Sabtu, April 18, 2026

Donna Harun & Fadika Royandi Disebut Bakal Jadi Tersangka Kasus Perzinahan Di Bali

Perkembangan kasus dugaan perzinahan yang melibatkan aktris senior Donna Harun dan pesinetron Fadika Royandi masih terus bergulir dan menjadi perhatian publik hingga pertengahan April 2026.

Penyidik Polda Bali hingga kini masih melakukan pendalaman terhadap sejumlah alat bukti, termasuk keterangan saksi, rekaman video, serta kronologi kejadian yang diduga berlangsung pada 27 Juli 2019 di kawasan The Edge Villa Pecatu, Uluwatu, Bali.

Sumber di kalangan penegak hukum menyebutkan bahwa perkara ini telah memasuki tahap lanjutan, namun belum seluruhnya dinyatakan lengkap untuk proses berikutnya. "Masih dalam tahap pendalaman. Semua bukti harus benar-benar kuat sebelum penetapan status hukum," ujar sumber tersebut.

Kasus ini bermula dari laporan mantan suami ketiga Donna, Ad Hanafiah, yang menuding adanya hubungan di luar pernikahan (perselingkuhan & perzinahan) saat resepsi berlangsung. Dugaan tersebut kemudian berkembang menjadi perkara hukum yang ditangani aparat kepolisian.

Sejumlah saksi diketahui telah dimintai keterangan, termasuk pihak-pihak yang berada di lokasi, termasuk penyanyi Lita Zen saat peristiwa diduga terjadi. Polisi juga telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara untuk mencocokkan keterangan dengan kondisi lapangan.

Meski sempat disebut berpotensi naik ke tahap penetapan tersangka, hingga kini status hukum Donna Harun dan Fadika Royandi masih dalam proses penilaian penyidik. Aparat menegaskan bahwa keputusan tersebut akan diambil berdasarkan kecukupan alat bukti sesuai ketentuan hukum.

Di sisi lain, kondisi Donna Harun menjadi sorotan karena ia saat ini masih menjalani masa tahanan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur terkait kasus narkotika yang lebih dahulu menjeratnya. Hal ini turut memengaruhi proses pemeriksaan dalam perkara yang berbeda.

Sebagai informasi, Donna Harun telah resmi bercerai dari Ad Hanafiah pada 30 Oktober 2024 melalui putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Namun, perkara dugaan perzinahan tetap diproses karena peristiwa yang dilaporkan terjadi saat keduanya masih berstatus suami istri. Ibu aktor Ricky Harun itu diduga berselingkuh dan berzinah dengan sejumlah pria lain, termasuk Fadika Royandi.

Hingga kini, baik Donna Harun maupun Fadika Royandi belum memberikan pernyataan terbaru terkait perkembangan kasus tersebut. Kuasa hukum masing-masing sebelumnya menyatakan akan menghormati proses hukum yang berjalan.

Kasus ini terus menjadi perhatian karena melibatkan figur publik dan beririsan dengan konflik pribadi yang telah lama berlangsung di ruang publik. Aparat memastikan proses penyidikan akan dilakukan secara profesional hingga perkara ini memiliki kepastian hukum.

Senin, April 06, 2026

Tak Hanya Ammar Zoni, Donna Harun Sebut Tertekan Dituding Selingkuh dalam Pleidoi Kasus Narkoba

Tak hanya Ammar Zoni, aktris senior Donna Harun juga menjalani sidang pembacaan nota pembelaan (pleidoi) atas kasus penyalahgunaan narkotika di Pengadilan Negeri Bandung, Bandung, Jawa Barat, Kamis (2/4/2026).

Dalam persidangan tersebut, ibu dari aktor Ricky Harun itu mengungkapkan tekanan mental yang dialaminya, termasuk akibat tudingan perselingkuhan yang dilontarkan oleh mantan suaminya, di antaranya Alisyahrazad Hanafiah alias Ad Hanafiah.

"Saya menghadapi tekanan yang sangat berat, baik dari perkara hukum maupun dari tudingan terhadap kehidupan pribadi saya," ujar Donna dalam pleidoinya.

