Sabtu, Mei 30, 2026

Selingkuh Dengan Pengusaha Bakmi, Ira Maya Sopha Terancam 9 Bulan Penjara Terkait Perzinahan

Kasus dugaan perselingkuhan yang menyeret mantan penyanyi cilik Ira Maya Sopha memasuki babak paling panas. Setelah sebelumnya hanya berupa tuduhan dari mantan suami dan sejumlah mantan karyawan Bakmi Japos, kini perkara tersebut resmi bergulir ke ranah hukum.

Sumber kepolisian menyebut, laporan dugaan perzinahan yang diajukan oleh Wina Susanti, istri sah dari pengusaha bakmi Hengky Tjoa, telah diterima dan tengah dalam proses penyelidikan mendalam. Sebab, Ira yang merupakan mantan juri Idola Cilik tersebut dilaporkan mantan suaminya, Arianto ke Polda Metro Jaya atas dugaan perzinahan. Ia disebut-sebut berselingkuh dengan Hengky sejak tahun 2005 ketika ia masih menjadi istri Arianto.

Menurut informasi yang dihimpun, Wina melaporkan dugaan hubungan terlarang antara Hengky dan Ira pada awal Oktober 2025. Padahal, Ira Maya Sopha disebut-sebut menjadi orang ketiga rumah tangga Hengky Tjoa dan Wina Susanti yang bercerai pada tahun 2009 lalu. Setelah mengumpulkan keterangan saksi, penyidik mulai menimbang kemungkinan penerapan Pasal 284 KUHP tentang perzinahan—pasal yang memungkinkan pelaku dipidana hingga sembilan bulan penjara jika terbukti.

Seorang sumber internal kepolisian yang enggan disebutkan namanya mengungkap,
“Penyidik sedang menunggu kelengkapan alat bukti. Kalau terpenuhi unsur-unsurnya, baik pihak laki-laki maupun perempuan bisa dikenakan pemanggilan sebagai terlapor. Status penahanan bisa terjadi jika diperlukan.”

Kasus ini memicu gelombang opini di media sosial. Sebagian publik membela Wina sebagai istri sah yang “dikhianati,” sementara sebagian lainnya menilai tuduhan itu mengada-ada dan bermotif ekonomi, terutama setelah bisnis Bakmi Japos bangkrut sejak 2017.

Namun, yang membuat situasi makin panas adalah beredarnya foto-foto kebersamaan Ira dan Hengky di beberapa acara privat sebelum skandal mencuat. Kuasa hukum Wina mengklaim foto itu merupakan “tanda-tanda kedekatan yang tak wajar,” sementara pihak Ira menyebutnya sekadar momen profesional dan tidak membuktikan apa pun.

Sementara itu, Hengky Tjoa pengusaha bakmi yang kini berada di tengah badai dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada minggu depan. Hingga berita ini diturunkan, Ira Maya Sopha dan Hengky Tjoa belum memberikan pernyataan resmi.

Rabu, Mei 27, 2026

Doktif Klaim Dhena Devanka & Anton Subowo Terancam Dijemput Paksa Lagi

Perkara dugaan perzinahan yang menyeret nama Dhena Devanka dan Anton Subowo ternyata belum benar-benar selesai. Meski keduanya sempat divonis bebas murni oleh Pengadilan Negeri Depok pada 10 Juli 2025, proses hukum masih terus berjalan setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) resmi mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Barat.

Situasi kembali memanas setelah dokter yang juga konten kreator Dokter Detektif alias Doktif melontarkan pernyataan mengejutkan dalam siaran langsungnya. Doktif menyebut Dhena dan Anton berpotensi kembali dijemput paksa aparat penegak hukum apabila dianggap tidak kooperatif selama proses hukum berlangsung.

Pernyataan tersebut langsung memicu perdebatan luas di media sosial dan kembali menyeret konflik panjang antara kubu Dinna Olivia dan Dhena Devanka ke ruang publik.

Dalam siaran langsungnya, Doktif menyinggung status Dhena dan Anton yang kini diketahui berstatus tahanan kota usai permohonan penangguhan penahanan mereka dikabulkan penyidik.

Menurut Doktif, banyak masyarakat yang salah memahami status tersebut.

"Orang jangan salah paham ya. Ditangguhkan itu bukan bebas murni. Kalau nggak kooperatif, kalau mangkir lagi, bisa dijemput paksa lagi dan masuk penjara lagi," ujar Doktif.

Ia juga menyinggung kabar bahwa Dhena dan Anton belakangan lebih banyak berada di Bali dibanding Jakarta.

"Jangan sampai nanti masyarakat lihat seolah-olah santai liburan terus lupa masih ada proses hukum,” lanjut pemilik nama Samira Farahnaz itu.

