Selasa, Februari 17, 2026

Dinna Olivia Laporkan Anton Subowo & Dhena Devanka ke Polisi Soal Sengketa Harta

Aktris Dinna Olivia kembali menempuh jalur hukum. Pada 17 Februari 2026, ia melaporkan mantan suaminya, Anton Subowo, serta istri Anton, Dhena Devanka, ke Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan terkait dugaan penguasaan dan peralihan aset yang ia klaim sebagai milik pribadinya.

Laporan tersebut berkaitan dengan penyitaan rumah yang selama ini ditempati Dinna di kawasan Cirendeu, Tangerang Selatan. Dinna menyebut rumah tersebut sebagai aset pribadi yang telah ia huni sejak 2017, dan mengklaim tindakan penyitaan dilakukan tanpa dasar hukum yang jelas.

Konon, rumah tersebut pernah dibelikan Anton untuk Dinna sebagai hadiah pernikahan mereka pada 2008. Namun, status kepemilikannya kini menjadi sengketa hukum.

"Saya merasa seluruh harta saya dirampas. Rumah pribadi, bahkan harta warisan orang tua saya ikut dipersoalkan," ujar Dinna dalam keterangannya.

Bintang film 'Mengejar Mas-Mas' itu juga menyebut harta peninggalan kedua orang tuanya, almarhum Djuanda Jasin dan almarhumah Dahliani Siregar, turut menjadi objek klaim. Dalam pernyataannya, Dinna menuding adanya klaim sepihak atas aset yang menurutnya bukan bagian dari harta bersama.

Sebelumnya, pada 29 Januari 2026, Dinna telah menggugat Anton dan Dhena ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait sengketa harta gono-gini. Melalui kuasa hukumnya, Mario Lasut, ia menegaskan gugatan diajukan untuk memperjelas status kepemilikan aset, termasuk rumah di Cirendeu, Tangerang Selatan, Banten yang disebut sebagai harta pribadi dan warisan keluarga.

Di sisi lain, Anton mengklaim rumah dan sejumlah aset lain merupakan harta bersama yang harus diperhitungkan dalam pembagian pascaperceraian.

Anton juga tetap menagih utang yang disebut-sebut pernah dipinjam Dinna kepadanya. Meski hubungan keduanya telah berakhir secara hukum, Anton menyatakan kewajiban finansial tetap harus diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Rumah tangga Dinna dan Anton yang dimulai pada 5 Juni 2008 di New Delhi, India, memang sarat polemik. Anton sebelumnya bercerai dari Cut Modilla pada 24 April 2008, dengan isu orang ketiga yang kala itu menyeret nama Dinna.

Rumah tangga Dinna dan Anton mulai retak sejak 2011. Dinna mengaku telah mencurigai kedekatan Anton dengan Dhena sejak tahun tersebut. Konflik memuncak pada 24 Desember 2022 ketika Dinna bersama sepupunya, Kiki Jassin mengklaim memergoki Anton bersama Dhena di sebuah rumah kontrakan di Raffles Hills Cibubur, Depok, Jawa Barat.

Peristiwa itu berujung pada laporan dugaan KDRT dan perzinahan ke Polres Depok, Jawa Barat pada 7 Juni 2023. Namun perkara berbalik arah setelah Dhena melaporkan Dinna dan Kiki ke Polsek Cimanggis pada 30 Desember 2022 lalu atas dugaan perusakan rumah kontrakan.

Pada 22 Agustus 2025, Dinna dan sepupunya, Rizkiyanti Jassin alias Kiki Jassin, sempat ditahan di Lapas Perempuan Depok, Depok, Jawa Barat terkait perkara tersebut. Keduanya akhirnya bebas pada 22 Desember 2025.

Tak lama setelah bebas, Dinna mengaku kembali menghadapi tekanan. Ia menyebut dirinya dan kedua anaknya, Alea Subowo dan Arenzo Subowo didatangi orang-orang yang disebut sebagai bodyguard suruhan Anton dan diminta meninggalkan rumah di Cirendeu yang kini menjadi objek sengketa.

Senin, Februari 16, 2026

Dinna Olivia Kembali Laporkan Anton Subowo ke Polisi Semarang Terkait Dugaan KDRT

Aktris Dinna Olivia kembali menempuh jalur hukum dengan melaporkan mantan suaminya, Anton Subowo, ke Polrestabes Semarang terkait dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang disebut terjadi saat keduanya masih berstatus suami istri.

Laporan tersebut didaftarkan pada 10 Februari 2026 dan merupakan pengembangan dari peristiwa yang diklaim terjadi pada 7 Februari 2016 di Dinna dan Anton menginap di Grand Candi Hotel, Semarang, Jawa Tengah.

Kuasa hukum Dinna, Mario Lasut dan Sri Sinduwati, menyatakan kliennya memutuskan membuka kembali perkara lama tersebut karena merasa mengalami tekanan berkepanjangan serta belum memperoleh keadilan secara utuh.

Menurut keterangan tim hukum, insiden itu berawal saat Dinna mengaku menemukan percakapan WhatsApp bernada mesra antara Anton dan Dhena Devanka di ponsel sang suami. Saat itu, Dhena masih berstatus sebagai istri aktor Jonathan Frizzy.

Bintang film '30 Hari Mencari Cinta' itu juga mengklaim menemukan foto-foto kedekatan yang memicu pertengkaran hebat di dalam kamar hotel. Dalam keterangannya, Dinna mengaku lehernya sempat dicekik oleh Anton saat konfrontasi berlangsung.

"Mbak Dinna mengalami tindakan fisik berupa cekikan di bagian leher setelah mengetahui dugaan perselingkuhan tersebut," ujar Mario Lasut, Senin (16/2/2026).

Tim kuasa hukum menyatakan Dinna sempat menjalani visum di RSUP Dr. Kariadi usai kejadian tersebut. Namun, laporan yang sempat dibuat pada 2016 tidak berlanjut karena adanya upaya damai.

"Saat itu sempat dilakukan visum di rumah sakit setempat," lanjut Mario.

Kini, laporan kembali diajukan dengan harapan proses hukum dapat berjalan lebih objektif.

Di sisi lain, kuasa hukum Anton Subowo, Pitra Romadoni Nasution dan Risyad Rusdi, sebelumnya telah membantah berbagai tudingan kekerasan yang diarahkan kepada kliennya. Mereka menilai tuduhan tersebut sebagai klaim sepihak yang belum terbukti di pengadilan.

Anton yang disebut masih berada di Bali bersama istrinya, Dhena Devanka, belum berbicara langsung kepada media. Namun kuasa hukumnya, Pitra Romadoni Nasution, menyatakan kliennya membantah seluruh tudingan KDRT yang dilayangkan oleh Dinna.

"Semua tuduhan tersebut adalah klaim sepihak yang belum tentu benar. Kami menghormati proses hukum dan siap membuktikan fakta di persidangan," ujar Pitra dalam keterangannya.

Pitra juga menegaskan keberatan pihak Anton atas penyebutan Dhena sebagai "pelakor". Menurutnya, Dhena adalah istri sah Anton yang dinikahi secara resmi di KUA Ciracas, Jakarta Timur, pada 28 Januari 2023. Pernikahan tersebut berlangsung sebelum gugatan cerai Dinna terhadap Anton didaftarkan di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 12 April 2023.

"Kami tegaskan, pernikahan klien kami sah secara hukum dan negara. Tidak ada istilah pelakor dalam konteks ini," tegas Pitra.

Selain membantah tudingan KDRT, pihak Anton juga menyatakan akan menempuh langkah hukum terkait persoalan utang yang disebut belum diselesaikan oleh Dinna. Pitra mengungkapkan bahwa kliennya merasa dirugikan secara finansial dan akan menagih kewajiban tersebut melalui jalur hukum yang berlaku.

"Masalah utang itu ada bukti dan akan kami proses sesuai mekanisme hukum. Jangan sampai opini publik menutup fakta lain," tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Dinna sebelumnya kembali melaporkan Anton Subowo, Dhena Devanka, Rita Subowo, Fitri Salhuteru, serta Cencen Kurniawan ke Polsek Mampang Prapatan, Jakarta Selatan atas dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang terjadi pada 8 Januari 2026 di Stone Cafe, Kemang, Jakarta Selatan.

Selain Dinna, sejumlah nama juga tercatat sebagai korban dalam laporan tersebut, yakni Alea Subowo, Rizkiyanti Jassin alias Kiki Jassin, serta Dea Tunggaesti. Seluruhnya disebut telah menjalani visum di RS Medistra, Gatot Subroto, Jakarta Selatan sebagai bagian dari proses hukum.

Sabtu, Februari 14, 2026

Fitri Salhuteru & Suami Jadi Tamu Akad Nikah Dhena Devanka-Anton Subowo di KUA Ciracas

Fakta lama mengenai pernikahan Anton Subowo dan Dhena Devanka kembali menjadi sorotan publik. Keduanya diketahui melangsungkan akad nikah di KUA Ciracas, Jakarta Timur, pada 28 Januari 2023.

Pernikahan tersebut terjadi sebelum Anton resmi digugat cerai oleh aktris Dinna Olivia di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 12 April 2023. Putusan cerai keduanya sendiri baru berkekuatan hukum tetap pada 29 Februari 2024. Dinna Olivia merupakan mantan istri kedua Anton Subowo.

Fakta kronologi ini kembali diperdebatkan di ruang publik, mengingat saat akad nikah berlangsung, Anton masih berstatus suami sah Dinna secara hukum perdata.

Salah satu hal yang kembali disorot adalah kehadiran pengusaha yang juga mantan sahabat Nikita Mirzani, Fitri Salhuteru bersama suaminya, Cencen Kurniawan, dalam prosesi akad tersebut.

Fitri diketahui memang memiliki hubungan pertemanan dekat dengan Dhena sejak lama. Kehadirannya sebagai tamu dalam momen sakral itu kini kembali menjadi bahan pembicaraan, terutama di tengah konflik hukum yang masih berlangsung antara Dinna dan keluarga Anton.

Hingga kini, Fitri belum memberikan pernyataan resmi terbaru terkait sorotan tersebut.
Yang membuat polemik semakin memanas adalah disebut-sebutnya dukungan penuh dari kedua keluarga, terutama Rita Subowo (ibu Anton), dan Nenny Tjuminawati Cilawan (ibu Dhena).

Dukungan tersebut dinilai sebagian warganet sebagai sikap yang memicu kontroversi, mengingat perceraian Anton dan Dinna belum diputus secara resmi saat akad nikah berlangsung.

Namun, pihak Anton sebelumnya menegaskan bahwa pernikahan mereka sah secara agama dan negara sesuai pencatatan di KUA.

Nama Dhena Devanka kembali diseret dalam isu lama sebagai "orang ketiga" dalam rumah tangga Anton dan Dinna. Sebab, Dhena yang merupakan mantan istri Jonathan Frizzy itu disebut "gundik" atau wanita simpanan. Tuduhan tersebut terus dibantah pihak Anton dan Dhena, yang menyatakan bahwa pernikahan mereka dilakukan sesuai prosedur hukum.

Polemik ini kembali mencuat seiring rangkaian laporan hukum dan konflik terbuka antara kedua belah pihak yang belum mereda hingga awal 2026.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi terbaru dari Dinna Olivia terkait sorotan kehadiran Fitri Salhuteru dalam akad nikah tersebut. Sengketa hukum dan polemik rumah tangga ini pun masih terus menjadi perhatian publik.

Dhena Devanka Akan Dijemput Paksa Polisi Jika Tiga Kali Mangkir Dari Pemeriksaan


Status hukum selebgram Dhena Devanka kembali menjadi sorotan publik. Dituding sebagai "pelakor" sekaligus tersangka kasus penipuan, Dhena kini terancam dijemput paksa oleh pihak kepolisian apabila kembali mangkir dari panggilan pemeriksaan untuk ketiga kalinya.

Pemilik nama Dhena Aldahlia Devanka Cilawan itu diketahui belum memenuhi panggilan penyidik dalam perkara dugaan penipuan yang dilaporkan oleh sejumlah pihak. Hingga pertengahan Februari 2026, Dhena disebut masih berada di Bali bersama suaminya, pengusaha Anton Subowo.