Dalam pleidoinya, Donna menyebut kondisi tersebut membuatnya berada dalam situasi tertekan, terutama ketika berbagai isu lama kembali mencuat ke publik di tengah proses hukum yang sedang dijalaninya.

Donna sebelumnya sempat menjalani masa tahanan di Lapas Wanita Kelas IIA Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Namun, ia kemudian dipindahkan ke Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur pada 9 Januari 2026, setelah ditemukan barang bukti narkotika di dalam sel yang ditempatinya.

Berdasarkan informasi penegak hukum, pada Oktober 2025 Donna juga diduga mengatur transaksi narkotika jenis sabu dan ganja dari dalam rutan. Temuan tersebut memperkuat dugaan keterlibatannya dalam peredaran narkoba di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

Pemindahan ke Rutan Pondok Bambu dilakukan sebagai langkah pengamanan lanjutan, setelah aparat menetapkan Donna sebagai narapidana berisiko tinggi. Penemuan barang bukti di dalam sel menjadi dasar kuat bagi penyidik untuk menyimpulkan adanya keterlibatan aktif dalam penyimpanan maupun peredaran narkotika.

Kuasa hukum Donna, Sandy Arifin, menyatakan bahwa kondisi psikologis kliennya menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan dalam persidangan.

"Mbak Donna berada dalam tekanan berat, baik secara mental maupun sosial. Kami berharap majelis hakim mempertimbangkan aspek kemanusiaan dalam perkara ini," ujar Sandy.

Dalam pleidoinya, Donna berharap majelis hakim dapat melihat secara utuh kondisi yang dialaminya, termasuk tekanan akibat konflik pribadi yang berkepanjangan di ruang publik.

Sidang akan dilanjutkan dengan agenda tanggapan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas nota pembelaan tersebut. Kasus ini menjadi perhatian publik karena tidak hanya menyangkut penyalahgunaan narkotika, tetapi juga beririsan dengan konflik pribadi yang turut memengaruhi perjalanan hukum terdakwa.

Sabtu, Maret 28, 2026

Ricky Harun Syok Donna Harun Lakukan Percobaan Bunuh Diri


Kabar mengenai dugaan percobaan bunuh diri yang dilakukan aktris senior Donna Harun mengejutkan banyak pihak termasuk putranya, Ricky Harun.

Ricky mengaku sangat terpukul dan tidak menyangka sang ibu mengalami kondisi mental yang begitu berat hingga terjadi insiden tersebut. Suami Herfiza Novianti itu bahkan menyebut dirinya syok saat pertama kali mendengar kabar itu.

"Jujur aku kaget dan syok. Aku nggak nyangka kondisi mami sampai seperti ini," ujar Ricky dengan suara bergetar.

Dalam keterangannya, Ricky mengungkapkan bahwa selama ini sang ibu dikenal sebagai sosok yang kuat, sehingga kabar tersebut menjadi pukulan berat bagi dirinya dan keluarga.

Ricky juga meminta publik untuk tidak memperkeruh suasana dengan spekulasi maupun penyebaran isu-isu lama yang dapat memperburuk kondisi mental ibunya. Ia berharap semua pihak bisa memberikan ruang bagi Donna untuk menjalani proses pemulihan.

"Kami mohon doanya saja. Semoga mami bisa kuat dan segera membaik," lanjut ayah empat anak tersebut.

Di tengah tekanan yang sedang dihadapi, Ricky menegaskan bahwa keluarga akan terus memberikan dukungan penuh bagi Donna. Ia juga memastikan akan lebih sering mendampingi sang ibu dalam menghadapi situasi sulit ini.

Sementara itu, pihak berwenang telah meningkatkan pengawasan serta memberikan pendampingan terhadap Donna Harun guna memastikan keselamatan dan kondisi kesehatannya tetap terjaga.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan sekitar bagi individu yang tengah menghadapi tekanan mental berat, terutama di tengah sorotan publik yang intens.

Tertekan Aib Dibongkar Mantan Suami, Donna Harun Dikabarkan Lakukan Percobaan Bunuh Diri

Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Tanah Air. Aktris senior Donna Harun dikabarkan kembali melakukan percobaan bunuh diri dengan cara meloncat dari atas gedung Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur, pada Minggu (29/3/2026) pagi.