Seperti diketahui, Dhena Devanka dan Anton Subowo sempat divonis bebas murni dalam perkara dugaan perzinahan oleh Pengadilan Negeri Depok.

Majelis hakim kala itu menilai unsur Pasal 284 KUHP tidak terpenuhi dan alat bukti yang diajukan jaksa dianggap belum cukup kuat.

Usai putusan dibacakan, Dhena dan Anton langsung dibebaskan dari Lapas Depok setelah sebelumnya menjalani masa penahanan sejak 15 Maret 2025.

Pihak kuasa hukum Dhena, Pitra Romadoni Nasution menyebut putusan tersebut sebagai bukti bahwa perkara yang menyeret kliennya terlalu dipengaruhi konflik pribadi.

"Mereka sudah sah secara agama sebelum tuduhan itu muncul," ujar Pitra.

Namun putusan bebas tersebut ternyata tidak diterima pihak kejaksaan.

Pada 28 November 2025, Jaksa Penuntut Umum (JPU) resmi mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Barat.

Jaksa menilai majelis hakim mengabaikan sejumlah fakta penting yang muncul selama persidangan, termasuk keterangan para saksi, dokumen yang disebut sebagai bukti pernikahan siri, hingga dugaan hubungan Dhena dan Anton saat Anton masih berstatus suami sah Dinna Olivia.

Dalam memori bandingnya, jaksa bahkan disebut meminta penerapan pidana maksimal Pasal 284 KUHP, yakni sembilan bulan penjara apabila banding dikabulkan.

Langkah banding tersebut didukung kubu Dinna Olivia.

Kuasa hukum Dinna, Mario Lasut, menyebut putusan bebas sebelumnya sebagai "tamparan bagi korban".

"Banyak fakta yang menurut kami diabaikan majelis hakim, termasuk peristiwa penggerebekan di Raffles Hills Cibubur dan keterangan para saksi," ujar Mario.

Tak hanya menyoroti status hukum Dhena dan Anton, Doktif juga kembali mengungkit polemik lama terkait hubungan keduanya. Ia kembali menyebut Dhena sebagai sosok yang kerap memutarbalikkan fakta di depan publik.

"Dari dulu narasinya berubah-ubah terus. Dulu bilang nggak kenal si gadun (Anton), sekarang malah sudah jadi istri sah. Publik kan bisa menilai sendiri," sindir Doktif.

Pernyataan itu kembali mengingatkan publik pada wawancara Dhena pada Desember 2023 ketika ia sempat membantah mengenal Anton Subowo sebelum akhirnya mengakui telah menikah resmi di KUA Ciracas, Jakarta Timur pada 28 Januari 2023.

Pernikahan tersebut menuai kontroversi karena saat itu Anton masih berstatus suami sah Dinna Olivia.
Konflik ini semakin rumit setelah Dhena Devanka melaporkan balik Dinna Olivia terkait dugaan perusakan rumah kontrakan di kawasan Raffles Hills Cibubur, Depok.

Akibat laporan tersebut, Dinna Olivia dan sepupunya, Rizkiyanti Jassin, sempat ditahan di Lapas Perempuan Depok sejak Agustus 2025 sebelum akhirnya dibebaskan pada 22 Desember 2025.

Setelah bebas, Dinna kembali mengaku mendapat tekanan terkait sengketa rumah di Cirendeu, Tangerang Selatan, Banten yang kini juga menjadi bagian dari konflik harta gono-gini.

Hingga kini, pihak Dhena Devanka maupun Anton Subowo belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Doktif.

Sementara itu, sahabat dekat Dhena, Fitri Salhuteru, juga belum terlihat memberikan komentar terbuka mengenai kemungkinan penjemputan paksa tersebut.

Padahal sebelumnya, Fitri dikenal sebagai sosok paling vokal membela Dhena dalam berbagai konflik hukum maupun polemik rumah tangga yang menyeret nama mantan istri Jonathan Frizzy itu.

Seperti diketahui, Dhena Devanka saat ini masih menghadapi kasus dugaan penipuan yang dilaporkan penyanyi Indah Nevertari sejak 2023.

Selain itu, Dhena dan Anton juga terseret perkara dugaan penganiayaan yang dilaporkan Dinna Olivia terkait insiden di Stone Cafe, Kemang, Jakarta Selatan pada Januari 2026.

Dalam perkara tersebut, beberapa nama turut tercatat sebagai korban, di antaranya Kiki Jassin (sepupu Dinna Olivia), Alea Subowo (anak Dinna Olivia-Anton Subowo), dan Dea Tunggaesti.

Kasus ini sendiri menjadi lanjutan dari konflik panjang rumah tangga antara Dinna Olivia dan Anton Subowo yang telah berlangsung sejak bertahun-tahun lalu.