Sumber kepolisian menyebutkan bahwa prosedur hukum memungkinkan penyidik melakukan penjemputan paksa apabila tersangka tidak kooperatif setelah tiga kali pemanggilan resmi. Langkah tersebut sesuai dengan mekanisme hukum acara pidana guna memastikan proses penyidikan berjalan efektif.

"Jika sudah dipanggil secara patut sampai tiga kali dan tetap mangkir tanpa alasan yang sah, penyidik dapat melakukan upaya paksa berupa penjemputan," ujar sumber di lingkungan Polda Metro Jaya.

Ancaman penjemputan paksa ini muncul lantaran Dhena dinilai belum menunjukkan itikad hadir secara langsung dalam proses pemeriksaan, meski statusnya telah dinaikkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

Di tengah proses hukum yang berjalan, Dhena diketahui tengah berlibur di Bali bersama Anton Subowo. Informasi tersebut sebelumnya diungkap oleh sahabat dekatnya, Fitri Salhuteru, yang menyebut Dhena tidak sedang kabur, melainkan hanya berlibur bersama keluarga.

"Dhena itu lagi liburan sama suaminya, bukan kabur. Dia bilang sendiri ke aku," ujar Fitri dalam live Instagram, Jumat (30/1/2026).

Fitri mengungkapkan bahwa Dhena sempat menghubunginya melalui WhatsApp (WA) sehari sebelumnya. Dalam pesan tersebut, Dhena mengaku sedang berlibur di Bali selama sekitar satu pekan bersama Anton.

"Dia WA aku, dia bilang lagi di Bali sama suaminya. Mereka nginep di villa milik Mas Anton," kata Fitri.

Namun, keberadaan Dhena di luar kota justru memicu polemik baru di mata publik. Banyak pihak menilai sikap tersebut terkesan menghindari proses hukum, terlebih ketika status tersangka telah resmi disematkan kepadanya.

Selain tersandung kasus hukum, Dhena juga masih menjadi perbincangan karena tudingan sebagai orang ketiga dalam rumah tangga mantan suami dan mantan istri selebritas, yakni Dinna Olivia. Tudingan tersebut terus bergulir sejak hubungan Dhena dengan Anton Subowo terungkap ke publik sebelum keduanya menikah resmi dia KUA Ciracas, Jakarta Timur pada 28 Januari 2023.

Meski demikian, pihak Dhena beberapa kali membantah berbagai tudingan negatif, termasuk label pelakor yang kerap disematkan kepadanya di media sosial maupun dalam konflik panjang dengan kubu Dinna Olivia.

Dalam perkara yang menjeratnya, Dhena dijerat dengan dugaan pelanggaran Pasal 378 dan/atau 372 KUHP terkait penipuan dan penggelapan. Ancaman hukuman maksimal mencapai empat tahun penjara apabila terbukti bersalah di pengadilan.

Penyidik menegaskan bahwa penjemputan paksa bukanlah bentuk kriminalisasi, melainkan langkah prosedural agar tersangka kooperatif menjalani pemeriksaan. Kepolisian juga mengimbau Dhena untuk segera memenuhi panggilan agar proses hukum dapat berjalan secara transparan dan adil.

Sebagaimana diketahui, Dhena Devanka dilaporkan ke Polda Metro Jaya sejak 9 November 2023 atas dugaan penipuan dan penggelapan. Kerugian yang dialami Indah Nevertari disebut mencapai Rp151,5 juta.

Kasus bermula pada Januari 2023 saat Dhena diduga meminjam uang Rp150 juta dengan alasan kebutuhan pribadi. Selain itu, Indah juga disebut menjual tas bermerek kepada Dhena senilai Rp380 juta, namun pembayaran tidak kunjung diterima.

Belakangan, terungkap dana tersebut diduga dicairkan melalui rekening Indah di Bank BNI Cilandak KKO menggunakan surat kuasa dan tanda tangan palsu. Indah baru menyadari uangnya raib pada 8 November 2023 ketika hendak menarik tabungan, yang tersisa sekitar Rp20 juta. Penarikan dana diduga terjadi dua kali, yakni April 2023 sebesar Rp150 juta dan Oktober-November 2023 sebesar Rp50 juta.

Meski sempat diberi kesempatan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan, janji pengembalian uang tak kunjung dipenuhi. Bahkan, jaminan berupa sertifikat tanah yang dijanjikan disebut bukan milik Dhena.

Polda Metro Jaya telah meningkatkan status Dhena menjadi tersangka. Namun hingga kini, mantan istri aktor Jonathan Frizzy itu belum memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik. Polisi menegaskan akan mengambil langkah hukum sesuai prosedur apabila tersangka dinilai tidak kooperatif.

Dhena terancam dijerat Pasal 378 dan/atau 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman hingga empat tahun penjara.

Selain perkara hukum, Dhena juga kerap disebut sebagai orang ketiga dalam rumah tangga Anton Subowo dan mantan istrinya, Dinna Olivia. Namun Anton dan Dhena telah menikah resmi di KUA Ciracas, Jakarta Timur, pada 28 Januari 2023, sebelum gugatan cerai Dinna diajukan ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 12 April 2023. Anton Subowo dan Dinna Olivia resmi bercerai pada 29 Februari 2024.

Publik kini menanti langkah Dhena Devanka selanjutnya: apakah akan segera kembali memenuhi panggilan penyidik, atau justru berisiko menghadapi penjemputan paksa jika kembali mangkir untuk ketiga kalinya.

Jenny Cortez Menjadi Korban Penipuan Dhena Devanka: Sertifikat Tiba-Tiba Berpindah Tangan


Kasus dugaan penipuan yang menyeret selebgram Dhena Devanka kembali memanas. Kali ini, artis sekaligus model Jenny Cortez bersama sang suami, Tomy Andrianto, mengaku menjadi korban dalam perkara penipuan tanah yang disebut melibatkan Dhena dan suaminya, pengusaha Anton Subowo.

Menurut pengakuan Jenny, tanah milik mendiang ibunya, Asih, yang berada di Pekanbaru, Riau, tiba-tiba berpindah tangan secara tidak sah dan diduga dikuasai oleh Dhena. Ia menuding terjadi pemalsuan dokumen kepemilikan tanah sehingga aset keluarga tersebut diduga beralih tanpa persetujuan ahli waris.

Jenny mengungkapkan bahwa dirinya kaget saat mengetahui sertifikat tanah warisan ibunya berubah kepemilikan. Ia menduga ada pemalsuan surat tanah yang melibatkan Dhena dan Anton. Dugaan tersebut kini menjadi salah satu poin utama yang dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

"Tanah almarhumah ibu saya tiba-tiba berpindah tangan. Kami tidak pernah menjual atau mengalihkan hak," ungkap Jenny dihubungi lewata telepon, Jumat (13/2/2026).

Selain dugaan pemalsuan dokumen, Jenny juga menuding adanya upaya intimidasi dan pemerasan. Ia mengaku diminta uang sebesar Rp2 juta oleh pihak yang diduga Dhena dan Anton, dengan dalih penyelesaian masalah administrasi tanah tersebut.

Dalam pengakuannya, Jenny menyebut Dhena dan Anton sempat menggunakan identitas palsu ketika berkomunikasi dengannya. Dhena disebut mengaku sebagai "Nabilla Calista", sementara Anton memperkenalkan diri sebagai "Erwin Pramana", yang disebut sebagai suami dari sosok tersebut.

Modus penggunaan identitas palsu ini, menurut Jenny, dilakukan untuk meyakinkan dirinya dan sang suami dalam proses negosiasi terkait tanah warisan keluarga di Pekanbaru.

Kasus ini semakin ramai setelah penyanyi senior Titi DJ turut menyinggung dugaan kasus serupa yang pernah dialami Jenny. Titi DJ membeberkan bahwa Jenny pernah kehilangan uang deposit kerja sama endorse senilai sekitar Rp5 juta yang diduga dibawa kabur oleh Dhena.

Jenny membenarkan bahwa Dhena sempat berjanji akan mengembalikan uang tersebut. Namun hingga kini, menurutnya, pelunasan tak pernah dilakukan secara tuntas.

Dugaan kasus yang dialami Jenny semakin memperburuk citra Dhena di tengah berbagai laporan serupa. Sejumlah nama sebelumnya juga dikaitkan sebagai korban dengan pola modus yang dianggap mirip, antara lain penyanyi Indah Nevertari, pesinetron Marchia Pohan, serta Nia Anggia (adik Julia Perez).

Jenny menegaskan bahwa ia berharap proses hukum berjalan transparan dan dapat mengembalikan hak keluarga atas tanah warisan sang ibu. Ia juga meminta agar pihak terkait segera memberikan klarifikasi resmi atas berbagai tudingan yang berkembang.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Dhena Devanka maupun Anton Subowo belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan pemalsuan surat tanah, penggunaan identitas palsu, serta dugaan pemerasan yang disampaikan oleh Jenny Cortez dan suaminya.

Jumat, Februari 13, 2026

Setelah Richard Lee, Anton Subowo & Dhena Devanka Juga Dicekal ke Luar Negeri

Setelah sebelumnya dokter Richard Lee dicegah bepergian ke luar negeri dalam perkara berbeda, kini pengusaha Anton Subowo dan istrinya, Dhena Devanka, dikabarkan turut dikenai pencegahan dan penangkalan (cekal).

Langkah tersebut berkaitan dengan laporan dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang dilayangkan aktris Dinna Olivia ke Polsek Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, menyusul insiden keributan di Stone Cafe Kemang, Jakarta Selatan pada Kamis, 8 Januari 2026 malam lalu.

Dalam laporan tersebut, Dinna mencantumkan nama Anton Subowo, Dhena Devanka, Rita Subowo (ibu Anton Subowo), Fitri Salhuteru (sahabat Dhena Devanka), serta Cencen Kurniawan (suami Fitri Salhuteru). Selain Dinna, laporan juga menyebut Alea Subowo (anak sulung Dinna Olivia-Anton Subowo), Rizkiyanti Jassin alias Kiki Jassin (sepupu Dinna Olivia) dan Dea Tunggaesti (sahabat yang juga kuasa hukum Dinna) sebagai korban.

Pihak pelapor menyatakan telah melampirkan hasil visum dari RS Medistra, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari proses hukum. Pemeriksaan yang dilakukan kepolisian berkaitan langsung dengan dugaan penganiayaan dan pengeroyokan dalam peristiwa tersebut.

Mantan mertua Dinna sekaligus ibu kandung Anton, Rita Subowo, juga turut dipanggil untuk dimintai keterangan. Proses penyidikan disebut berjalan bertahap sesuai prosedur.

Dalam perkembangan terbaru, sejumlah pihak disebut sempat menjalani proses restorative justice. Selain Rita Subowo dan Fitri Salhuteru, Cencen Kurniawan juga hadir dalam mediasi yang difasilitasi Polsek Mampang Prapatan.

Kuasa hukum Anton Subowo, Pitra Romadoni Nasution, menyatakan pihaknya telah berupaya mengikuti proses mediasi. Namun Anton dan Dhena dilaporkan tidak hadir dalam salah satu agenda pemanggilan, dengan keterangan bahwa keduanya tengah berada di Bali.

"Kami belum menerima surat resmi dari pihak berwenang mengenai pencekalan. Jadi, untuk saat ini kami menganggap informasi tersebut masih perlu dikonfirmasi kebenarannya," ujar Pitra saat ditemui wartawan, Jumat (13/2/2026).

Pihak Polsek Mampang Prapatan menyebut pencekalan dilakukan guna memastikan para pihak tetap berada di wilayah hukum Indonesia selama proses pemeriksaan berlangsung.

Rumah tangga Dinna Olivia dan Anton Subowo yang dimulai pada 5 Juni 2008 di New Delhi, India, memang telah lama menjadi sorotan. Anton sebelumnya bercerai dari istri pertamanya Cut Modilla pada 24 April 2008.

Konflik memuncak pada 24 Desember 2022 ketika Dinna mengaku memergoki Anton bersama Dhena di rumah kontrakan kawasan Raffles Hills Cibubur, Depok, Jawa Barat. Insiden tersebut berujung pada laporan dugaan KDRT serta pelaporan dugaan perzinahan ke Polres Depok pada 7 Juni 2023.