Insiden tersebut sontak mengundang perhatian publik dan petugas setempat. Beruntung, upaya tersebut berhasil digagalkan sehingga nyawa ibu dari aktor Ricky Harun itu masih dapat diselamatkan.

Menurut informasi yang beredar, kondisi mental Donna Harun disebut tengah mengalami tekanan berat. Ia diduga mengalami depresi setelah perceraiannya dengan Ad Hanafiah. Situasi semakin memburuk setelah sejumlah tudingan terkait perselingkuhan kembali mencuat ke publik.

Tudingan tersebut sebelumnya dilontarkan oleh dua mantan suaminya, yakni Romy Soekarno dan Ad Hanafiah. Keduanya disebut pernah menyinggung dugaan perselingkuhan Donna Harun dengan sejumlah pria lain saat masih menjalani rumah tangga masing-masing. Donna juga dituding mengkonsumsi narkoba, termasuk pil happy five dan sabu.

Donna disebut menghadapi tekanan psikologis akibat tudingan perselingkuhan dengan sejumlah pria, termasuk nama Fadika Royandi, yang kini juga terseret dalam perkara hukum. Selain itu, kasus narkotika yang masih berjalan turut memperberat kondisi mentalnya.

"Secara mental memang terlihat terpukul, apalagi pemberitaan kembali ramai," ujar sumber tersebut.

Tekanan akibat terbukanya kembali isu lama tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang memicu kondisi psikologis Donna Harun semakin memburuk. Beberapa sumber menyebutkan bahwa ia merasa terpojok dan kehilangan kendali atas situasi yang dihadapinya.

Seperti diketahui, rumah tangga Donna Harun dengan Ad Hanafiah telah resmi berakhir pada 30 Oktober 2024 melalui putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Namun, konflik keduanya masih berlanjut di ruang publik melalui berbagai pernyataan yang saling berseberangan.

Pihak rutan disebut meningkatkan pengawasan serta pendampingan terhadap Donna guna memastikan kondisi kesehatan dan keselamatannya tetap terjaga selama menjalani masa tahanan.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga maupun kuasa hukum terkait kejadian tersebut. Namun, pihak berwenang dikabarkan telah memberikan penanganan awal serta memastikan kondisi Donna Harun dalam pengawasan ketat.

Kasus ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama bagi individu yang berada di bawah tekanan publik dan konflik pribadi yang berkepanjangan.

Donna Harun diketahui masih mendekam di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur terkait kasus penyalahgunaan narkoba dan ia satu sel dengan Nikita Mirzani.

Donna Harun & Fadika Royandi Bakal Jadi Tersangka, Kasus Perzinahan Terus Dilacak

Kasus dugaan perzinahan yang menyeret nama aktris senior Donna Harun dan pesinetron Fadika Royandi terus bergulir dan kini memasuki tahap krusial. Penyidik Polda Bali disebut tengah merampungkan berkas perkara serta melengkapi alat bukti sebelum menetapkan status hukum keduanya sebagai tersangka.

Sumber di lingkungan penegak hukum menyebutkan bahwa sejumlah bukti telah dikantongi penyidik, mulai dari keterangan saksi, rekaman video, hingga jejak komunikasi yang diduga berkaitan dengan peristiwa yang disebut terjadi pada 27 Juli 2019.

"Prosesnya sudah di tahap pendalaman akhir. Jika unsur terpenuhi, penetapan tersangka tinggal menunggu waktu," ujar sumber tersebut.

Kasus ini bermula dari laporan mantan suami ketiga Donna, Ad Hanafiah, yang menuding adanya perselingkuhan dan perzinahan saat resepsi di Bali. Dugaan tersebut diperkuat dengan kesaksian sejumlah pihak yang mengaku melihat kedekatan keduanya di lokasi acara.

Untuk memperkuat konstruksi perkara, penyidik sebelumnya juga telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi yang diduga menjadi tempat kejadian, yakni The Edge Villa Pecatu, Uluwatu, Bali. Langkah tersebut dilakukan guna mencocokkan keterangan saksi dengan kondisi nyata di lapangan.