Apakah Dhena Devanka dan Anton Subowo benar-benar akan kembali berhadapan dengan ancaman penahanan, atau justru mampu mempertahankan status tahanan kota mereka hingga proses banding selesai diputus pengadilan ?

Fitri Salhuteru Serang Balik Doktif dan Nikita Mirzani Usai Bela Dhena Devanka

Perseteruan panas di lingkaran selebritas Tanah Air kembali memanas. Kali ini, pengusaha sekaligus selebgram Fitri Salhuteru secara terbuka membela sahabat dekatnya, Dhena Devanka, setelah Dhena dituding sebagai pelakor, pembohong, dan sosok yang memutarbalikkan fakta oleh Nikita Mirzani dan Amira Farahnaz alias Doktif.

Melalui unggahan media sosial dan siaran langsungnya, Fitri menunjukkan kemarahannya terhadap berbagai tudingan yang terus diarahkan kepada Dhena Devanka dalam beberapa tahun terakhir.

"Jangan semua orang seenaknya menuduh perempuan lain pelakor, pembohong, atau playing victim cuma karena benci pribadi," ujar Fitri dengan nada tinggi.

Fitri menilai banyak pihak sengaja membangun opini negatif terhadap Dhena demi menggiring kebencian publik.

"Kalau nggak tahu fakta sebenarnya, jangan merasa paling benar. Jangan memutar opini seolah-olah cuma satu pihak yang jadi korban," lanjutnya.

Nama Nikita Mirzani memang menjadi salah satu figur paling vokal menyerang Dhena Devanka sejak konflik rumah tangga Dinna Olivia dan Anton Subowo mencuat ke publik.

Sebelumnya, Nikita beberapa kali menyebut Dhena sebagai "pelakor", "wanita simpanan", hingga "ular betina".

Dalam sebuah siaran langsung lama yang kembali viral, Nikita bahkan menyebut Dhena sebagai pembohong.

"Si D pembohong. Jangan sok munafik lu. Tetep aja bohong," kata Nikita saat live media sosial pada Oktober 2023.

Pernyataan itu muncul setelah Dhena sempat membantah mengenal Anton Subowo ketika isu perselingkuhan pertama kali mencuat.

Namun Fitri menilai serangan Nikita sudah melewati batas.

"Kalau lu mau marah, jangan hina Dhena terus-terusan. Jangan merasa punya hak menghakimi hidup orang lain," tegas Fitri.

Ia juga menyindir gaya Nikita yang dinilai gemar membuka aib demi menarik perhatian publik.

"Ada orang yang hidupnya memang nggak bisa tenang kalau nggak bikin gaduh," sindir Fitri tanpa menyebut nama secara langsung.

Tak hanya Nikita Mirzani, Fitri juga menyerang balik Doktif yang belakangan ikut mengkritik Dhena Devanka.

Sebelumnya, Doktif menyebut Dhena sebagai sosok playing victim dan mempertanyakan perubahan narasi Dhena terkait hubungannya dengan Anton Subowo.

"Awalnya ngaku dijodohkan sama jenderal, tiba-tiba bilang sudah menikah sama Anton. Yang benar yang mana?" ujar Doktif dalam siaran langsungnya.

Pernyataan itu langsung memancing reaksi keras dari Fitri Salhuteru.

"Sekarang semua orang merasa paling tahu urusan rumah tangga orang lain. Padahal cuma dengar cerita sepihak," kata Fitri.

Fitri juga menilai Doktif sengaja memanfaatkan konflik Dhena demi konten dan sensasi media sosial.

"Kalau hidup cuma isi drama orang lain, ya akhirnya lupa bercermin," sindir istri Cencen Kurniawan itu.

Perseteruan Fitri dan Doktif sendiri memang bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, Fitri bahkan sempat mendatangi kantor BPOM dan melaporkan produk skincare milik Doktif atau dokter Samira.

Konflik keduanya terus berkembang di media sosial dan kini semakin panas setelah menyeret nama Dhena Devanka serta konflik panjang dengan Dinna Olivia.

Dalam pembelaannya, Fitri kembali menegaskan bahwa Dhena Devanka bukan perebut laki orang seperti yang selama ini dituduhkan publik.

Menurut Fitri, hubungan rumah tangga Anton Subowo dan Dinna Olivia memang sudah retak jauh sebelum Dhena hadir.

"Rumah tangga mereka sudah bermasalah bertahun-tahun. Jangan semua kesalahan dilempar ke Dhena," kata pemilik nama Fitri Salfitri Salhuteru itu.

Ia bahkan balik menyinggung masa lalu Dinna Olivia yang dulu sempat dituduh menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Anton dan istri pertamanya, Cut Modilla.

