Lebaran tahun ini berubah menjadi momen kelam bagi aktris Dinna Olivia. Alih-alih merayakan hari kemenangan dengan damai, ia justru kembali terseret dalam konflik panas dengan mantan suaminya, Anton Subowo, yang berujung pada dugaan penganiayaan.
Insiden tersebut terjadi pada Minggu (22/3/2026) malam, di kediaman Anton di Jalan Bukit Golf I Blok PC No. 16, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Dalam peristiwa itu, Dinna tidak sendirian. Ia datang bersama sahabatnya yang juga mantan manajer Nikita Mirzani, Dhea Hanifa, yang juga menjadi korban kekerasan.
Menurut keterangan kuasa hukum Dinna Olivia dan Nikita Mirzani, Sri Sinduwati alias Sindu, kejadian berawal saat Dinna dan Dhea mendatangi rumah Anton dengan tujuan mengembalikan harta pribadi dan harta warisan Dinna Olivia.
Tak hanya itu, Dinna meminta Anton untuk jujur menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi pada Anron tega merampas seluruh harta milik Dinna, termasuk rumah pribadi dan harta warisan dari almarhum Djuanda Jasin dan almarhumah Dahliani Siregar. Ia juga kembali menuding Anton sebagai suami siri yang hidup bersama Dhena, dan menyebut Dhena sebagai "gundik" yang ikut menguasai hartanya. Dhea yang mendampingi Dinna terlibat cekcok dengan Anton yang berakhir pada tindakan kekerasan fisik.
Namun, suasana berubah tegang ketika kehadiran Dhea memicu reaksi tidak simpatik dari Anton. Di dalam rumah saat itu juga hadir Dhena Devanka (istri Anton Subowo), Marissya Icha (sahabat Dhena Devanka), Angel Lelga (sahabat Dhena Devanka), serta pasangan Fitri Salhuteru (sahabat Dhena Devanka) dan Cencen Kurniawan yang tengah bersilaturahmi.
Ketegangan diduga dipicu oleh unggahan Dhea di media sosial yang menuding Anton sebagai pihak yang merampas harta pribadi dan warisan milik Dinna. Unggahan tersebut memancing emosi Anton hingga berujung konfrontasi langsung.
Ketegangan diduga dipicu oleh unggahan Dhea di media sosial yang menuding Anton sebagai pihak yang merampas harta pribadi dan warisan milik Dinna. Unggahan tersebut memancing emosi Anton hingga berujung konfrontasi langsung.
Keributan kemudian berkembang menjadi kontak fisik. Dhea disebut mengalami tindakan kekerasan berupa didorong, dipukul, dijedotkan, hingga diseret oleh Anton bersama Dhena, Fitri, dan Cencen.
Dinna pun mengaku turut menjadi korban. Ia menyebut sempat ditampar, dijambak, bahkan dikeroyok. Dalam situasi tersebut, Dinna dan Dhena juga disebut sempat terlibat aksi saling tampar.
Menurut Sindu, suasana semakin memanas ketika Anton melontarkan kata-kata kasar sebelum diduga melakukan tindakan kekerasan bersama Cencen. "Mas Anton langsung mengamuk," ujarnya.
Selain itu, persoalan lama kembali mencuat. Anton disebut menyinggung utang Dinna yang belum diselesaikan, bahkan mengancam akan mengambil alih rumah Dinna di Cirendeu, Tangerang Selatan, Banten.
Dinna juga mengungkap bahwa tekanan terhadap dirinya tidak berhenti di situ. Ia mengaku didatangi sejumlah orang yang disebut sebagai bodyguard suruhan Anton, yang meminta dirinya dan kedua anaknya, Alea Subowo dan Arenzo Subowo, untuk meninggalkan rumah di Cirendeu yang kini menjadi objek sengketa.
Situasi malam itu akhirnya mereda setelah lima bodyguard turun tangan. Namun, Dinna dan Dhea justru diusir dari rumah tersebut.
Tak tinggal diam, Dinna langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jakarta Selatan pada Senin (23/3/2026) dini hari.
Ini bukan kali pertama konflik berujung laporan hukum. Sebelumnya, Dinna telah melaporkann Anton Subowo, Dhena Devanka, Fitri Salhuteru, dan Cencen Kurniawan terkait dugaan penganiayaan dalam insiden 8 Januari 2026 di Stone Cafe, Kemang, Jakarta Selatan. Dalam kasus tersebut, sejumlah pihak turut menjadi korban, termasuk anak Dinna, Alea Subowo, Kiki Jassin (sepupu Dinna Olivia), serta Dea Tunggaesti (sahabat Dinna Olivia).
Hingga kini, sengketa harta antara Dinna dan Anton masih bergulir di pengadilan, dengan kedua belah pihak tetap bersikukuh pada klaim masing-masing.
Perseteruan antara Dinna dan Anton telah berlangsung sejak 2022, mencakup berbagai isu, mulai dari dugaan KDRT, perselingkuhan, hingga sengketa harta.
Rumah tangga Dinna dan Anton mulai retak sejak 2011. Perceraian keduanya pun diwarnai tudingan kehadiran orang ketiga. Nama Dhena Devanka sempat disebut sebagai penyebab retaknya rumah tangga Anton Subowo dan Dinna Olivia. Konflik memuncak pada 24 Desember 2022 ketika Dinna bersama sepupunya, Kiki Jassin mengklaim memergoki Anton bersama Dhena di sebuah rumah kontrakan di Raffles Hills Cibubur, Depok, Jawa Barat.
Namun, pihak Anton membantah dan menegaskan bahwa Dhena adalah istri sah yang dinikahi secara resmi pada 28 Januari 2023, sebelum gugatan cerai Dinna diajukan ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 12 April 2023.
Peristiwa itu berujung pada laporan dugaan KDRT dan perzinahan ke Polres Depok, Jawa Barat pada 7 Juni 2023. Namun perkara berbalik arah setelah Dhena melaporkan Dinna dan Kiki ke Polsek Cimanggis pada 30 Desember 2022 lalu atas dugaan perusakan rumah kontrakan.
Dinna Olivia dan Anton Subowo diketahui resmi bercerai pada 29 Februari 2024. Dan, hak asuh kedua anak Dinna-Anton, Alea Subowo dan Arenzo Subowo jatuh ke tangan Dinna, ibunya.
Pada 22 Agustus 2025, Dinna dan sepupunya, Rizkiyanti Jassin alias Kiki Jassin, sempat ditahan di Lapas Perempuan Depok, Depok, Jawa Barat terkait kasus perusakan rumah kontrakan Dhena Devanka. Keduanya akhirnya bebas pada 22 Desember 2025.
Tak lama setelah bebas, Dinna mengaku kembali menghadapi tekanan. Ia menyebut dirinya dan kedua anaknya, Alea Subowo dan Arenzo Subowo didatangi orang-orang yang disebut sebagai bodyguard suruhan Anton dan diminta meninggalkan rumah di Cirendeu yang kini menjadi objek sengketa.
Meski hubungan pernikahan telah berakhir, konflik di antara keduanya justru semakin meluas dan melibatkan banyak pihak. Insiden terbaru ini kembali menunjukkan bahwa perseteruan tersebut masih jauh dari kata usai.