Dinna mengklaim telah mencurigai hubungan Anton dan Dhena sejak 2011, jauh sebelum gugatan cerai diajukan pada 12 April 2023. Setelah penggerebekan itu, konflik hukum justru berbalik arah ketika mantan istri Jonathan Frizzy itu melaporkan Dinna ke Polsek Cimanggis, Depok atas dugaan perusakan rumah kontrakan pada akhir Desember 2022.

Di sisi lain, Dinna Olivia dan sepupunya, Kiki Jassin, ditetapkan sebagai tersangka sejak 30 Desember 2022 dan sempat ditahan di Lapas Perempuan Depok pada 22 Agustus 2025. Keduanya baru menghirup udara bebas pada 22 Desember 2025.

Sementara itu, perkara dugaan perzinahan yang sempat menjerat Anton Subowo dan Dhena Devanka akhirnya berakhir dengan vonis bebas murni dari Pengadilan Negeri Depok pada 10 Juli 2025. Majelis hakim menyatakan unsur pasal perzinahan tidak terpenuhi karena alat bukti dinilai tidak cukup kuat dan kronologi dakwaan dianggap tidak konsisten.

Rita Subowo Resmi Laporkan Dinna Olivia & Dea Tunggaesti ke Polres Jakarta Selatan


Mantan Ketua Umum KONI Pusat, Rita Subowo, resmi melaporkan mantan menantunya aktris Dinna Olivia dan kuasa hukumnya, Dea Tunggaesti, ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (12/2/2026). Laporan tersebut terkait dugaan pencemaran nama baik.

Rita menyatakan langkah hukum ini diambil setelah dirinya merasa dirugikan atas sejumlah pernyataan yang disampaikan Dinna dan Dea di ruang publik, baik melalui media maupun dalam konferensi pers. Ia menilai tudingan yang diarahkan kepadanya telah merusak reputasi dan kehormatannya sebagai figur publik.

"Saya tidak bisa tinggal diam ketika nama baik saya diserang. Semua ada batasnya, dan ini sudah melewati batas," ujar Rita dalam keterangannya kepada awak media.

Menurut Rita, beberapa pernyataan yang dianggap mencemarkan nama baik berkaitan dengan tudingan kekerasan fisik serta pernyataan pribadi yang dinilai tidak berdasar. Ia menegaskan akan menyerahkan sepenuhnya perkara tersebut kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, konflik antara Rita dan Dinna memang terus memanas dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah gagalnya upaya restorative justice terkait laporan dugaan penganiayaan yang sebelumnya dilayangkan Dinna terhadap Anton Subowo dan sejumlah pihak.

Tim kuasa hukum Rita menyebut laporan ini diajukan berdasarkan pasal pencemaran nama baik dalam KUHP dan/atau Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), mengingat sebagian pernyataan dinilai tersebar melalui platform digital.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinna Olivia maupun Dea Tunggaesti belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut. Sementara itu, pihak Polres Metro Jakarta Selatan membenarkan telah menerima laporan dan menyatakan akan mempelajarinya sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Kepolisian mengimbau seluruh pihak untuk menghormati proses hukum serta menahan diri dari pernyataan yang berpotensi memperkeruh situasi.

Minggu, Februari 01, 2026

Tak Terima Disebut Mabuk & Melakukan Pengeroyokan, Anton Subowo Ternyata Sudah Laporkan Dinna Olivia ke Polisi

Pengusaha Anton Subowo diketahui telah melaporkan mantan istrinya, aktris Dinna Olivia, ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 9 Januari 2026 lalu terkait kasus pencemaran nama baik. Laporan tersebut dilayangkan lantaran Anton tidak terima dengan tudingan yang menyebut dirinya mabuk dan terlibat dalam aksi pengeroyokan.

Dalam laporan itu, Anton menuding Dinna Olivia telah memutarbalikkan fakta serta menyebarkan narasi yang dinilai merugikan nama baiknya. Tak hanya Dinna, Anton juga mencantumkan nama Dannyella Masnina Jasin dan Donna Paulina Jasin (kakak Dinna), Rizkiyanti Jassin (sepupu Dinna), serta kuasa hukum Dinna, Dea Tunggaesti, yang disebut turut membangun opini publik dengan keterangan yang menurutnya tidak sesuai fakta.

Anton juga menyatakan keberatannya atas penyebutan istri ketiganya, Dhena Devanka, dengan istilah "pelakor", "wanita simpanan", atau "gundik". Menurut Anton, tudingan tersebut tidak berdasar dan mencemarkan nama baik Dhena, yang ia tegaskan sebagai istri sah.

"Dhena bukan wanita simpanan. Dia istri sah saya," tegas Anton dalam keterangannya.

Anton menegaskan bahwa dirinya dan Dhena Devanka telah menikah secara resmi di KUA Ciracas, Jakarta Timur, pada 28 Januari 2023, bahkan sebelum gugatan cerai Dinna Olivia terdaftar di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

Selain persoalan tudingan kekerasan, anak mantan ketua KONI Rita Subowo itu juga menyinggung masalah utang. Ia mengklaim Dinna Olivia masih memiliki kewajiban finansial yang belum diselesaikan kepadanya. Klaim tersebut, menurut Anton, seharusnya diuji melalui jalur hukum, bukan disampaikan melalui pernyataan di ruang publik.

Di sisi lain, Dinna Olivia sebelumnya menyampaikan pengakuan bahwa dirinya justru menjadi korban kekerasan dalam sebuah insiden keributan. Melalui kuasa hukumnya, Dinna menegaskan laporan yang dibuatnya didasarkan pada kejadian yang dialami dan siap dibuktikan di hadapan penyidik.

Nama Dhena Devanka sendiri kerap disebut sebagai orang ketiga dalam rumah tangga Anton Subowo dan Dinna Olivia. Setelah bercerai dari Jonathan Frizzy, Dhena diketahui resmi menikah dengan Anton Subowo pada 28 Januari 2023 di KUA Ciracas, Jakarta Timur. Bahkan, Dhena dikabarkan telah menikah siri dengan Anton sejak akhir 2016, saat masih berstatus sebagai istri Jonathan Frizzy klaim yang kembali dibantah pihak Anton.

Di tengah konflik harta yang memanas, Dinna Olivia juga masih berstatus tersangka dalam kasus dugaan perusakan rumah kontrakan milik Dhena Devanka di kawasan Raffles Hills Cibubur, Depok, Jawa Barat. Polisi menjerat Dinna dan sepupunya, Rizkiyanti Jassin alias Kiki Jassin, dengan Pasal 170 dan/atau 406 KUHP, dengan ancaman hukuman hingga 2 tahun 8 bulan penjara.

Dalam perkara tersebut, Pengadilan Negeri Depok menjatuhkan vonis empat bulan penjara pada 18 Desember 2025, jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa empat tahun. Dinna dinyatakan bebas pada 22 Desember 2025 karena masa tahanan hampir terpenuhi.

Alih-alih memulai lembaran baru, kebebasan Dinna justru diwarnai tekanan lanjutan. Rumah di Cirendeu, Tangerang Selatan, Banten kembali menjadi objek sengketa setelah sejak Juli 2024, Anton Subowo mengajukan gugatan balik harta gono-gini, dengan mengklaim rumah tersebut sebagai harta bersama.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian menegaskan bahwa laporan dari kedua belah pihak ditangani secara paralel. Aparat memastikan akan memproses perkara secara objektif berdasarkan alat bukti dan keterangan para pihak, serta mengimbau semua pihak kooperatif dan menghormati proses hukum yang berjalan.

Jumat, Januari 30, 2026

Donna Harun Resmi Cerai

Drama panjang rumah tangga aktris senior Donna Harun berakhir secara hukum setelah Pengadilan Agama Jakarta Selatan menjatuhkan putusan verstek, yang menyatakan perceraian Donna dengan suami ketiganya, Alisyahrazad Hanafiah alias Aad, telah berkekuatan hukum tetap. Putusan ini disampaikan pada Selasa, 27 Januari 2026, menandai akhir dari sengketa rumah tangga yang telah berlangsung lebih dari lima tahun.

Dalam putusan verstek tersebut, majelis hakim menyatakan gugatan cerai yang diajukan Donna Harun pada 8 Desember 2025 dikabulkan, setelah pihak tergugat tidak hadir dalam persidangan terakhir secara berurutan, sehingga hakim menetapkan putusan berdasarkan bukti dan permohonan dari pihak penggugat. Dengan demikian secara yuridis, perceraian mereka dinyatakan sah tanpa perlu melalui pemeriksaan pembuktian secara lengkap.

Alasan cerai yang dikabulkan hakim antara lain: hilangnya keharmonisan rumah tangga, pertengkaran yang tak kunjung reda, serta keinginan tegas Donna untuk mengakhiri pernikahan yang dinilai tak lagi dapat dipertahankan secara emosional dan hukum.

Kuasa hukum Donna, Sandy Arifin, menegaskan bahwa putusan verstek ini merupakan langkah akhir yang diharapkan kliennya sejak lama. "Putusan ini membebaskan Mbak Donna secara sah dari pernikahan yang sudah tidak lagi sehat dan harmonis," ujar Sandy.

Perceraian ini merupakan babak baru dari konflik panjang yang dimulai sejak 2020 dan berulang kali menjadi konsumsi publik. Hubungan Donna dan Aad sempat berada di pengadilan agama sebelumnya dengan berbagai putusan yang saling tarik-menarik, termasuk gugatan cerai yang diajukan Donna dan upaya Aad mempertahankan ikrar talaknya.

Kasus ini juga berjalan paralel dengan sejumlah persoalan hukum lain yang melibatkan Donna, termasuk proses pidana terkait kepemilikan narkotika yang sedang dijalani di Lapas Kelas IIA Sukamiskin, Bandung, serta dugaan kasus perzinahan yang sempat menyeret namanya di Bali.

Meski begitu, hakim menegaskan bahwa status hukum lain seperti perkara pidana tidak menghalangi proses perceraian untuk tetap berjalan sesuai ketentuan peradilan agama.

Putusan verstek yang dijatuhkan pada 27 Januari 2026 ini secara resmi memutus ikatan pernikahan antara Donna Harun dan Aad Hanafiah, memberi kepastian hukum yang sejak lama didambakan oleh sang penggugat.

Dengan berlakunya putusan ini, Donna kini berstatus sebagai janda sah di mata hukum agama dan negara, membuka lembaran baru dalam catatan panjang kehidupan pribadinya yang telah menyita perhatian publik selama bertahun-tahun.

Donna Harun diketahui menikah untuk ketiga kalinya dengan pengusaha tambang Alisyahrazad Hanafiah alias Ad Hanafiah pada 26 Juli 2019 di Jakarta, dengan resepsi tertutup sehari kemudian di The Edge Villa Pecatu, Uluwatu, Bali. Pernikahan ini merupakan pernikahan ketiga Donna, setelah sebelumnya menikah dengan Hendra Rahtomo alias Romy Soekarno, cucu Presiden pertama RI Soekarno, pada 1996. Dari pernikahan tersebut, Donna dikaruniai seorang putra bernama Jeje Soekarno.

Namun, bahtera rumah tangga Donna dan Ad Hanafiah tak bertahan lama. Pada Juni 2020, Donna menggugat cerai Ad ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan dengan alasan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), termasuk dugaan kekerasan seksual. Di sisi lain, Ad Hanafiah menuding Donna berselingkuh dengan sejumlah pria lain, salah satunya pesinetron Fadika Royandi.

Perseteruan keduanya pun semakin memanas. Majelis hakim sempat menjatuhkan putusan cerai pada 23 September 2021, namun putusan tersebut dinyatakan gugur karena persoalan administratif masa iddah. Konflik hukum berlarut-larut hingga Ad kembali mengajukan permohonan talak cerai dan pembatalan nikah ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 3 Mei 2024.

Setelah proses panjang, Pengadilan Agama Jakarta Selatan kembali menetapkan perceraian Donna Harun dan Ad Hanafiah pada 30 Oktober 2024. Meski demikian, ikrar talak Ad Hanafiah ditolak pada 20 November 2024, sehingga memicu sengketa lanjutan yang tak kunjung usai.