"Kalau mau bongkar masa lalu, semua orang juga punya cerita," ucap Fitri.

Perseteruan ini semakin memperlihatkan terbentuknya dua kubu besar di kalangan selebritas.

Di kubu Dhena Devanka, tampak nama-nama seperti Fitri Salhuteru, Marissya Icha, Shella Saukia, Angel Lelga, hingga Reza Gladys.

Sementara Nikita Mirzani tetap berada di barisan pendukung Dinna Olivia dan menjadi figur paling aktif menyerang Dhena di ruang publik.

Konflik antara Fitri dan Nikita sendiri sebenarnya sudah berlangsung sejak 2023, setelah hubungan persahabatan mereka retak akibat persoalan pribadi dan konflik keluarga Nikita.

Masuknya Dhena Devanka ke lingkaran pertemanan Fitri disebut menjadi salah satu pemicu yang memperdalam permusuhan kedua mantan sahabat tersebut.

Hingga kini, baik Dhena Devanka maupun Anton Subowo belum memberikan tanggapan terbaru terkait perang pernyataan antara Fitri Salhuteru, Nikita Mirzani, dan Doktif.

Senin, Mei 25, 2026

Dinna Olivia Menang Gugatan Harta Gono-Gini, Anton Subowo & Dhena Devanka Absen


Konflik panjang antara aktris Dinna Olivia dan mantan suaminya, Anton Subowo, kembali memasuki babak penting. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akhirnya mengabulkan sebagian besar gugatan harta gono-gini yang diajukan Dinna Olivia dalam sidang lanjutan yang digelar pada Senin (25/5/2026).

Sidang tersebut menjadi sorotan publik karena menyangkut perebutan aset bernilai besar, termasuk rumah tinggal, tabungan, investasi, hingga aset yang disebut Dinna sebagai bagian dari warisan keluarga peninggalan kedua orang tuanya. Dinna pun menangis terharu dan bersujud mendengar putusan tersebut.

Dalam putusannya, majelis hakim mengabulkan sebagian gugatan yang diajukan bintang film 'Mengejar Mas-Mas' itu terkait harta gono-gini, rumah di Cirendeu, serta aset warisan peninggalan kedua orang tuanya.

Namun perhatian publik tak hanya tertuju pada putusan hakim. Anton Subowo dan istrinya, , diketahui tidak hadir dalam persidangan. Berdasarkan keterangan kuasa hukum Dinna, keduanya disebut tengah berada di Bali.

"Pihak tergugat tidak hadir. Informasi yang kami dapat, mereka sedang berada di Bali," ujar Mario Lasut, kuasa hukum Dinna Olivia di depan awak media usai persidangan.

Dalam putusan sementara yang dibacakan majelis hakim, sejumlah aset dinyatakan masuk dalam kategori harta bersama selama pernikahan Dinna Olivia dan Anton Subowo yang berlangsung sejak 5 Juni 2008.

Majelis hakim juga menilai beberapa aset yang selama ini disengketakan tidak sepenuhnya dapat diklaim oleh Anton Subowo.

Pihak Dinna menyebut kemenangan ini menjadi titik penting setelah pertarungan hukum yang berlangsung panjang sejak perceraian mereka resmi diputus pada 29 Februari 2024.

"Mbak Dinna akhirnya mendapatkan kejelasan hukum atas hak-haknya," ujar Sri Sinduwati, tim kuasa hukum Dinna Olivia.

Selain soal harta bersama, persidangan juga menyinggung dugaan penguasaan aset pribadi dan warisan keluarga Dinna.

Menurut pihak Dinna, beberapa aset yang sebelumnya dikuasai Anton dan Dhena sebenarnya berasal dari hasil kerja Dinna sebelum menikah, aset keluarga, serta warisan peninggalan almarhum kedua orang tuanya.

Dalam amar putusan, majelis hakim menyatakan mengabulkan gugatan Dinna Olivia untuk sebagian.

Hakim menilai tidak semua tuntutan dapat dikabulkan sepenuhnya, namun terdapat sejumlah poin penting yang memenangkan pihak Dinna.

Salah satu poin paling krusial dalam perkara ini adalah sengketa rumah di kawasan Cirendeu, Tangerang Selatan, Banten.

Majelis hakim mempertimbangkan sejumlah bukti kuat yang diajukan kubu Dinna, di antaranya akta hibah dari orang tua Dinna, sertifikat awal atas nama Dinna Olivia, serta bukti asal-usul aset sebelum perkawinan.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, hakim memutuskan rumah di Cirendeu dinyatakan sebagai milik pribadi Dinna Olivia.

Majelis hakim juga memerintahkan Anton Subowo, dan Dhena Devanka, untuk mengosongkan rumah tersebut.