Seiring perkembangan penyidikan, Donna Harun dan Fadika Royandi disebut tidak hanya berpotensi ditetapkan sebagai tersangka, tetapi juga terancam menjalani penahanan dalam waktu dekat, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum masih berjalan dan seluruh pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Sebagai informasi, Donna Harun telah resmi bercerai dari Ad Hanafiah pada 30 Oktober 2024 melalui putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Namun, perkara pidana tetap diproses karena dugaan peristiwa terjadi saat keduanya masih berstatus suami istri.

Di sisi lain, ibu dari aktor Ricky Harun itu saat ini masih menjalani masa tahanan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur terkait kasus narkotika yang lebih dahulu menjeratnya.

Hingga kini, baik Donna Harun maupun Fadika Royandi belum memberikan pernyataan terbaru terkait perkembangan kasus tersebut. Sementara itu, aparat memastikan penyidikan akan terus dilakukan secara profesional dan transparan hingga perkara ini memiliki kepastian hukum.

Tangis Donna Harun Pecah Usai Perselingkuhannya Dengan Fadika Royandi Dibongkar Mantan Suami

Perseteruan rumah tangga antara aktris senior Donna Harun dan suaminya saat itu, Ad Hanafiah, kembali mencuat.

Donna Harun dikabarkan tak kuasa menahan emosinya setelah sejumlah tudingan terkait kehidupan pribadinya kembali mencuat ke publik. Tudingan tersebut disampaikan oleh mantan suaminya, Ad Hanafiah, yang sebelumnya mengungkap berbagai persoalan rumah tangga mereka ke media.

Sumber di lingkungan penahanan menyebutkan, Donna terlihat terpukul dan sempat menangis setelah mengetahui pernyataan mantan suaminya kembali menjadi perhatian publik. Kondisi tersebut disebut terjadi di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, tempat Donna saat ini menjalani masa tahanan.

"Secara mental cukup terpukul, apalagi pemberitaan kembali ramai," ujar sumber tersebut.

Seperti diketahui, Ad Hanafiah sebelumnya mengungkap sejumlah tudingan, mulai dari dugaan penyalahgunaan narkotika hingga isu perselingkuhan yang melibatkan beberapa pihak, termasuk aktor Fadika Royandi. Ia juga menyinggung konflik lama yang terjadi selama pernikahan mereka.

Ad Hanafiah mengungkap kecurigaannya terhadap dugaan perselingkuhan Donna dengan pesinetron Fadika Royandi.

Aad menyebut kecurigaan tersebut bermula saat resepsi pernikahan mereka di kawasan The Edge Villa Pecatu, Bali, pada Juli 2019. Ia mengaku tidak menemukan Donna di lokasi saat tiba, dan justru mendapat informasi yang memicu kecurigaannya.

"Saya mulai curiga saat tidak menemukan Donna di tempat resepsi," ujar Aad dalam persidangan.

Ia juga mengaku menemukan sejumlah kejanggalan, termasuk barang-barang pribadi yang disebut tidak berada di tempatnya. Dari situ, ia semakin yakin adanya hubungan di luar pernikahan.

Selain itu, penyanyi Lita Zen yang hadir sebagai tamu undangan juga menyampaikan pernyataan yang sejalan dengan kecurigaan Aad. Ia mengaku melihat adanya interaksi yang dinilai tidak wajar antara Donna dan Fadika saat acara berlangsung.

Sementara itu, hubungan rumah tangga Donna Harun dan Ad Hanafiah diketahui tidak bertahan lama. Donna sempat mengajukan gugatan cerai pada 2020, dan keduanya akhirnya berpisah setelah melalui proses hukum yang panjang.

Kini, Donna Harun diketahui kembali memeluk agama lamanya, yakni Katolik. Ia mengikuti jejak sang kakak Sandy Harun kembali menganut agama Katolik. Sebelumnya, ibu Ricky Harun itu sempat mualaf.

Minggu, Maret 22, 2026

Dinna Olivia & Mantan Manajer Nikita Mirzani Kembali Jadi Korban Penganiayaan Anton Subowo & Dhena Devanka


Lebaran tahun ini berubah menjadi momen kelam bagi aktris Dinna Olivia. Alih-alih merayakan hari kemenangan dengan damai, ia justru kembali terseret dalam konflik panas dengan mantan suaminya, Anton Subowo, yang berujung pada dugaan penganiayaan.