Kasus dugaan perzinahan antara Donna dan Fadika Royandi kemudian merambah ke ranah pidana. Pada 22 Desember 2023, Ad Hanafiah melaporkan Donna Harun dan Fadika Royandi ke Polda Bali. Setelah melalui proses penyelidikan panjang, pada 17 Juli 2024 Polda Bali resmi menetapkan keduanya sebagai tersangka kasus perzinahan berdasarkan Pasal 284 KUHP.

"Berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi, penyidik menetapkan saudari DH dan FR sebagai tersangka," ujar Kabid Humas Polda Bali.

Minggu, Januari 25, 2026

Vonis Bebas Dhena Devanka-Anton Subowo Digugat Jaksa, Perkara Perzinahan Masih Berlanjut di Tingkat Banding


Pengadilan Negeri (PN) Depok akhirnya menjatuhkan vonis bebas murni kepada pasangan kontroversial Dhena Devanka dan Anton Subowo dalam perkara dugaan perzinahan yang menyeret keduanya sejak 2023. Putusan tersebut dibacakan majelis hakim Pengadilan Negeri Depok pada 10 Juli 2025, dan langsung memicu kehebohan di ruang publik.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan unsur pasal perzinahan tidak terpenuhi. Alat bukti yang diajukan jaksa dinilai tidak cukup kuat, sementara kronologi peristiwa dalam dakwaan disebut tidak konsisten. Berdasarkan pertimbangan tersebut, Dhena dan Anton yang sebelumnya ditahan di Lapas Depok, Cilodong, Depok, Jawa Barat dinyatakan bebas murni dan langsung keluar dari tahanan usai persidangan.

Namun, keputusan itu menuai gelombang kritik. Pihak pelapor, aktris Dinna Olivia, mantan istri Anton menyatakan kekecewaan mendalam. Dukungan terhadap Dinna pun mengalir deras di media sosial, dengan banyak pihak menilai putusan tersebut mencederai rasa keadilan bagi korban konflik rumah tangga.

Meski telah divonis bebas, perkara ini belum sepenuhnya berakhir. Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Depok secara tegas menyatakan tidak puas dengan putusan tersebut. Pada 28 November 2025, jaksa resmi mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Barat.

Jaksa menilai vonis bebas itu tidak mencerminkan rasa keadilan. Menurut penilaian internal kejaksaan, majelis hakim dianggap mengabaikan bukti-bukti penting, termasuk keterangan saksi, dokumen yang diklaim sebagai pernikahan siri, serta fakta bahwa hubungan Dhena dan Anton diduga terjadi ketika proses perceraian Anton-Dinna belum selesai. Jaksa bahkan menyatakan akan mendorong penerapan pidana maksimal Pasal 284 KUHP, yakni 9 bulan penjara, apabila banding dikabulkan.

Di sisi lain, kuasa hukum Dhena Devanka menyambut putusan bebas sebagai bentuk pembuktian bahwa kliennya tidak bersalah. Mereka menilai laporan perzinahan sarat kepentingan pribadi dan menegaskan bahwa hubungan Dhena dan Anton telah sah secara agama sebelum tuduhan perzinahan mencuat. Pihaknya menyatakan siap menghadapi proses banding tanpa rasa khawatir.

Anton Subowo, dalam pernyataan terpisah, menyebut vonis bebas sebagai "awal baru" bagi keluarganya bersama Dhena Devanka. Ia berharap proses hukum yang masih berjalan dapat diselesaikan secara adil dan objektif.

Sebaliknya, kuasa hukum Dinna Olivia, Mario Lasut, menegaskan kekecewaan kliennya. Ia menyebut majelis hakim mengabaikan keterangan saksi mata, peristiwa penggerebekan di rumah kontrakan Dhena di kawasan Raffles Hills Cibubur, Depok, Jawa Barat serta bukti percakapan yang diklaim menunjukkan hubungan terlarang sejak 2022. Mario menyebut putusan bebas tersebut sebagai "tamparan bagi korban" dan secara terbuka mendukung langkah banding kejaksaan.

Kasus ini sendiri telah berjalan panjang. Dhena Devanka dan Anton Subowo sempat ditetapkan sebagai tersangka, dijemput paksa polisi pada 17 Desember 2024, lalu ditahan di Lapas Depok sejak 15 Maret 2025. Keduanya menjalani rangkaian sidang sejak April 2025 hingga akhirnya divonis bebas pada 10 Juli 2025.

Di sisi lain, Dinna Olivia juga mengungkap pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) selama pernikahannya dengan Anton. Berdasarkan visum, terdapat luka lebam di wajah dan tubuhnya. Menurut keterangan kuasa hukumnya, kekerasan terjadi sejak 2011 hingga insiden berat pada 2022.

Dinna juga mengaku mengalami KDRT psikis setelah memergoki Anton berselingkuh dengan Dhena Devanka di rumah kontrakan Dhena di Raffles Hills Cibubur. Atas dasar itu, Dinna melaporkan Anton dan Dhena ke Polresta Depok pada 7 Juni 2023 atas dugaan perzinahan.

Namun, perkara berkembang setelah Dhena melaporkan balik Dinna atas dugaan perusakan rumah kontrakan pada akhir Desember 2022. Akibat laporan tersebut, Dinna Olivia dan sepupunya, Kiki Jassin, ditetapkan sebagai tersangka sejak 30 Desember 2022 dan sempat ditahan di Lapas Perempuan Depok pada 22 Agustus 2025. Keduanya akhirnya bebas pada 22 Desember 2025.

Tak berhenti di situ, Dinna mengaku kembali mengalami tekanan setelah bebas dari tahanan. Ia menyebut dirinya kembali terusir dari rumahnya di Cirendeu, Tangerang Selatan, Banten, usai didatangi orang-orang yang disebut sebagai bodyguard suruhan Anton Subowo. Rumah tersebut kembali menjadi objek sengketa setelah Anton sejak Juli 2024 mengajukan gugatan balik harta gono-gini dan mengklaim rumah tersebut sebagai harta bersama.

Kini, setelah banding resmi diajukan, status hukum Dhena Devanka dan Anton Subowo kembali menggantung. Meski telah menghirup udara bebas, keduanya masih menghadapi kemungkinan terburuk: kembali mendekam di balik jeruji jika Pengadilan Tinggi Jawa Barat mengabulkan permohonan banding jaksa.

Publik pun menanti putusan di tingkat banding, apakah vonis bebas akan dikuatkan, atau justru berbalik menjadi hukuman penjara sebagaimana tuntutan kejaksaan.

Sabtu, Januari 24, 2026

Anton Subowo, Dhena Devanka, Rita Subowo, Fitri Salhuteru & Cencen Kurniawan Berpotensi Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan Dinna Olivia cs


Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang dilaporkan aktris Dinna Olivia memasuki babak baru. Sejumlah pihak yang dilaporkan Anton Subowo, Dhena Devanka, Rita Subowo, Fitri Salhuteru, serta Cencen Kurniawan disebut berpotensi ditetapkan sebagai tersangka apabila alat bukti dinilai memenuhi unsur pidana.

Penyidik Polsek Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, menyatakan saat ini masih melakukan pendalaman keterangan saksi, pemeriksaan korban, serta pengumpulan alat bukti terkait insiden keributan di Stonce Cafe, Kemang, Jakarta Selatan pada 8 Januari 2026. Penetapan tersangka, kata polisi, akan dilakukan setelah gelar perkara.

"Penetapan tersangka bergantung pada kecukupan alat bukti dan hasil gelar perkara. Saat ini proses masih berjalan," ujar Kanit Binmas Polsek Mampang Prapatan Iptu Marzuki, Jumat (23/1/2026).

Dalam laporan Dinna Olivia, dugaan pengeroyokan tidak hanya menimpa dirinya, tetapi juga mencantumkan korban lain, yakni Alea Subowo, Rizkiyanti Jassin alias Kiki Jassin, serta kuasa hukum Dinna, Dea Tunggaesti. Para korban telah menjalani visum di RS Medistra, Jakarta Selatan, yang kini menjadi bagian dari berkas penyelidikan.

Dinna juga mengklaim mengalami kekerasan fisik, termasuk dugaan pencekikan yang disebut dilakukan oleh Rita Subowo. Klaim tersebut dibantah pihak terlapor dan akan diuji melalui pembuktian hukum.

Di sisi lain, pihak terlapor membantah seluruh tudingan. Rita Subowo menyatakan siap menempuh langkah hukum balik atas dugaan pencemaran nama baik. Sementara itu, Anton Subowo sebelumnya juga telah melaporkan Dinna Olivia ke Polres Metro Jakarta Selatan atas sejumlah tuduhan lain. Polisi menegaskan seluruh laporan ditangani paralel dan objektif.

Penyidik berencana melayangkan pemanggilan lanjutan kepada para pihak yang belum memenuhi panggilan sebelumnya, serta melengkapi administrasi perkara sebelum gelar perkara. Kepolisian mengimbau semua pihak kooperatif dan tidak membangun opini publik yang dapat mengganggu proses hukum.

Insiden ini berawal saat Dinna secara mengejutkan mengobrak-abrik acara jumpa pers yang digelar oleh Anton Subowo bersama Dhena Devanka dan Rita Subowo di Stone Cafe Kemang, Jakarta Selatan pada Kamis (8/1/2026) malam. Kedatangan Dinna disebut tidak terduga oleh pihak Anton dan Dhena.

Dinna hadir bersama rombongan keluarga dan kuasa hukumnya, yaitu kakak-kakaknya, Dannyella Masnina Jasin dan Donna Paulina Jasin, sepupu Kiki Jassin, serta anak sulungnya Alea Subowo, didampingi tim pengacara Mario Lasut, Titin Prialianti, Dea Tunggaesti, dan Sri Sinduwati.

Dalam kejadian tersebut, Dinna meluapkan amarahnya dengan menuding Anton Subowo merampas seluruh harta miliknya, termasuk rumah pribadi dan harta warisan dari almarhum Djuanda Jasin dan almarhumah Dahliani Siregar. Ia juga kembali menuding Anton sebagai suami siri yang hidup bersama Dhena, dan menyebut Dhena sebagai "gundik" yang ikut menguasai hartanya.

Situasi memanas hingga terjadi kontak fisik antara Dinna dan Dhena Devanka. Menurut pengakuan Dinna, dirinya dan Dhena saling menampar dan menjambak rambut. Dinna juga mengklaim sempat ditampar, dianiaya, dan dikeroyok oleh Anton Subowo.

Kericuhan makin meluas ketika Fitri Salhuteru dan suaminya Cencen Kurniawan ikut terlibat. Bahkan Dinna menyebut Angel Lelga, sahabat Dhena, ikut membela Dhena, Anton, dan Rita Subowo. Dinna mengaku lehernya sempat dicekik Rita Subowo saat insiden berlangsung.

Keributan juga menyeret Alea Subowo yang menampar Dhena Devanka, sementara Dhena membalas dengan mengeroyok Alea. Selain itu, Donna Paulina Jasin dilaporkan meludahi Dhena dan membenturkan kepalanya ke dinding, serta mengancam menembak Anton, Dhena, dan Fitri. Kiki Jassin dan Dannyella juga terlibat dalam adu fisik. Fitri Salhuteru disebut melempar asbak ke arah Kiki.

Situasi baru berhasil dikendalikan setelah lima bodyguard Anton Subowo turun tangan. Dinna beserta rombongan — termasuk Alea, Dannyella, Donna, Kiki, Dea, Mario, Titin, dan Sri Sinduwati akhirnya digiring keluar ruangan atas permintaan Rita Subowo.

Hingga berita ini diturunkan, status tersangka belum ditetapkan. Aparat menegaskan keputusan apa pun akan diambil berdasarkan fakta hukum dan alat bukti yang sah.

Kamis, Januari 22, 2026

Rita Subowo, Anton Subowo, Dhena Devanka & Fitri Salhuteru Mangkir dari Pemeriksaan Polisi


Sejumlah pihak yang dilaporkan dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap aktris Dinna Olivia dilaporkan tidak memenuhi panggilan pemeriksaan kepolisian. Mereka adalah Rita Subowo, Anton Subowo, Dhena Devanka, dan Fitri Salhuteru.

Keempatnya dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Polsek Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Kamis (22/1/2026). Pemeriksaan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang diajukan Dinna Olivia bersama beberapa korban lain menyusul insiden keributan di Stone Cafe, Kemang, Jakarta Selatan pada 8 Januari 2026.