Putusan ini langsung menjadi sorotan karena rumah Cirendeu selama ini menjadi simbol konflik panas antara Dinna dan Anton pasca perceraian.

Pihak Dinna menyebut aset tersebut berkaitan dengan warisan kedua orang tuanya, alm. Djuanda Jasin dan almh. Dahliani Siregar.

"Mbak Dinna merasa selama ini hak-haknya diambil dan dikuasai secara sepihak," kata Sri Sinduwati.

Dalam pertimbangannya, hakim menegaskan bahwa warisan bukan bagian dari harta bersama. Majelis menyatakan tidak ditemukan bukti sah mengenai peralihan hak kepemilikan aset warisan kepada Anton maupun pihak lain.

Karena itu, pengadilan memutuskan seluruh aset warisan tetap menjadi milik pribadi Dinna Olivia, dan penguasaan aset tersebut oleh pihak lain dinyatakan tidak sah secara hukum.

Poin ini dianggap sebagai kemenangan terbesar Dinna dalam perkara perdata tersebut.

Meski unggul dalam sengketa rumah dan warisan, Dinna tidak memenangkan seluruh perkara.

Majelis hakim tetap menyatakan bahwa beberapa aset yang diperoleh selama pernikahan merupakan harta bersama.

Karena itu, pengadilan memutuskan harta gono-gini dibagi masing-masing 50 persen antara Dinna Olivia dan Anton Subowo.

Hakim menilai terdapat cukup bukti mengenai aliran dana, kepemilikan bersama, serta pembelian aset selama masa perkawinan.

Perseteruan soal rumah Cirendeu sendiri sudah berlangsung sejak 2024 dan menjadi salah satu sumber konflik paling panas antara Dinna, Anton, dan Dhena.

Dinna sebelumnya bahkan mengaku sempat diusir dari rumah tersebut setelah bebas dari tahanan pada 22 Desember 2025.

Ketidakhadiran Anton dan Dhena dalam sidang turut memancing perhatian publik.

Banyak pihak menilai absennya pasangan tersebut menunjukkan sikap tidak kooperatif terhadap proses hukum yang sedang berjalan.

Apalagi sebelumnya Anton Subowo cukup aktif memberikan pernyataan keras kepada media terkait tuntutan utang, klaim harta gono-gini, hingga tuduhan terhadap Dinna Olivia.

Namun pada sidang penting kali ini, Anton maupun Dhena tidak terlihat hadir di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Kami menghormati proses hukum. Tapi tentu publik bisa menilai sendiri," ujar Mario Lasut.

Kasus perebutan harta ini menjadi bagian dari konflik panjang yang menyeret perceraian, dugaan perselingkuhan, dugaan perzinahan, laporan pidana, hingga perang opini di media sosial.

Rumah tangga Dinna Olivia dan Anton Subowo sendiri mulai retak sejak 2011 dan disebut pisah ranjang sejak 2016.

Situasi semakin panas setelah Dinna bersama sepupunya, Kiki Jassin mengaku memergoki Anton bersama Dhena Devanka di rumah kontrakan kawasan Raffles Hills, Cibubur, pada 24 Desember 2022.

Insiden tersebut berkembang menjadi laporan dugaan KDRT, laporan dugaan perzinahan, hingga perkara dugaan perusakan rumah kontrakan yang sempat membuat Dinna Olivia dan Kiki Jassin ditahan.

Nama Dhena Devanka sendiri terus menjadi sorotan sejak dirinya mengakui telah menikah dengan Anton Subowo pada 28 Januari 2023 di KUA Ciracas, Jakarta Timur.

Pengakuan itu memicu kontroversi karena saat itu Anton masih berstatus suami sah Dinna Olivia. Dhena yang merupakan mantan istri Jonathan Frizzy itu disebut-sebut menjadi orang ketiga rumah tangga Anton Subowo dan Dinna Olivia.

Dhena juga terus mendapat serangan dari kubu pendukung Dinna, termasuk Nikita Mirzani, Marchia Pohan dan dr. Amira Farahnaz alias Doktif, yang menudingnya sebagai orang ketiga dan pemicu kehancuran rumah tangga Dinna.

Di sisi lain, Dhena mendapat dukungan kuat dari yang selama ini menjadi sahabat paling vokal membelanya.

Kemenangan Dinna Olivia dalam sidang harta gono-gini ini langsung menjadi perbincangan besar di media sosial.

Sebagian publik menilai putusan tersebut menjadi kemenangan moral bagi Dinna setelah bertahun-tahun menghadapi konflik rumah tangga, tekanan psikologis, hingga persoalan hukum.

