harun yang ditemui di Polres Badung, usai melaporkan penyerangan Mak Vera terhadapnya, Sabtu (20/6/2026) malam.
Seperti saran polisi, usai melapor, Lita Harun melaju ke Rumah Sakit Bhayangkara, Denpasar, Bali untuk visum.

Ketika ditemui, Lita Harun belum mau menceritakan secara jelas perihal perang mulut yang terjadi antara dirinya dan Mak Vera. Ia hanya bertutur, sewaktu ia bersama suaminya Matthew Adidarma dan anaknya Bintang Adidarma tengah berjalan-jalan di kawasan Kuta Square, Bali, mereka bertemu Mak Vera.

Saat itu Mak Vera yang sempat berteman dendan Bunda Corla itu mengajak ribut dengan Lita Harun.
"Saya nggak terima, masa saya ribut dengan sesama wanita," ujar Lita Harun yang juga menjadi manajer Donna Harun dan anaknya Ricky Harun.

Mak Vera yang nampaknya menjambak rambut Lita Harun. Lita Harun pun tak terima. Mak Vera dan Lita Harun saling mencakar, dan bahkan mereka saling menjambak. Lita Harun menuding Mak Vera perempuan berhati busuk. Mak Vera langsung menghantam Lita Harun dengan sepatunya yang memiliki hak cukup tinggi.

Rabu, Juni 24, 2026

Selingkuh Dengan Bara Tampubolon, Donna Harun Terancam Masuk Penjara Pasal Perzinahan

Nama Donna Harun kembali menjadi sorotan publik. Aktris senior yang saat ini mendekam di penjara akibat kasus penyalahgunaan narkotika di Denpasar, Bali, kembali terseret isu baru yang tak kalah panas: dugaan perselingkuhan dengan pesinetron Nikki Frazetta, yang disebut terjadi ketika Donna masih menjadi istri sah pengusaha tambang Alisyahrazad Hanafiah alias Ad Hanafiah atau lebih disapa Aad.

Sebelum terseret beragam kasus, hubungan Donna dengan menantunya, Herfiza Novianti, sering dipuji netizen. Herfiza merupakan istri aktor Ricky Harun, putra Donna dari pernikahan pertamanya, Ardy Gustav.

Video kebersamaan Donna dengan cucu-cucunya kerap viral dan dipuji karena dianggap menunjukkan pola asuh bijak serta hubungan harmonis dalam keluarga. Namun, publik kini terkejut dan kecewa setelah mencuat kabar bahwa Donna diduga berselingkuh dan berzinah dengan sejumlah pria lain, termasuk Nikki Frazetta, Fadika Royandi, Rifat Sungkar, dan Bara Tampubolon (mantan kekasih Nikita Willy).

Aad pun ternyata telah melaporkan Donna ke Polres Jakarta Selatan pada 1 Mei 2024 dengan tuduhan perzinahan. Laporan itu mengutip dugaan bahwa Donna menjalin hubungan gelap dengan Nikki Frazetta saat rumah tangga mereka masih berjalan.Kabar perselingkuhan muncul bersamaan dengan rentetan kasus hukum Donna. Ibu aktor Ricky Harun itu kembali ditangkap oleh Satresnarkoba Polresta Denpasar pada 9 Februari 2025 di sebuah hotel mewah di Denpasar, Bali.

Dalam penggerebekan itu, polisi menyita sabu, ekstasi, kokain, dan pil happy five seluruhnya ditemukan dalam koper milik Donna.

Ini bukan penangkapan pertama. Donna sebelumnya sudah dua kali diciduk pada November 2022 dan Desember 2023, namun kala itu artis kelahiran Bandung, 21 Februari 1968 itu hanya direhabilitasi di RSKO Cibubur. Alih-alih berhenti, Donna kembali terjerumus narkoba.

Pengadilan Negeri Denpasar awalnya hanya menjatuhkan vonis 1 tahun penjara. Namun, Pengadilan Tinggi Bali memperberat hukuman Donna menjadi 4 tahun pada 29 Agustus 2025 karena status residivisnya.

Puncak skandal terjadi saat Donna kabur dari Lapas Kerobokan pada pertengahan April 2025, menggunakan bantuan orang dalam dan identitas palsu. Pelarian itu berlangsung hampir dua minggu sebelum Donna tertangkap di Bandara Internasional Dubai saat transit sekembalinya dari umrah.

Ia dideportasi ke Indonesia pada 30 April 2025 dan kini ditempatkan di Lapas Wanita Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, demi alasan keamanan.