Namun, hingga batas waktu pemeriksaan berakhir, para terlapor tidak hadir untuk memberikan keterangan. Pihak kepolisian memastikan ketidakhadiran tersebut telah dicatat dan menjadi bagian dari administrasi perkara.

"Pemanggilan sudah dilakukan sesuai prosedur. Ketidakhadiran akan kami catat, dan selanjutnya akan dilakukan pemanggilan ulang sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Kanit Binmas Polsek Mampang Prapatan Iptu Marzuki, Kamis (22/1/2026).

Sebelumnya, Dinna Olivia melaporkan Anton Subowo, Dhena Devanka, Rita Subowo, Fitri Salhuteru, serta Cencen Kurniawan atas dugaan penganiayaan dan pengeroyokan. Selain Dinna, laporan tersebut juga mencantumkan Alea Subowo—anak sulung Dinna dan Anton Subowo—, Rizkiyanti Jassin alias Kiki Jassin, serta kuasa hukum Dinna, Dea Tunggaesti, sebagai korban. Seluruh pelapor diketahui telah menjalani visum di RS Medistra, Jakarta Selatan.

Di sisi lain, para terlapor membantah seluruh tudingan tersebut. Rita Subowo sebelumnya menyatakan tengah menyiapkan laporan balik terhadap Dinna Olivia atas dugaan pencemaran nama baik. Sementara itu, Anton Subowo juga telah lebih dulu melaporkan Dinna Olivia ke Polres Metro Jakarta Selatan atas sejumlah tuduhan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian menegaskan proses penyelidikan tetap berjalan. Aparat akan kembali melayangkan panggilan pemeriksaan berikutnya dan mengimbau seluruh pihak untuk bersikap kooperatif serta menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.

Minggu, Januari 18, 2026

Tak Terima Anton Subowo Berzinah Dengan Dhena Devanka, Rita Subowo Akui Sudah Usir Dinna Olivia


Konflik rumah tangga yang melibatkan aktris Dinna Olivia dan mantan suaminya, Anton Subowo, kembali memanas. Kali ini, ibu Anton, Rita Subowo, akhirnya angkat bicara dan membuat pengakuan mengejutkan terkait perpisahan sang putra dengan Dinna Olivia.

Rita Subowo secara terbuka mengakui bahwa dirinya pernah mengusir Dinna Olivia dari rumah keluarga, menyusul konflik yang terjadi setelah isu perselingkuhan Anton Subowo dengan Dhena Devanka mencuat ke permukaan. Menurut Rita, keputusan tersebut diambil karena situasi rumah tangga anaknya sudah tidak lagi kondusif dan dipenuhi pertengkaran berkepanjangan.

Rita menegaskan bahwa dirinya tidak dapat menerima sikap Dinna Olivia yang disebutnya kerap memicu keributan di dalam keluarga, terlebih setelah Dinna menuding Anton telah berzinah dengan Dhena Devanka. Tuduhan tersebut, menurut istri mendiang Subowo Atmosardjono itu, semakin memperkeruh suasana dan membuat hubungan keluarga besar berada dalam tekanan emosional.

"Rumah tangga itu sudah tidak sehat. Saya sebagai orang tua melihat langsung bagaimana situasinya. Kalau sudah saling menuduh dan ribut terus, mau bagaimana lagi," ujar Rita dengan nada tegas.

Meski demikian, Rita membantah tudingan bahwa dirinya berpihak sepenuhnya pada Anton. Ia mengklaim hanya berusaha menjaga stabilitas keluarga dan nama baik, sekaligus menghindari konflik yang semakin meluas. Namun pengakuan soal pengusiran ini justru memperkuat klaim Dinna Olivia yang sebelumnya menyebut dirinya mendapat perlakuan tidak adil dari pihak keluarga mantan suami.

Di sisi lain, Dinna Olivia belum memberikan tanggapan langsung atas pernyataan Rita Subowo tersebut. Namun sebelumnya, Dinna secara konsisten menyuarakan bahwa dirinya adalah korban dari perselingkuhan dan perlakuan kasar, baik secara verbal maupun psikologis, selama masih berstatus sebagai istri Anton Subowo.

Perseteruan antara Dinna Olivia dan keluarga Subowo kini tak hanya menjadi urusan rumah tangga, tetapi juga merembet ke ranah hukum dan opini publik. Dengan saling tuding yang terus berlanjut, konflik ini diprediksi masih akan panjang dan menjadi sorotan dalam waktu dekat.

Dilaporkan Dinna Olivia, Rita Subowo Tidak Takut & Ancam Laporkan Balik


Mantan Ketua Umum KONI Pusat Rita Subowo akhirnya buka suara setelah namanya dilaporkan oleh mantan menantunya, Dinna Olivia, ke pihak kepolisian. Rita menegaskan dirinya tidak gentar menghadapi laporan tersebut dan bahkan mengancam akan melaporkan balik Dinna Olivia ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Rita menyebut laporan yang dilayangkan Dinna sebagai tudingan sepihak yang tidak berdasar dan dinilainya telah mencemarkan nama baik dirinya serta keluarga besar Subowo.

"Saya tidak takut. Kalau memang terus diserang dengan tuduhan-tuduhan yang tidak benar, saya siap lapor balik," ujar Rita Subowo dihubungi lewat telepon, Minggu (18/1/2025).

Menurut Rita, selama ini ia justru memilih diam meski namanya kerap diseret dalam konflik rumah tangga antara putranya, Anton Subowo, dengan Dinna Olivia. Namun, Rita mengaku kesabarannya ada batasnya, terlebih ketika ia dituding ikut terlibat dalam dugaan penganiayaan dan konflik harta.

"Saya ini orang tua. Saya tidak pernah berniat mencelakai siapa pun. Tapi kalau difitnah terus, tentu ada konsekuensi hukumnya," tegasnya.

Rita juga membantah tudingan Dinna Olivia yang menyebut dirinya melakukan tindakan kekerasan dalam insiden keributan di kawasan Stone Cafe, Kemang, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Ia menilai narasi tersebut sengaja dibesar-besarkan untuk membentuk opini publik.

Di sisi lain, Rita mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan langkah hukum terhadap Dinna Olivia atas dugaan pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan, serta laporan palsu. Kuasa hukum keluarga Subowo disebut telah mengumpulkan bukti dan saksi untuk memperkuat laporan balik tersebut.

"Kami tidak ingin konflik ini terus melebar, tapi kalau sudah masuk ranah hukum dan nama baik diserang, kami siap tempuh jalur hukum," kata Rita.

Sebelumnya, Dinna Olivia melaporkan Rita Subowo bersama Anton Subowo dan Dhena Devanka ke kepolisian atas dugaan penganiayaan dan pengeroyokan. Laporan tersebut masih dalam tahap penyelidikan aparat kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinna Olivia belum memberikan tanggapan resmi terkait ancaman laporan balik dari Rita Subowo. Sementara itu, kepolisian menyatakan akan memproses setiap laporan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Konflik panjang antara Dinna Olivia dan keluarga Subowo pun kini memasuki babak baru, dengan potensi saling lapor yang kian memperumit penyelesaian perkara di jalur hukum.

Isu Miring Ricky Harun Mencuat, Donna Harun Kembali Gugat Cerai Suami Ketiga


Nama aktor Ricky Harun kembali menjadi perbincangan publik setelah beredar kabar miring yang menyebut dirinya kepergok berada di sebuah ruang karaoke bersama seorang Lady Companion (LC). Gosip tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu perdebatan luas, mengingat citra Ricky selama ini dikenal sebagai figur keluarga yang harmonis dan suami idaman di mata publik.

Isu tersebut mencuat di tengah sorotan tajam terhadap kehidupan pribadi keluarga besar Donna Harun. Sang ibu, aktris senior Donna Harun, kembali terjerat konflik rumah tangga berkepanjangan dengan suami ketiganya, Alisyahrazad Hanafiah alias Ad Hanafiah atau lebih disapa Aad.

Drama perceraian Donna dan Aad kembali memasuki babak baru setelah Donna resmi mengajukan gugatan cerai untuk kesekian kalinya. Informasi tersebut dikonfirmasi oleh kuasa hukum Donna, Sandy Arifin, yang menyebut gugatan telah didaftarkan ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada Senin, 8 Desember 2025.

"Betul, gugatan cerai sudah kami daftarkan," ujar Sandy.

Gugatan ini diajukan meski Donna saat ini masih menjalani sisa hukuman pidana kasus narkotika di Lapas Kelas IIA Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Menurut Sandy, status hukum tersebut tidak menghalangi proses perceraian untuk tetap berjalan sesuai ketentuan peradilan agama. Sidang perdana dijadwalkan berlangsung pada 16 Desember 2025.

Sandy menegaskan alasan gugatan kali ini tidak jauh berbeda dari sebelumnya. "Mbak Donna hanya ingin berpisah secara sah. Sudah tidak ada kecocokan lagi dan pertengkaran hebat terus terjadi selama pernikahan," ujarnya.

Sumber internal keluarga menyebut hubungan Donna dan Aad memang tidak pernah benar-benar pulih sejak rangkaian konflik hukum dan skandal pribadi mencuat ke publik sejak 2020.

Untuk memahami gugatan terbaru ini, konflik rumah tangga Donna–Aad memang memiliki rekam jejak panjang dan berliku. Pada Juni 2024, publik dikejutkan oleh pernyataan kuasa hukum Aad, Wemmy Amanupunyo, yang menuding Donna berselingkuh dengan aktor Marcel Aditya, suami presenter Cici Panda. Wemmy menyebut Aad menemukan bukti percakapan WhatsApp yang dinilai bersifat sangat mesra dan mengarah ke hubungan intim.

Pengadilan Agama Jakarta Selatan kemudian menjatuhkan putusan cerai pada 30 Oktober 2024.

Dalam amar putusan tersebut, Donna dinyatakan terbukti berselingkuh dengan sejumlah pria, termasuk dugaan keterlibatan dengan Suprajarto, mantan suami aktris Jenny Rachman. Akibat statusnya sebagai istri nusyuz (durhaka), Donna tidak berhak atas nafkah iddah, meski tetap memperoleh nafkah mut’ah senilai Rp1 miliar.

Namun, konflik belum berakhir. Pada 20 November 2024, ikrar talak yang diajukan Aad ditolak pengadilan, sehingga memicu sengketa hukum lanjutan. Memasuki awal 2025, Donna kembali menyatakan siap menggugat cerai setelah mengaku telah kembali memeluk agama Katolik.

Donna menyebut Aad sempat menarik ikrar talak dan mengajukan banding, yang membuatnya semakin mantap untuk menggugat balik. "Keputusan saya tetap bulat. Saya tidak mau rujuk," tegas Donna pada 7 Januari 2025.

Di tengah keruwetan proses perceraian, kasus baru kembali menyeret nama Donna. Pada 3 November 2025, Polda Bali mengumumkan Donna Harun dan aktor Fadika Royandi ditetapkan sebagai tersangka kasus perzinahan berdasarkan Pasal 284 KUHP. Laporan tersebut berawal dari aduan Aad pada Desember 2023, terkait dugaan perzinahan yang disebut terjadi pada malam resepsi pernikahan mereka di The Edge Villa Pecatu, Bali, 27 Juli 2019.

Penyidik menyebut sejumlah alat bukti telah dikantongi, termasuk rekaman video berdurasi 1 menit 47 detik, keterangan saksi undangan, serta percakapan yang menunjukkan kedekatan Donna dan Fadika. Donna tetap menjalani pemeriksaan meski masih berstatus narapidana kasus narkotika.

Meski telah beberapa kali dinyatakan bercerai secara hukum lalu kembali berperkara, hubungan Donna dan Aad tampaknya tak pernah menemukan titik damai. Gugatan terbaru ini kembali menegaskan keinginan Donna untuk mengakhiri pernikahan secara sah.

Sumber pengadilan menyebut gugatan tersebut memuat alasan klasik, mulai dari tidak adanya keharmonisan, pertengkaran yang kian intens, hingga tekad Donna untuk mengakhiri hubungan pernikahan yang dinilai sudah tak dapat dipertahankan.

Sidang perdana pada 16 Desember 2025 mendatang pun diprediksi kembali menyedot perhatian publik, menandai babak baru dari drama hukum rumah tangga Donna Harun dan Aad Hanafiah yang telah berlangsung lebih dari lima tahun.