Meski begitu, pihak Anton Subowo disebut masih memiliki peluang untuk mengajukan langkah hukum lanjutan, termasuk banding terhadap putusan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, Anton Subowo dan Dhena Devanka belum memberikan pernyataan resmi terkait hasil sidang maupun alasan ketidakhadiran mereka dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Minggu, Mei 24, 2026

Niat Bertemu Jeje Soekarno di Hari Lebaran, Donna Harun Diusir Romy Soekarno

Konflik panjang antara Donna Harun dan mantan suaminya, Romy Soekarno, kembali menjadi perhatian publik. Perseteruan keduanya bahkan kerap dibandingkan dengan drama rumah tangga Ahmad Dhani dan Maia Estianty yang sempat menghebohkan publik pada tahun 2008.

Namun respons publik terhadap dua kasus tersebut dinilai berbeda. Jika Ahmad Dhani dahulu banyak dihujat karena dianggap terlalu sering membuka persoalan rumah tangga ke ruang publik, Romy Soekarno justru mendapat simpati dari sebagian netizen. Sebaliknya, Donna Harun kini lebih banyak menuai kritik akibat rentetan persoalan pribadi dan hukum yang terus menyeret namanya.

Konflik terbaru keduanya kembali mencuat setelah kronologi insiden Lebaran 2023 terungkap ke publik. Peristiwa tersebut disebut menjadi salah satu titik paling panas dalam hubungan Donna dan Romy pasca perceraian.

Donna dan Romy diketahui memiliki seorang putra bernama Jeje Soekarno. Hingga kini, Jeje tinggal bersama sang ayah di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Ketegangan memuncak pada Sabtu, 22 April 2023 atau hari pertama Lebaran. Saat itu, Donna disebut menerima pesan dari Jeje yang menolak untuk bertemu dengannya. Pihak Donna menganggap pesan tersebut tidak biasa dan menduga ada faktor lain di balik penolakan tersebut.

Didorong keinginan bertemu sang anak di momen Idulfitri, Donna bersama putra sulungnya, Ricky Harun, mendatangi kediaman Romy Soekarno usai salat Id. Namun kedatangan itu justru berujung keributan.

Menurut pihak Donna, dirinya mendapat perlakuan tidak menyenangkan setibanya di lokasi. Donna mengaku diusir, diseret keluar rumah, hingga mendapat hinaan verbal. Insiden tersebut disebut menyebabkan memar pada tubuh Donna.
Pihak Donna menyayangkan niat seorang ibu untuk bersilaturahmi dengan anaknya di hari raya justru berakhir ricuh.

Di sisi lain, kubu Romy membantah adanya tindakan kekerasan. Melalui kuasa hukumnya, Romy menegaskan luka memar yang dialami Donna terjadi akibat terjatuh, bukan karena penganiayaan.
Perselisihan itu kemudian berlanjut ke ranah hukum. Donna sempat melaporkan Romy Soekarno dan Didi Mahardika ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan pengeroyokan dan penodongan.

Namun pada November 2024, penyidikan kasus tersebut resmi dihentikan karena dinilai tidak memiliki cukup bukti. Menanggapi keputusan itu, Romy Soekarno secara terbuka menyebut laporan Donna tidak terbukti.

"SP3 ini adalah bukti bahwa laporan Donna itu palsu, yang didasari kebohongan. Tidak terbukti," ujar Romy saat itu ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Romy juga mengakui dirinya memang mengusir Donna dari rumah pada hari itu. Menurutnya, ia tidak memberikan izin kepada mantan istrinya untuk menemui Jeje tanpa pemberitahuan sebelumnya.
"Saya cuma melindungi Jeje," kata Romy dalam keterangannya.

Putra mendiang Rachmawati Soekarnoputri itu bahkan menuding Donna telah menyebarkan informasi yang tidak benar kepada aparat penegak hukum.

"Ini harusnya menjadi barometer karakter seseorang. Ada konsekuensi hukum kalau menyebarkan kebohongan," tegas Romy.

Konflik lama keduanya semakin rumit setelah Romy Soekarno kembali membuka dugaan perselingkuhan Donna Harun dengan sejumlah pria lain saat mereka masih berstatus suami istri. Dalam beberapa wawancara infotainment, Romy menyebut rumah tangga mereka mulai retak sejak tahun 2005.

Menurut Romy, Donna diduga menjalin hubungan dengan beberapa pria lain, di antaranya Satria Kamal, Bara Tampubolon, Rifat Sungkar, hingga sejumlah nama lain. Romy mengaku mengetahui dugaan hubungan tersebut dari isi ponsel Donna.

Ia bahkan menyebut telah melaporkan dugaan perzinahan Donna ke pihak kepolisian karena merasa tidak tahan lagi dengan perilaku mantan istrinya.