Di tengah semua kekacauan, Aad tampil sebagai pihak paling vokal. Ia mengaku tak akan pernah berdamai dengan Donna.Menurut Aad, ia sudah lama mendengar kabar hubungan gelap Donna dengan pria lain, termasuk Nikki Frazetta dan Bara Tampubolon. Namun, ia baru berani bersuara setelah sejumlah saksi seperti penyanyi jebolan Indonesian Idol, Karen Pooroe dan selebgram transgender Isa Zega ikut menyebut skandal tersebut.

Aad menegaskan bahwa perselingkuhan itu adalah pemicu utama keretakan rumah tangga.

"Saya salah besar dulu. Saya pikir dia bisa jadi istri yang baik, ternyata hanya mempermalukan saya. Kalau dari awal saya tahu aslinya, nggak mungkin saya menikahi dia," ujar Aad.

Jumat, Juni 19, 2026

Terungkap Sosok Pengusaha Mie Sedaap Diduga Selingkuhan Donna Harun

Dokumen lama terkait perceraian aktris Donna Harun dan suami ketiganya pengusaha tambang Ad Hanafiah kembali ramai beredar di media sosial. Salah satu yang menjadi sorotan adalah munculnya kembali bos Wings Grup, Eddy William Katuari yang disebut Ad Hanafiah sebagai pengusaha Mie Sedaap.

Nama Eddy William Katuari mencuat setelah pihak Ad Hanafiah, melalui kuasa hukumnya Wemmy Amanupunyo, pernah menyampaikan dugaan bahwa Donna Harun memiliki hubungan dekat dengan pengusaha tersebut. Tuduhan itu disampaikan dalam rangkaian perselisihan hukum yang berlangsung sejak 2020.

Tanpa sepengetahuan Ad Hanafiah, Donna Harun diam-diam menjalin hubungan terlarang dengan Eddy William Katuari. Ketika Ad Hanafiah berangkat ke luar negeri untuk urusan bisnis, Eddy William Katuari menginap di apartemen Donna Harun di kawasan Prapanca, Jakarta Selatan. Donna Harun pun juga tinggal di sana ketika tidak ada Ad Hanafiah. Tak sampai di situ, Donna Harun dan Eddy William Katuari juga disebut-sebut sudah tinggal satu rumah. Isu kumpul kebo pun menjadi sorotan.

"Kan sudah serumah sih, mungkin pernah dengar statement dari istrinya (istri Eddy Katuari)," ujar Wemmy Amanupunyo selaku pengacara Ad Hanafiah, Senin (10/8/2020) lalu. "Kan cerita itu semua. Dan itu diungkapkan di muka sidang, ada semua."

Selain isu kumpul kebo, Donna Harun dan Eddy William Katuari kabarnya juga sudah menikah siri walaupun beda keyakinan. Menanggapi hal ini, pihak Ad Hanafiah enggan berkomentar banyak. "Hidup bersama mungkin dalam satu rumah," lanjut Wemmy.

Informasi yang berkembang, untuk menyembunyikan identitas selingkuhannnya Eddy William Katuari, Donna Harun menuliskan di phonebook WhatsApp miliknya Pengusaha Mie Sedaap. Tapi, ternyata Ad Hanafiah bisa membongkar identitas di balik Pengusaha Mie Sedaap itu. Pengusaha Mie Sedaap itu yang dimaksud adalah Eddy William Katuari.

Ketika Ad Hanafiah kembali dan datang dari luar negeri, ia langsung menginterogasi ibu aktor Ricky Harun itu. Perselingkuhan Donna Harun-Eddy William Katuari tercium Ad Hanafiah mulai Februari 2020. Ad Hanafiah mengetahuinya melalui transkrip pembicaraan telepon. Dalam transkrip tersebut ada pembicaraan Donna Harun dengan Eddy William Katuari yang terkesan mesra dan mereka janjian beberapa kali untuk bertemu, namun tidak ada kaitannya dengan pekerjaan.

Karena merasa ada yang janggal, Ad Hanafiah bertanya apakah Donna Harun berselingkuh dengan Eddy William Katuari. Donna Harun bersikukuh membantah berselingkuh dengan Ad Hanafiah, dan ia menegaskan bahwa dirinya dengan Eddy William Katuari berteman saja. Ad Hanafiah murka dan menuding Donna Harun berbohong. Saat itu, Ad Hanafiah disebut menuding Donna Harun memiliki hubungan dekat dengan Eddy William Katuari, bos Wings Group yang disebut pengusaha Mie Sedaap.

Istri Eddy William Katuari, Ratna R. Sujatno pernah mendatangi Ad Hanafiah di kawasan Kemang, Jakarta Selatan untuk membicarakan dugaan kedekatan Donna Harun dengan suaminya.