Donna Frederika Rubyanti, atau yang lebih dikenal dengan Donna Harun lahir pada Bandung, 21 Februari 1968.

Ia adalah seorang model dan pemeran Indonesia. Ia juga adalah mantan personel Elfa's Singers pimpinan Elfa Secioria.

Donna Harun merupakan ibu dari aktor Indonesia, Ricky Harun sekaligus adik dari aktris Indonesia, Sandy Harun.

Donna sempat bahagia ketika ia dipersunting pengusaha kaya raya bernama Alisyahrazad Hanafiah.
Donna dan Ad Hanafiah menikah di Pulau Dewata Bali, pada pada 26 Juli 2019 secara tertutup. Sayangnya, pernikahan ketiganya berakhir tragis dengan perceraian.

Ad Hanafiah menuding Donna memiliki hubungan gelap dengan sejumlah pria lain.

Donna akhirnya tak tahan dengan sikap Ad Hanafiah karena sering mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT.

Karena KDRT tersebut, Donna melaporkan Ad Hanafiah ke Polda Metro Jaya. Polisi menyebut, KDRT yang dialami ibu Ricky Harun yang juga mantan personel Elfa's Singers itu berupa kekerasan seksual. Hal ini juga sudah dikonfirmasi pihak Polres Metro Jakarta Selatan sehingga menjadikan Ad Hanafiah sebagai tersangka kasus dugaan KDRT.

Donna Harun sudah 3 kali memiliki suami. Namun pernikahannya itu berakhir dengan perceraian.
Suami kedua Donna Harun adalah seorang pengusaha tambang.

Pria yang sempat berjodoh dengan aktris tersebut merupakan cucu Presiden Soekarno. Namanya Romy Soekarno.

Suami Donna Harun ini dikenal punya kekayaan selangit dan gurita bisnis mentereng.

Ibu dari aktor Ricky Harun ini punya kisah asmara yang menarik perhatian publik.

Masih banyak yang mengira bahwa Donna Harun adalah istri Romy Soekarno, yang merupakan seorang cucu Bung Karno.

Namun ternyata Donna Harun dan Romy Soekarno sudah bercerai meski kabar tersebut tak terendus media. Namun kabar perceraian tersebut itu terungkap diwarnai rumor karena Donna juga berselingkuh dengan sejumlah pria lain.

Pria idaman lain Donna Harun tersebut, termasuk Krisna Murti Wibowo, Herry B. Arissa, Bara Tampubolon, Rifat Sungkar, Ovy /rif, Robert Niti Yudowacho, Satria Kamal, Eddy William Katuari, Zul Zivilia, dan lain-lain.

Saat itu persidangan cerai Donna Harun dan Romy Soekarno masih berlangsung, tetapi secara agama Romy Soekarno sudah menjatuhkan talak. Dan keduanya resmi bercerai pada 2018.

Donna Harun dituding berselingkuh oleh Romy Soekarno. Sejak saat itu, keduanya pun bertengkar hebat gara-gara hal tersebut.

Sesuai putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan, hak asuh Jeje Soekarno dipegang oleh Donna Harun. Tetapi, Romy Soekarno tetap ngotot membawa dan mengasuh Jeje hingga kini.

Donna Harun dikabarkan menikah dengan cucu Soekarno yang bernama Hendra Rahtomo alias Romy Soekarno.

Pernikahan antara Donna Harun dan Romy Soekarno terjadi pada tahun 1996 dan kembali dikaruniai seorang putra.

Putra kedua Donna itu diberi nama Muhammad Jihad Rahtomo Soekarnoputra alias Jeje Soekarno.
Suami kedua Donna tersebut bukanlah sosok yang sembarangan.

Ayah Jeje Soekarno itu merupakan anak dari politisi almarhumah Rachmawati Soekarnoputri.
Saat ini, Romy diketahui menjadi President Director di perusahaan bernama 'Mahadana Group'.
Tak hanya itu, ia juga kerap membagikan kegiatannya usai kini terjun dunia politik.

Bahkan, ia menyebut Megawati Soekarnoputri, yang tidak lain adalah sang tante sebagai guru politiknya.

"My Aunty, My Mumu, My Marhaenisme Guru of Politic..," tulis @Romy Soekarno.

Menjadi seorang pebisnis dan cucu proklamator Indonesia tentu membuat Romy kerap bertemu dengan banyak orang.

Baik itu tokoh publik dari dalam maupun luar negeri.

Sedangkan jauh sebelum terjun ke dunia bisnis dan politik, Romy Soekarno merupakan seorang DJ atau disk jockey yang juga sempat ditekuni Ricky Harun.

Kini, Donna Harun dikabarkan sudah lama menderita penyakit kanker rahim stadium 3 yang lumayan serius sejak Agustus 2019.

Wanita keturunan Belanda-Minangkabau-Palembang-Sunda itu sampai sekarang diketahui masih menjalani pengobatan kanker rahim di London, Inggris.

Sabtu, Januari 17, 2026

Artis-Artis Filipina yang Meninggal Dunia Akibat Bunuh Diri


Walaupun memiliki paras menarik, karier yang menjanjikan, serta dikenal luas oleh publik, kebahagiaan ternyata tidak selalu berjalan seiring dengan popularitas. Sejumlah artis Filipina berikut ini meninggal dunia di usia relatif muda. Berbagai laporan menyebutkan tekanan mental, persoalan pribadi, dan depresi sebagai faktor yang menyertai kepergian mereka. Kasus-kasus ini meninggalkan duka mendalam sekaligus menjadi pengingat bahwa kesehatan mental adalah hal yang sangat penting.

Berikut adalah Artis-Artis Filipina yang Meninggal Dunia Akibat Bunuh Diri:

1. Pepsi Paloma (1966–1985)
Aktris sekaligus penari Pepsi Paloma meninggal dunia karena bunuh diri dengan cara gantung diri pada 31 Mei 1985, di apartemennya di Quezon City, Filipina. Laporan kepolisian menyatakan Pepsi Paloma meninggal karena gantung diri. Saat kematiannya, ia berusia 18 tahun. Nama Pepsi Paloma menjadi salah satu kisah paling tragis dalam sejarah hiburan Filipina. Ia dikenal sebagai aktris dan figur publik era 1980-an. Di usia yang masih sangat muda, hidupnya berakhir secara tragis. Kepergiannya hingga kini masih sering dibicarakan dan dikenang sebagai simbol gelapnya tekanan dunia hiburan pada masa itu.


2. Maria Teresa Carlson (1962-2001)
Aktris Maria Teresa Carlson meninggal karena bunuh diri dengan terjun dari apartemennya pada 23 November 2001 di Kondominium Platinum 2000, Greenhills, San Juan, Metro Manila. Aktris berusia 39 tahun ini diduga bunuh diri dengan meloncat akibat aksi cyber bullying.


3. Miko Sotto (1982–2003)
Pada 29 Desember 2003, aktor Miko Sotto ditemukan tewas setelah terjun dari lantai 9 gedung apartemennya di Kondominium San Francisco Garden Plaza, Mandaluyong, Metro Manila. Ia diketahui berjuang melawan depresi. Miko Sotto merupakan aktor muda yang tengah menanjak kariernya di industri hiburan Filipina. Kepergiannya di usia 21 tahun mengejutkan publik dan para penggemarnya. Banyak rekan sesama artis menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas sosok yang dikenal ramah dan penuh potensi ini.


4. Tyron Perez (1984–2011)
Pada tanggal 29 Desember 2011, aktor Tyron Perez ditemukan tewas di dalam mobil yang diparkir, diduga bunuh diri. Tyron Perez dikenal sebagai aktor dan finalis ajang realitas yang populer. Ia memiliki masa depan cerah di dunia hiburan, namun meninggal dunia di usia 27 tahun. Kepergiannya menimbulkan diskusi luas tentang tekanan popularitas dan kondisi psikologis para figur publik muda.


5. Helena Belmonte (1986–2014)
Aktris dan model Helena Belmonte ditemukan tewas setelah jatuh dari lantai 28 Gedung Renaissance Tower 1000 di Ortigas, Mandaluyong, Metro Manila pada 20 Maret 2014. Ia meninggal pada usia 28 tahun akibat bunuh diri. Kabar duka ini mengejutkan industri hiburan dan kembali membuka perbincangan mengenai kesehatan mental, khususnya di kalangan artis perempuan muda.


6. Julia Buencamino (1999–2015)
Artis Julia Buencamino berusia 15 tahun ditemukan meninggal pada pagi hari tanggal 7 Juli 2015 di rumahnya di Barangay Valencia, Quezon City. Julia Buencamino adalah aktris remaja yang telah membintangi sejumlah proyek televisi. Julia dikenal sebagai pemeran serial drama remaja ABS-CBN "Oh My G!". Ia meninggal dunia di usia 15 tahun. Kepergiannya memicu perhatian luas masyarakat Filipina terhadap isu kesehatan mental remaja dan pentingnya dukungan keluarga serta lingkungan.


7. Brian Velasco (1977–2019)
Drummer band Razorback, Brian Velasco bunuh diri dan disiarkan secara langsung di media sosialnya. Ia meninggal dunia pada usia 41 tahun. Tubuh Brian ditemukan tak bernyawa di kanopi gedung pada 16 Januari 2019, pukul 09.45 pagi waktu setempat. Kematian Brian dikonfirmasi promotor musik Dudee Alfonso. Ia membenarkan bahwa Brian bunuh diri dengan melompat dari gedung. Banyak rekan dan penggemar mengenangnya sebagai pribadi kreatif yang berbakat, sekaligus menyoroti bahwa masalah mental dapat menimpa siapa saja, tanpa memandang usia maupun status sosial.


8. Mico Palanca (1978–2019)
Mico Palanca ditemukan tewas bunuh diri dengan cara melompat dari sebuah gedung di daerah pemukiman di Kota Santolan, San Juan, Metro Manila pada 9 Desember 2019. Mico Palanca merupakan aktor film dan televisi yang cukup produktif. Kepergiannya di usia 41 tahun menjadi pukulan berat bagi industri hiburan Filipina. Banyak kolega menyampaikan belasungkawa dan menyerukan kepedulian lebih besar terhadap kesehatan mental para pekerja seni.


9. Jamir Garcia (1978–2020)
Vokalis band legendaris SlapShock, Jamir Garcia ditemukan bunuh diri dengan cara menggantung diri di rumahnya pada tanggal 26 November 2020. Ia meninggal dunia pada usia 42 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam di kalangan musisi dan penggemar, serta memicu gelombang diskusi mengenai tekanan emosional di industri musik.


10. Emman Atienza (2006–2025)
Influencer Emman Atienza meninggal dunia dengan gantung diri di rumahnya di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 22 Oktober 2025. Emman Atienza merupakan figur muda yang dikenal publik di era digital. Ia wafat pada usia yang sangat belia. Kasus ini menjadi pengingat keras tentang tantangan mental generasi muda di tengah sorotan media sosial dan ekspektasi publik.

Kasus-kasus di atas menunjukkan bahwa ketenaran, kekayaan, dan pujian publik tidak selalu menjamin kebahagiaan batin. Tekanan hidup, persoalan pribadi, serta gangguan kesehatan mental dapat menimpa siapa saja.

Semoga kisah para artis Filipina ini menjadi pengingat untuk lebih peduli, saling mendukung, dan berani mencari bantuan ketika menghadapi kesulitan emosional. Tidak ada salahnya berbagi dan meminta pertolongan.

Jika kamu atau orang di sekitarmu sedang merasa sangat tertekan, penting untuk berbicara dengan orang dewasa tepercaya, keluarga, guru, atau tenaga profesional. Bantuan selalu ada.

Di Indonesia, kamu bisa menghubungi Hotline Kemenkes 119 ext. 8 atau layanan konseling terdekat. Bantuan selalu ada.

Kamis, Januari 15, 2026

Tak Terima Disebut Pemabuk, Anton Subowo Tetap Tagih Utang kepada Dinna Olivia


Pengusaha Anton Subowo angkat bicara menanggapi pernyataan mantan istrinya, Dinna Olivia, yang menyebut dirinya kerap pulang dalam keadaan mabuk dan tidak sadar selama masih berumah tangga. Anton dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menilai pernyataan Dinna sebagai fitnah yang mencemarkan nama baiknya.