Romy juga menegaskan bahwa dirinya langsung menjatuhkan talak cerai kepada Donna setelah mengetahui dugaan perselingkuhan tersebut. Pernikahan yang telah berjalan selama 22 tahun akhirnya resmi berakhir pada 2018.

Tak hanya itu, Romy Soekarno juga sempat menyatakan keinginannya melakukan sumpah pocong terkait tudingan perselingkuhan Donna dengan sejumlah pria lain.

Menurut Romy, berbagai konflik tersebut bukan hanya menghancurkan rumah tangga mereka, tetapi juga berdampak pada hubungan Donna dengan Jeje Soekarno. Ia bahkan menuding Donna pernah menelantarkan dirinya dan sang anak di tengah persoalan rumah tangga yang terus memburuk.

Hingga kini, hubungan Donna Harun dan Romy Soekarno masih belum membaik. Konflik keduanya bahkan semakin kompleks setelah Donna terseret berbagai persoalan hukum lain dalam beberapa tahun terakhir.

Ironisnya, momen Lebaran yang identik dengan silaturahmi dan saling memaafkan justru menjadi awal memanasnya kembali perseteruan panjang antara Donna Harun dan Romy Soekarno yang hingga kini belum menemukan titik damai.

Selasa, Mei 12, 2026

Polda Bali Resmi Tetapkan Artis Donna Harun Sebagai Tersangka Kasus Perzinahan

Kasus dugaan perzinahan yang menyeret nama aktris senior Donna Harun akhirnya memasuki babak baru. Polda Bali resmi menetapkan Donna Harun dan pesinetron Fadika Royandi sebagai tersangka dalam perkara dugaan perzinahan yang dilaporkan sejak akhir 2023.

Penetapan status tersangka tersebut diumumkan setelah penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mengumpulkan sejumlah alat bukti yang dinilai cukup untuk meningkatkan status hukum keduanya.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, membenarkan perkembangan terbaru dalam kasus tersebut."Penyidik telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana perzinahan sebagaimana diatur dalam Pasal 284 KUHP. Penetapan dilakukan setelah ditemukan alat bukti yang cukup," ujar Ariasandy, Selasa (12/5/2026).

Kasus ini berawal dari laporan pengusaha tambang Alisyahrazad Hanafiah atau lebih disapa Aad pada 22 Desember 2023. Mantan suami ketiga Donna itu sejak awal mencurigai adanya hubungan terlarang antara Donna dan Fadika Royandi ketika mereka masih berstatus suami istri.

Menurut keterangan Aad, kecurigaan tersebut berawal saat resepsi pernikahannya dengan Donna di kawasan The Edge Villa Pecatu, Uluwatu, Bali, pada 27 Juli 2019. Ia mengaku menemukan sejumlah kejanggalan yang kemudian membuatnya yakin terjadi hubungan di luar pernikahan berarti perselingkuhan Donna dan Aad.

"Saya dari awal hanya ingin mencari kejelasan. Kalau sekarang statusnya sudah seperti ini, berarti apa yang saya curigai selama ini bukan tanpa alasan," ujar Aad.

Menurutnya, sejumlah kejanggalan yang terjadi pada malam resepsi membuat dirinya mulai meragukan kesetiaan sang istri.

Dalam proses penyelidikan, Penyidik Polda Bali menyebut penetapan tersangka dilakukan setelah ditemukan minimal dua alat bukti yang dinilai cukup sesuai ketentuan hukum acara pidana. Selain keterangan saksi, penyidik juga disebut mengantongi rekaman video, dokumen komunikasi, serta hasil pemeriksaan tambahan lainnya.

"Status perkara telah ditingkatkan ke tahap penyidikan dan dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka," ujar sumber kepolisian.

Nama penyanyi senior Lita Zen turut mencuat sebagai salah satu saksi penting. Sebab, tante penyanyi Karen Pooroe itu sempat diundang menjadi tamu resepsi pernikahan tersebut.

Lita sebelumnya mengaku melihat adanya kedekatan yang dinilai tidak wajar antara Donna dan Fadika saat acara resepsi berlangsung.

"Saya melihat sendiri ada interaksi yang menurut saya berlebihan malam itu," ujar Lita dalam keterangannya terdahulu.Penyidik menyebut seluruh keterangan saksi telah dicocokkan dengan alat bukti lain sebelum akhirnya memutuskan menaikkan status perkara.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, proses hukum terhadap Donna Harun dan Fadika Royandi masih terus berjalan. Penyidik kini fokus melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Bali.

"Kami memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur hukum," tegas Ariasandy.

Hingga kini, baik Donna maupun Fadika belum memberikan tanggapan resmi terkait penetapan status tersangka tersebut.

Saat ini Donna diketahui masih menjalani masa tahanan terkait perkara narkotika, sementara Fadika Royandi belum memberikan pernyataan resmi kepada media terkait penetapan status tersangka tersebut.