Tak lama setelah isu itu mencuat, Eddy William Katuari juga mengambil langkah hukum. Pada 10 Juni 2021, ia melaporkan Ad Hanafiah ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah karena merasa dirugikan oleh mantan ayah tiri Ricky Harun itu atas tuduhan yang dilontarkan kepadanya.

Donna Harun diduga berselingkuh dengan Eddy William Katuari. Sedangkan Eddy William Katuari sendiri diketahui sudah memiliki istri. Sementara itu, Donna Harun diketahui sempat menikah dengan pengusaha tambang Ad Hanafiah pada 26 Juli 2019. Sayangnya, pernikahan ketiganya berakhir tragis dengan perceraian.

Ad Hanafiah menuding Donna Harun memiliki hubungan gelap dengan sejumlah pria lain, salah satunya pesinetron Fadika Royandi dan bos Wings Group Eddy William Katuari.

Donna Harun akhirnya tak tahan dengan sikap Ad Hanafiah karena sering mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT.

Karena KDRT tersebut, Donna Harun melaporkan Ad Hanafiah ke Polda Metro Jaya. Polisi menyebut, KDRT yang dialami ibu Ricky Harun yang juga mantan personel Elfa's Singers itu berupa kekerasan seksual. Hal ini juga sudah dikonfirmasi pihak Polres Metro Jakarta Selatan sehingga menjadikan Ad Hanafiah sebagai tersangka kasus dugaan KDRT.

Pada Juni 2020, Donna Harun menggugat cerai Ad Hanafiah ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Sedangkan, Ad Hanafiah juga melaporkan Donna Harun ke kepolisian atas dugaan perzinaan. Laporan tersebut didaftarkan ke Polda Metro Jaya pada September 2020 dengan jeratan Pasal 284 KUHP tentang perzinaan.

Perseteruan keduanya pun semakin memanas. Majelis hakim sempat menjatuhkan putusan cerai pada 23 September 2021, namun putusan tersebut dinyatakan gugur karena persoalan administratif masa iddah. Konflik hukum berlarut-larut hingga Ad kembali mengajukan permohonan talak cerai dan pembatalan nikah ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 3 Mei 2024.

Setelah proses panjang, Pengadilan Agama Jakarta Selatan kembali menetapkan perceraian Donna Harun dan Ad Hanafiah pada 30 Oktober 2024.

Eddy William Katuari adalah bos dari Wings Group yang memproduksi sabun colek bernama Wings Biru.

Ia adalah generasi kedua Grup Wings dan merupakan putra dari pendiri Wings Group, Johannes Ferdinand Katuari.

Wings Group merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi kebutuhan rumah tangga, consumer goods dan produk kesehatan, mulai dari sabun colek, deterjen hingga mie instan yakni Mie Sedaap.
Nama Eddy William Katuari diyakini sebagai orang ketiga dalam kisruh rumah tangga Donna Harun sebelum resmi bercerai dengan Ad Hanafiah.

Hal itu sempat disebut oleh Wemmy Amanupunyo.

Hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari Donna Harun terkait tuduhan perselingkuhan tersebut.

Kamis, Juni 18, 2026

Anton Subowo, Dhena Devanka & Fitri Salhuteru Terancam Dihukum 5 Tahun Penjara Terkait Kasus Penganiayaan Dinna Olivia

Perseteruan panjang artis Dinna Olivia dengan mantan suaminya Anton Subowo akhirnya berujung di pengadilan. Sebab, berkas perkara Anton Subowo, Dhena Devanka, Fitri Salhuteru (sahabat Dhena Devanka), Cencen Kurniawan (suami Fitri Salhuteru) dan Rita Subowo (ibu Anton Subowo) dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Anton Subowo, Dhena Devanka, Fitri Salhuteru, Cencen Kurniawan, dan Rita Subowo pun terancam dihukum 6 tahun penjara atas kasus penganiayaan Dinna Olivia di Stone Cafe, Kemang, Jakarta Selatan.

Hal itu dipertegas dengan berkas pelaporan Dinna Olivia terhadap Anton Subowo, Dhena Devanka, Fitri Salhuteru, Cencen Kurniawan dan Rita Subowo di Polres Mampang Prapatan yang sudah dilimpahkan dari Kejaksaan Negeri Jakata Selatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Hal ini disampaikan salah satu staf di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, saat dikonfirmasi lewat WA (WhatsApp), Kamis (18/6/2026). Pria yang tidak mau disebutkan namanya itu menjelaskan, berkas Anton Subowo dkk sudah dilimpahkan pada Rabu (17/6/2026) kemarin.

"Sudah kemarin dilimpahkan, selanjutnya lebih tepat ditanyakan ke pengadilan, memang sudah dilimpahkan ke pengadilan," tuturnya.