Anton menegaskan bahwa tuduhan sebagai "pemabuk" tidak berdasar dan telah merugikan reputasinya secara pribadi maupun profesional. Ia menyebut narasi tersebut sengaja dibangun untuk menggiring opini publik di tengah sengketa hukum yang masih berjalan antara dirinya dan Dinna Olivia.

"Saya tidak pernah seperti yang dituduhkan. Ini sudah keterlaluan dan mencemarkan nama baik saya," ujar Anton dalam keterangannya kepada media, Kamis (15/1/2025).

Meski demikian, Anton menegaskan bahwa bantahan atas tudingan tersebut tidak menghapus persoalan utang-piutang yang, menurutnya, masih menjadi kewajiban Dinna Olivia. Ia mengklaim Dinna memiliki utang kepadanya yang hingga kini belum diselesaikan.

"Masalah utang adalah persoalan terpisah. Itu urusan hukum dan harus diselesaikan, terlepas dari tuduhan apa pun yang diarahkan kepada saya," kata Anton.

Anton juga menyebut bahwa tagihan utang tersebut bukan sekadar klaim sepihak, melainkan memiliki dasar dan bukti yang siap dibawa ke jalur hukum apabila tidak ada itikad baik dari Dinna Olivia.

Sebelumnya, Dinna Olivia membongkar dugaan kebiasaan Anton yang disebut sering pulang dalam kondisi mabuk atau high, serta menuding kebiasaan tersebut kerap dilakukan bersama Dhena Devanka, perempuan yang kini menjadi istri sah Anton. Tudingan itu kembali memanaskan konflik panjang antara keduanya, yang telah bergulir sejak akhir 2022 dan berkembang ke ranah pidana maupun perdata.

Dinna sendiri membantah memiliki utang sebagaimana diklaim Anton. Ia justru menuding mantan suaminya tersebut telah melakukan klaim sepihak atas aset yang menurutnya merupakan harta pribadi dan warisan keluarga, serta menilai isu utang digunakan sebagai bentuk tekanan.

"Yang terjadi justru sebaliknya. Saya yang dirugikan, baik secara materi maupun mental," ujar Dinna dalam pernyataan terpisah.

Hingga saat ini, kedua belah pihak masih saling melaporkan ke kepolisian dan menempuh jalur hukum masing-masing. Aparat penegak hukum pun masih mempelajari laporan serta bukti yang diajukan oleh pihak Anton Subowo maupun Dinna Olivia.

Konflik berkepanjangan antara keduanya kembali menyita perhatian publik, sementara penyelesaiannya kini sepenuhnya berada di tangan proses hukum.

Dinna Olivia Bongkar Aib Mantan Suami Mabuk Bersama Dhena Devanka

Aktris Dinna Olivia kembali mengungkap dugaan perilaku buruk mantan suaminya, Anton Subowo, yang disebut kerap pulang ke rumah dalam keadaan mabuk atau tidak sadar selama masih berumah tangga dengannya. Dinna bahkan menuding kebiasaan tersebut kerap dilakukan Anton bersama Dhena Devanka, perempuan yang belakangan dikenal sebagai istri sah Anton.

Dalam keterangannya, Dinna menyebut perilaku tersebut menjadi salah satu faktor utama keretakan rumah tangganya dengan Anton. Ia mengaku telah lama mencurigai adanya hubungan khusus antara Anton dan Dhena, jauh sebelum gugatan cerai diajukannya ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 12 April 2023.

"Saya sudah mencium hubungan mereka sejak 2011, bukan baru kemarin," ujar Dinna.

Dugaan perselingkuhan itu, menurut Dinna, mencapai puncaknya pada 24 Desember 2022, saat ia mengaku memergoki langsung Anton bersama Dhena di sebuah rumah kontrakan milik Dhena di kawasan Raffles Hills Cibubur, Depok, Jawa Barat. Dinna menyebut peristiwa tersebut berujung pada pertengkaran hebat dan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialaminya pada malam yang sama.

Insiden tersebut kemudian berbuntut panjang. Pada 7 Juni 2023, Dinna melaporkan dugaan KDRT serta dugaan perzinahan ke Polres Depok. Namun ironisnya, pasca kejadian itu, Dinna justru dilaporkan balik oleh Dhena Devanka atas dugaan perusakan rumah kontrakan.

Kasus tersebut berkembang hingga Agustus 2025, ketika Dinna Olivia dan sepupunya, Rizkiyanti Jassin alias Kiki Jassin, ditetapkan sebagai tersangka dan sempat ditahan di Lapas Perempuan Depok, Jawa Barat. Keduanya dijerat Pasal 170 dan/atau 406 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan penjara. Dinna dan Kiki akhirnya bebas pada 22 Desember 2025.

Tak berhenti di situ, Dinna mengaku kembali mengalami tekanan setelah bebas dari tahanan. Ia menyebut dirinya kembali terusir dari rumahnya sendiri di Cirendeu, Tangerang Selatan, Banten usai didatangi orang-orang yang disebut sebagai bodyguard suruhan Anton Subowo.

Sementara itu, Anton Subowo membantah berbagai tudingan tersebut. Ia juga disebut terus menagih utang yang diklaim pernah dipinjam Dinna. Menurut Anton, tudingan bahwa dirinya kerap mabuk bersama Dhena Devanka merupakan fitnah yang mencemarkan nama baik.

Anton bahkan dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah hukum terhadap Dinna Olivia apabila persoalan utang tersebut tidak segera diselesaikan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dhena Devanka belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan mabuk dan dugaan perselingkuhan yang kembali disampaikan Dinna Olivia.

Minggu, Januari 11, 2026

Mantan Istri Didi Mahardika Bongkar Borok Donna Harun Kena Kasus Narkoba


Kasus narkoba yang kembali menjerat artis senior Donna Harun terus membuka tabir masa lalu yang mengejutkan publik. Kali ini, pengakuan datang dari Ade Waroka, sosok yang pernah berada sangat dekat dengan lingkaran keluarga besar Presiden pertama RI, Soekarno.

Ade Waroka dikenal sebagai mantan istri Didi Mahardika, putra Rachmawati Soekarnoputri. Dengan status tersebut, Ade juga merupakan mantan adik ipar Romy Soekarno, cucu Presiden Soekarno sekaligus mantan suami kedua Donna Harun. Kedekatan relasi inilah yang membuat pernyataan Ade langsung menyita perhatian publik.

Dalam keterangannya, Ade Waroka secara terbuka menuding bahwa Donna Harun telah mengonsumsi narkoba sejak lama, jauh sebelum kasus-kasus hukum yang menyeret namanya mencuat ke permukaan.

Menurut Ade, Donna disebut sudah menggunakan narkoba sejak sekitar tahun 2003, ketika masih berstatus sebagai istri sah Romy Soekarno. Bahkan, kebiasaan tersebut diklaim terus berlanjut saat Donna masih memiliki hubungan erat dengan keluarga besar Soekarno.

"Mbak Donna itu sudah lama pakai narkoba, bukan baru sekarang. Saya tahu persis karena berada di lingkaran yang sama," ungkap Ade Waroka.

Ade juga menyebut bahwa Donna Harun tetap mengonsumsi narkoba ketika dirinya masih menjadi istri Didi Mahardika, yang kala itu merupakan bagian penting dari keluarga besar Rachmawati Soekarnoputri. Tuduhan ini pun menambah panjang daftar kontroversi yang membelit kehidupan pribadi ibu aktor Ricky Harun tersebut.

Sebagai informasi, Ade Waroka menikah dengan Didi Mahardika pada 20 September 2006. Dari pernikahan itu, keduanya dikaruniai seorang anak perempuan bernama Vanessa Rachmadika. Namun, rumah tangga Ade dan Didi akhirnya berujung perceraian.

Pengakuan Ade Waroka muncul di tengah kasus hukum terbaru yang kembali menyeret Donna Harun ke balik jeruji besi. Donna Harun resmi dipindahkan ke Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, setelah aparat menemukan barang bukti narkotika secara langsung di dalam sel yang ditempatinya saat menjalani hukuman di Lapas Wanita Kelas IIA Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Pemindahan tersebut dilakukan lantaran Donna Harun terbukti mengedarkan narkoba di dalam lapas, sebuah pelanggaran berat yang semakin memperberat status hukumnya. Aparat menilai perbuatannya tidak lagi sebatas sebagai pengguna, melainkan sudah masuk dalam kategori peredaran narkotika.

Kasus ini semakin menambah panjang catatan hitam Donna Harun terkait narkoba. Sebelumnya, ia juga pernah ditangkap dalam kasus serupa pada November 2022 dan Desember 2023. Meski sempat menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Donna dinilai belum mampu melepaskan diri dari jerat narkotika.

Kini, dengan terbongkarnya dugaan penggunaan narkoba sejak lebih dari dua dekade lalu, publik menilai kasus yang menjerat Donna Harun bukanlah peristiwa sesaat, melainkan pola berulang yang telah berlangsung lama. Aparat penegak hukum pun memastikan akan terus mengembangkan perkara tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan jaringan narkoba yang melibatkan Donna Harun sejak masa lalu.

Donna Harun Kembali Terjerat Narkoba, Ditalak Cerai Karena Kepergok Narkoba

Nama Donna Harun kembali menjadi sorotan tajam publik. Artis senior yang kerap diterpa kontroversi itu kembali terjerat kasus narkoba, sebuah fakta yang belakangan dikaitkan dengan runtuhnya rumah tangganya bersama pengusaha tambang Alisyahrazad Hanafiah alias Ad Hanafiah.

Fakta hukum mengungkap, jauh sebelum Donna Harun kembali ditangkap dalam kasus narkotika, Ad Hanafiah telah lebih dulu mengajukan permohonan talak cerai ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 3 Mei 2024. Permohonan tersebut diajukan setelah hubungan rumah tangga keduanya dinilai tak lagi dapat dipertahankan.

Dalam proses persidangan, persoalan penyalahgunaan narkoba disebut-sebut menjadi salah satu pemicu retaknya pernikahan mereka. Ad Hanafiah menilai perilaku Donna Harun sudah melampaui batas sebagai seorang istri dan berdampak serius terhadap keharmonisan rumah tangga.

Setelah melalui rangkaian persidangan, Pengadilan Agama Jakarta Selatan resmi mengabulkan permohonan talak cerai Ad Hanafiah pada 30 Oktober 2024. Putusan tersebut menegaskan bahwa Donna Harun dan Ad Hanafiah resmi bercerai secara hukum, meski masih menyisakan agenda pembacaan ikrar talak.

Ironisnya, setelah perceraian itu diputus, masalah hukum Donna Harun justru semakin menumpuk. Ibu dari aktor Ricky Harun tersebut kembali ditangkap terkait kasus narkoba, memperpanjang catatan hitamnya dalam perkara serupa. Kasus ini menambah daftar panjang keterlibatan Donna Harun dengan narkotika yang sebelumnya juga pernah menyeret namanya ke ranah hukum.

Sumber terdekat menyebutkan, persoalan narkoba yang kembali mencuat ini seolah menguatkan alasan Ad Hanafiah mengakhiri pernikahan. Dalam putusan cerai, majelis hakim bahkan menyatakan Donna Harun sebagai istri durhaka, atau istri yang dianggap melanggar kewajiban rumah tangga, sehingga tidak berhak atas sejumlah tuntutan nafkah pascacerai.

Publik pun menyoroti keterkaitan antara perceraian dan kasus narkoba yang terus menghantui Donna Harun. Dari seorang artis senior yang disegani, kehidupan pribadinya kini justru dipenuhi konflik hukum, mulai dari perceraian, perselingkuhan, hingga penyalahgunaan narkotika.

Hingga kini, Donna Harun masih harus menghadapi proses hukum atas kasus narkoba yang kembali menjeratnya. Sementara itu, perceraian dengan Ad Hanafiah menjadi penanda berakhirnya pernikahan ketiganya, yang runtuh di tengah badai skandal dan persoalan hukum tak berkesudahan.

Ucapan Mantan Suami Terbukti, Donna Harun Diduga Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Kasus narkotika yang kembali menjerat aktris senior Donna Harun seolah mengonfirmasi ucapan lama mantan suami keduanya, Hendra Rahtomo alias Romy Soekarno. Pernyataan Romy yang sempat menuai polemik pada 2020 silam kini kembali mencuat, menyusul terbongkarnya dugaan keterlibatan aktif Donna dalam peredaran narkoba serta indikasi kuat konsumsi narkotika jenis sabu.