Sementara itu, rumah tangga Donna Harun dan Alisyahrazad Hanafiah telah resmi berakhir pada 30 Oktober 2024 setelah melalui proses hukum panjang di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Ibu aktor Ricky Harun itu diketahui tiga kali kawin cerai.

Namun perkara pidana tetap berjalan karena dugaan perzinahan disebut terjadi saat keduanya masih berstatus sebagai pasangan suami istri.Kasus ini kini menjadi perhatian luas publik dan kembali menempatkan kehidupan pribadi Donna Harun di bawah sorotan media.

Minggu, Mei 10, 2026

Donna Harun Resmi Dicekal ke Luar Negeri Pasca Murtad, Termasuk Umrah

Aktris senior Donna Harun dikabarkan resmi masuk dalam daftar pencegahan bepergian ke luar negeri menyusul sejumlah persoalan hukum yang masih menjeratnya.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan penegak hukum, pencekalan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar Donna tetap berada di Indonesia selama proses penyelidikan dan penanganan perkara berlangsung. Salah satu perkara yang disebut masih didalami adalah dugaan kasus penistaan agama.

Donna sebelumnya menjadi sorotan setelah dikabarkan kembali menganut agama Katolik setelah sempat memeluk Islam selama puluhan tahun. Polemik tersebut memicu laporan hukum yang dilayangkan oleh mantan suami ketiganya, Ad Hanafiah, ke aparat kepolisian pada akhir 2023.

Selain itu, riwayat pelarian Donna dari tahanan pada April 2025 juga disebut menjadi pertimbangan penting dalam keputusan pencekalan. Saat itu, ibu aktor Ricky Harun itu diketahui sempat melarikan diri dari Lapas Kerobokan, Bali dan melakukan perjalanan ke luar negeri sebelum akhirnya ditangkap kembali di Bandara Internasional Dubai dan dideportasi ke Indonesia.

Sumber internal menyebutkan bahwa larangan bepergian tersebut juga mencakup perjalanan ibadah umrah ke Mekkah guna mencegah kemungkinan terulangnya upaya melarikan diri dari proses hukum.

"Pencegahan dilakukan untuk kepentingan penegakan hukum dan pengawasan terhadap yang bersangkutan,"  ujar sumber tersebut.

Saat ini, Donna Harun diketahui masih menjalani masa tahanan terkait perkara narkotika serta perkara tambahan lain yang masih dalam proses hukum. Ia juga disebut tengah menghadapi pendalaman terkait dugaan kasus penistaan agama yang belum memiliki putusan berkekuatan hukum tetap.

Sebagai informasi, aktris senior yang juga mantan model Donna Harun sebelumnya diketahui kabur dari Lapas Kerobokan, Badung, Bali pada 18 April 2025. Ia melarikan diri dengan cara memotong jeruji besi sel menggunakan gergaji. Donna Harun merupakan tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkoba dengan barang bukti yaitu tiga paket kecil, sabu setengah butir ekstasi, 8,12 gram kokain serta pil happy five.

Dalam perjalanan proses hukum, hukuman wanita kelahiran Bandung, 21 Februari 1968 itu terus bertambah berat. Setelah sempat divonis satu tahun penjara di tingkat pertama, Pengadilan Tinggi Bali memperberat hukuman menjadi empat tahun penjara. Pada tingkat kasasi, Mahkamah Agung akhirnya menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara setelah Donna dinilai sebagai residivis dan sempat melarikan diri dari tahanan.

Tak hanya itu, Donna juga kembali dijatuhi hukuman tambahan dua tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Bandung dalam perkara dugaan peredaran narkotika di lingkungan Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Sebelumnya Donna Harun diketahui sudah tiga kali ditangkap karena tersandung kasus narkoba yakni pada November 2022, Desember 2023 dan Februari 2025.

Nenek empat cucu ini sempat menjalani 6 bulan rehabilitasi dan dibebaskan pada akhir Juni 2024, namun tidak lama setelahnya ia kembali tersangkut kasus serupa.

Tak hanya itu, Donna Harun juga dilaporkan Wemmy Amanupunyo, kuasa hukum mantan suaminya Ad Hanafiah, kembali dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan atas dugaan penistaan agama, pada 23 April 2025 lalu. Donna dituduh murtad dan kembali memeluk agama Katolik saat menjalankan ibadah umroh di Mekkah, menggunakan hijab dan cadar.

Ini bukan pertama kalinya Donna dilaporkan atas dugaan penistaan agama, sebelumnya ia juga pernah dilaporkan mantan suaminya, Alisyahrazad Hanafiah alias Ad Hanafiah pada 3 Mei 2023. Laporan tersebut masih dalam proses penyelidikan.