Sebab, berkas perkara Anton Subowo, Dhena Devanka, Fitri Salhuteru dan Cencen Kurniawan dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

"Iya, hari ini sudah dilakukan tahap dua setelah berkas dinyatakan lengkap atau P21. Nantinya akan disidangkan di Pengadilan Negeri Jakaeta Selaran," jelas pihak dari Polsek Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).

Pihak anak mantan ketua KONI Rita Subowo itu pun menurut pengakuan staf Kejaksaan Negeri Jakrata Selatan sudah mengetahui mengenai pelimpahan berkasnya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Namun belum ada kepastian kapan Anton, Dhena, Fitri, Cencen dan Rita akan disidangkan. Staf kejaksaan hanya menjelaskan jeda waktu antara pelimpahan berkas dengan waktu sidang berjarak maksimal 20 hari.

Tapi dari perhitungan yang diberikan Staf Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Anton dkk akan disidang awal Juli 2026 mendatang.

Anton Subowo dan istri ketiganya Dhena Devanka diketahui sudah tinggal di Jimbaran, Bali Selatan setelah mereka tinggal di Jakarta.

Nama Dhena Devanka kembali diseret dalam isu lama sebagai "orang ketiga" dalam rumah tangga Anton Subowo dan Dinna Olivia. Sebab, Dhena yang merupakan mantan istri Jonathan Frizzy itu disebut "gundik" atau wanita simpanan.

Namun Anton dan Dhena telah menikah resmi di KUA Ciracas, Jakarta Timur, pada 28 Januari 2023, sebelum gugatan cerai Dinna diajukan ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 12 April 2023. Anton Subowo dan Dinna Olivia resmi bercerai pada 29 Februari 2024.  

Sebagai informasi, Dinna Olivia melaporkan Anton Subowo, Dhena Devanka, Rita Subowo, Fitri Salhuteru, serta Cencen Kurniawan ke Polsek Mampang Prapatan atas dugaan penganiayaan dan pengeroyokan pada 8 Januari 2026. Selain Dinna, laporan tersebut juga mencantumkan Alea Subowo (anak sulung Dinna dan Anton Subowo), Kiki Jassin (sepupu Dinna), serta kuasa hukum Dinna, Dea Tunggaesti, sebagai korban. Seluruh pelapor diketahui telah menjalani visum di RS Medistra, Jakarta Selatan.

Anton Subowo dan Dhena Devanka telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka pada 16 Februari 2026.

Sedangkan, Fitri Salhuteru, Cencen Kurniawan, dan Rita Subowo juga baru ditetapkan sebagai tersangka pada 19 Maret 2026.

Rabu, Juni 17, 2026

Gugat Cerai, Cita Citata Tuding Didi Mahardika Pakai Pelet


Penyanyi Cita Rahayu atau lebih dikenal Cita Citata resmi menggugat cerai suaminya, Didi Mahardika, ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

Pada 4 Juni 2026, Cita Citata mengajukan gugatan cerai kepada Didi Mahardika ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan, tanpa alasan yang jelas.

Kuasa hukum Didi Mahardika, Sunan Kalijaga menjelaskan, Cita Citata mengajukan dalil gugatan yang menurutnya tidak masuk akal dan lebih kepada fitnah, terhadap kliennya.

"Kalau melihat isi gugatannya, kita semua tahu Mbak Cita ini katanya kan seorang selebritas yang katanya terkenal. Berarti dapat saya simpulkan, dia (Cita Citata) juga menyewa atau menggunakan jasa pengacara yang luar biasa baik," tutur Sunan Kalijaga.

"Namun yang saya sesalkan di situ ada dalil bahwa Mas Didi menggunakan pelet atau mistis, dan itu dikenakan ke tubuhnya Mbak Cita," sambungnya, usai menjalani sidang perdana di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Ragunan, Pasar Minggu, Rabu (17/6/2026).

Menurut Sunan, perkara gugatan cerai Cita terhadap kliennya sangat seru. Karena, pelantun 'Sakitnya Tuh Disini' itu merasa dirinya dipelet oleh Didi selama empat tahun menikah.

"Kalau dihukum ada asas, siapa yang mendalilkan, dia harus membuktikan. Nah, perkara ini akan seru. Kenapa seru? Karena nanti Mbak Cita dan pengacara akan mendalilkan, bagaimana pelet itu masuk ke tubuhnya Mbak Cita," tuturnya.

Menurut Sunan, alasan Cita menggugat cerai sangat tidak masuk akal. Ia meminta Cita dan kuasa hukummya, Elza Syarief membuktikan mengenai pelet yang masuk ke dalam tubuhnya.

"Lebih baik mencari alasan realistis ketimbang alasan dan faktanya fiktif. Carilah alasan yang benar. Mari kita buktikan di pengadilan," ucap Sunan Kalijaga.