Donna Harun diketahui telah dipindahkan ke Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, setelah petugas menemukan barang bukti narkotika di dalam selnya saat menjalani hukuman di Lapas Wanita Kelas IIA Sukamiskin, Bandung. Aparat menyimpulkan Donna tidak hanya berstatus pengguna, tetapi juga diduga mengedarkan narkoba dari dalam lapas.

Seiring perkembangan kasus tersebut, publik kembali menyoroti pernyataan Romy Soekarno pada Juli 2020. Saat itu, Romy secara terbuka mengakui pernah mengirim pesan WhatsApp kepada Donna Harun yang berisi ancaman akan melaporkannya ke polisi apabila kembali mengonsumsi sabu.

“Ada juga saya pernah mengancam. ‘Kalau lu mau nyabu lagi sama pacar gelap lu, gua laporin lu ke polisi’,” ujar Romy kala itu kepada awak media di kediamannya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Meski Romy menyebut ucapannya dilontarkan secara emosional dan di luar konteks, pernyataan tersebut kini dianggap relevan dengan rentetan kasus narkotika yang menjerat Donna Harun di tahun-tahun berikutnya. Fakta hukum menunjukkan Donna telah beberapa kali ditangkap dalam kasus serupa, hingga akhirnya ditetapkan sebagai residivis narkotika.

Pengacara Romy Soekarno, Sunan Kalijaga, turut angkat bicara menanggapi perkembangan terbaru kasus Donna Harun. Menurut Sunan, apa yang terungkap saat ini menjadi bukti bahwa pernyataan kliennya di masa lalu bukan sekadar tudingan tanpa dasar.

"Kalau sekarang fakta hukumnya terbuka seperti ini, publik bisa menilai sendiri. Apa yang pernah disampaikan Pak Romy dulu ternyata bukan mengada-ada," ujar Sunan Kalijaga.

Sunan menegaskan bahwa kliennya tidak pernah berniat membuka aib, melainkan saat itu berada dalam situasi konflik rumah tangga yang serius dan dipicu kekhawatiran akan penyalahgunaan narkoba.

"Ini bukan soal menyerang pribadi, tapi soal kebenaran yang akhirnya terungkap. Hukum yang berbicara," tegasnya.

Kasus Donna Harun sendiri semakin berat setelah Mahkamah Agung menolak memberikan keringanan hukuman. Selain terbukti sebagai residivis narkotika, Donna juga diketahui sempat melarikan diri dari Lapas Kerobokan pada April 2025 sebelum akhirnya ditangkap di Bandara Internasional Dubai dan dideportasi ke Indonesia.

Hingga kini, Donna Harun belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan konsumsi sabu yang kembali dikaitkan dengan ucapan mantan suaminya. Pihak keluarga juga memilih bungkam. Aparat penegak hukum menyatakan masih terus mendalami jaringan peredaran narkoba yang diduga melibatkan Donna, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang membantu dari dalam maupun luar lapas.

Kasus ini pun kembali menegaskan bahwa pernyataan masa lalu yang sempat dianggap sebagai konflik personal kini menemukan relevansinya dalam rangkaian fakta hukum yang tak terbantahkan.

Jumat, Januari 09, 2026

Terbukti Edarkan Narkoba, Donna Harun Dipindahkan ke Rutan Pondok Bambu

Aktris senior Donna Harun resmi dipindahkan ke Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, setelah terbukti mengedarkan narkoba saat menjalani masa hukuman di Lapas Wanita Kelas IIA Sukamiskin, Kota Bandung, Jawa Barat. Pemindahan tersebut dilakukan menyusul ditemukannya barang bukti narkotika secara langsung di dalam sel yang ditempati Donna.

Ibu aktor Ricky Harun itu kembali berurusan dengan aparat penegak hukum dalam perkara narkoba untuk keempat kalinya. Berdasarkan hasil penggeledahan dan pemeriksaan petugas, Donna diduga menyimpan sekaligus mengedarkan narkotika dari dalam lapas dengan memanfaatkan jaringan internal maupun pihak luar.

Penemuan barang bukti di dalam sel menjadi dasar kuat bagi aparat untuk menyimpulkan keterlibatan aktif Donna dalam peredaran narkoba di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Atas temuan tersebut, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) menetapkan Donna sebagai narapidana berisiko tinggi dan segera memerintahkan pemindahan ke rutan dengan pengamanan lebih ketat.

Sebagai langkah pengamanan lanjutan, Donna Harun kemudian dipindahkan ke Rutan Pondok Bambu, yang memiliki pengawasan khusus terhadap narapidana dengan tingkat risiko tinggi serta keterlibatan kasus serius. Proses pemindahan dilakukan secara tertutup guna mencegah potensi gangguan keamanan dan upaya melanjutkan jaringan peredaran narkoba.

Sampai di Rutan Pondok Bambu, Donna Harun ditempatkan dalam satu sel dengan Nikita Mirzani. Nikita sendiri hingga kini masih menjalani masa tahanan terkait kasus pemerasan, pengancaman, serta tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilaporkan oleh Reza Gladys.

Pihak rutan menegaskan akan melakukan pengawasan ketat terhadap kedua narapidana tersebut, mengingat status keduanya sebagai figur publik serta sensitivitas perkara yang sedang dijalani. Aparat memastikan tidak ada perlakuan khusus dan seluruh warga binaan akan diperlakukan sesuai aturan yang berlaku.

Sebagai informasi, Donna Harun sebelumnya ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar pada 9 Februari 2025 di sebuah hotel mewah di kawasan Denpasar, Bali. Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa sabu, ekstasi, kokain, serta pil happy five yang disimpan di dalam koper milik Donna.

Awalnya, Pengadilan Negeri Denpasar menjatuhkan vonis 1 tahun penjara, dengan pertimbangan bahwa terdakwa bersikap kooperatif dan menyatakan kesiapan untuk menjalani rehabilitasi. Namun, putusan tersebut diperberat oleh Pengadilan Tinggi Bali menjadi 4 tahun penjara pada 29 Agustus 2025, setelah ditemukan fakta bahwa Donna merupakan residivis kasus narkotika.

Pada tahap kasasi, Mahkamah Agung menilai Donna tidak layak lagi memperoleh keringanan hukuman. Selain mengulangi perbuatannya, ia juga diketahui sempat melarikan diri dari Lapas Kerobokan pada pertengahan April 2025. Nenek empat cucu itu dikabarkan kabur ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah umrah. Dalam periode tersebut, Donna juga diketahui kembali menganut agama Katolik, setelah sebelumnya memeluk agama Islam.

Pelarian tersebut diduga dilakukan dengan bantuan orang dalam serta penggunaan identitas palsu. Donna dilaporkan kabur selama hampir dua pekan sebelum akhirnya tertangkap di Bandara Internasional Dubai, saat tengah transit dalam perjalanan pulang ke Indonesia.

Setelah ditangkap, Donna Harun dideportasi ke Indonesia pada 30 April 2025 dan kembali ditahan di Lapas Kerobokan, Bali, sebelum akhirnya dipindahkan ke Lapas Wanita Sukamiskin, Bandung, dengan alasan keamanan.

Kasus ini menambah panjang catatan hukum Donna Harun terkait narkotika. Sebelumnya, ia juga pernah ditangkap dalam kasus serupa pada November 2022 dan Desember 2023. Meski sempat menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Donna dinilai belum mampu melepaskan diri dari jerat penyalahgunaan narkoba.

Donna Harun Kembali Tersandung Narkoba, Sophia Latjuba & Titi DJ Sindir Donna Harun


Dunia hiburan Tanah Air kembali diguncang kabar mengejutkan. Artis senior Donna Harun kembali tersandung kasus narkoba untuk kesekian kalinya. Ibu dari aktor Ricky Harun itu resmi divonis satu tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Denpasar dan harus menjalani hukuman di Lapas Kerobokan, Bali. Kasus ini menjadi sorotan luas publik lantaran tak hanya menyangkut narkoba, tetapi juga kembali menyeret konflik lama Donna Harun dengan sejumlah selebritas papan atas, termasuk Titi DJ dan Sophia Latjuba.

Vonis tersebut dijatuhkan setelah Donna Harun terbukti melakukan penyalahgunaan narkoba untuk ketiga kalinya. Selain itu, ia juga terseret kasus dugaan penistaan agama yang memperberat posisinya di mata hukum. Sebelumnya, Donna sempat buron dan kabur ke Jeddah dengan dalih menjalankan ibadah umrah. Namun pelariannya berakhir setelah ia ditangkap di Bandara Internasional Dubai dan dipulangkan ke Indonesia untuk menjalani proses hukum di Bali.

Kabar penahanan Donna Harun ini langsung memicu beragam reaksi dari publik figur, salah satunya datang dari diva pop Indonesia, Titi DJ. Melalui unggahan Instagram Story, Titi DJ meluapkan perasaannya secara terbuka. Ia menyebut apa yang dialami Donna Harun sebagai buah dari perbuatannya di masa lalu.

"Pelakor yang dulu merusak rumah tangga saya kini terima karma. Karma itu nyata, Tuhan tidak tidur," tulis Titi DJ dengan nada tajam.

Titi DJ memang dikenal memiliki konflik panjang dengan Donna Harun. Ia menuding Donna sebagai orang ketiga dalam rumah tangganya dengan mantan suaminya, Ovy /rif. Titi bahkan mengaku memergoki langsung perselingkuhan tersebut di sebuah hotel di kawasan Jakarta Selatan pada 2011 silam, yang akhirnya berujung pada perceraian mereka.

Tak hanya Titi DJ, nama Sophia Latjuba juga kembali terseret dalam pusaran konflik lama dengan Donna Harun. Pasalnya, Donna sebelumnya sempat membongkar borok mantan suaminya, Hendra Rahtomo alias Romy Soekarno, dalam acara Hitam Putih yang tayang di Trans 7 pada 2020. Kepada Deddy Corbuzier, Donna mengaku menemukan bukti bahwa Romy Soekarno berselingkuh dengan seorang perempuan yang disebut-sebut sebagai anak dari sepupu Sophia Latjuba.

"Aku terpaksa harus menceritakan hal ini karena memang aku belum pernah cerita ke siapa pun," ujar Donna kala itu.

Donna mengungkap bahwa tahun 2014 menjadi masa terberat dalam hidupnya setelah mengetahui perselingkuhan tersebut. Ia bahkan mengaku kecewa kepada Sophia Latjuba karena merasa tidak mendapat sikap yang layak sebagai seorang teman ketika mencoba mengonfirmasi isu tersebut.

"Harusnya dia kasih tahu ke aku," kata Donna dengan nada getir.

Konflik lama itu kembali memanas setelah Sophia Latjuba dan Donna Harun sempat tampil dalam siaran langsung TikTok bersama Rara Saraswati dan Bunda Corla. Meski terlihat satu layar, netizen menangkap adanya sikap canggung. Donna Harun disebut tidak menyapa Sophia Latjuba maupun Rara Saraswati, menegaskan rumor keretakan hubungan mereka.

Di tengah ramainya pemberitaan kasus narkoba Donna Harun, Sophia Latjuba dan Titi DJ kompak mengunggah sindiran di akun Instagram masing-masing. Meski tak menyebut nama secara langsung, unggahan mereka dinilai netizen sebagai sindiran telak yang ditujukan kepada Donna.

"Semua akan kembali pada yang menanam," tulis Sophia Latjuba singkat, namun sarat makna.

Sementara Titi DJ kembali menegaskan bahwa dirinya merasa lega atas proses hukum yang kini menjerat Donna Harun.

"Saya sudah berusaha bijak, tapi untuk kasus ini saya tidak bisa. Ini semua akibat perbuatannya sendiri," ujar Titi DJ.

Kasus hukum yang menjerat Donna Harun ini sekaligus menutup lembaran panjang konflik personal yang selama bertahun-tahun menghiasi kehidupan pribadinya. Publik pun terbelah antara simpati dan hujatan, sementara jejak masa lalu kembali menjadi sorotan seiring dengan vonis yang harus dijalaninya di balik jeruji besi.