Insiden tersebut terjadi pada Minggu (22/3/2026) malam, di kediaman Anton di Jalan Bukit Golf I Blok PC No. 16, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Dalam peristiwa itu, Dinna tidak sendirian. Ia datang bersama sahabatnya yang juga mantan manajer Nikita Mirzani, Dhea Hanifa, yang juga menjadi korban kekerasan.

Menurut keterangan kuasa hukum Dinna Olivia dan Nikita Mirzani, Sri Sinduwati alias Sindu, kejadian berawal saat Dinna dan Dhea mendatangi rumah Anton dengan tujuan mengembalikan harta pribadi dan harta warisan Dinna Olivia.

Tak hanya itu, Dinna meminta Anton untuk jujur menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi pada Anron tega merampas seluruh harta milik Dinna, termasuk rumah pribadi dan harta warisan dari almarhum Djuanda Jasin dan almarhumah Dahliani Siregar. Ia juga kembali menuding Anton sebagai suami siri yang hidup bersama Dhena, dan menyebut Dhena sebagai "gundik" yang ikut menguasai hartanya. Dhea yang mendampingi Dinna terlibat cekcok dengan Anton yang berakhir pada tindakan kekerasan fisik.

Namun, suasana berubah tegang ketika kehadiran Dhea memicu reaksi tidak simpatik dari Anton. Di dalam rumah saat itu juga hadir Dhena Devanka (istri Anton Subowo), Marissya Icha (sahabat Dhena Devanka), Angel Lelga (sahabat Dhena Devanka), serta pasangan Fitri Salhuteru (sahabat Dhena Devanka) dan Cencen Kurniawan yang tengah bersilaturahmi.

Ketegangan diduga dipicu oleh unggahan Dhea di media sosial yang menuding Anton sebagai pihak yang merampas harta pribadi dan warisan milik Dinna. Unggahan tersebut memancing emosi Anton hingga berujung konfrontasi langsung.

Ketegangan diduga dipicu oleh unggahan Dhea di media sosial yang menuding Anton sebagai pihak yang merampas harta pribadi dan warisan milik Dinna. Unggahan tersebut memancing emosi Anton hingga berujung konfrontasi langsung.

Keributan kemudian berkembang menjadi kontak fisik. Dhea disebut mengalami tindakan kekerasan berupa didorong, dipukul, dijedotkan, hingga diseret oleh Anton bersama Dhena, Fitri, dan Cencen.
Dinna pun mengaku turut menjadi korban. Ia menyebut sempat ditampar, dijambak, bahkan dikeroyok. Dalam situasi tersebut, Dinna dan Dhena juga disebut sempat terlibat aksi saling tampar.

Menurut Sindu, suasana semakin memanas ketika Anton melontarkan kata-kata kasar sebelum diduga melakukan tindakan kekerasan bersama Cencen. "Mas Anton langsung mengamuk," ujarnya.

Selain itu, persoalan lama kembali mencuat. Anton disebut menyinggung utang Dinna yang belum diselesaikan, bahkan mengancam akan mengambil alih rumah Dinna di Cirendeu, Tangerang Selatan, Banten.

Dinna juga mengungkap bahwa tekanan terhadap dirinya tidak berhenti di situ. Ia mengaku didatangi sejumlah orang yang disebut sebagai bodyguard suruhan Anton, yang meminta dirinya dan kedua anaknya, Alea Subowo dan Arenzo Subowo, untuk meninggalkan rumah di Cirendeu yang kini menjadi objek sengketa.

Situasi malam itu akhirnya mereda setelah lima bodyguard turun tangan. Namun, Dinna dan Dhea justru diusir dari rumah tersebut.

Tak tinggal diam, Dinna langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jakarta Selatan pada Senin (23/3/2026) dini hari.

Ini bukan kali pertama konflik berujung laporan hukum. Sebelumnya, Dinna telah melaporkann Anton Subowo, Dhena Devanka, Fitri Salhuteru, dan Cencen Kurniawan terkait dugaan penganiayaan dalam insiden 8 Januari 2026 di Stone Cafe, Kemang, Jakarta Selatan. Dalam kasus tersebut, sejumlah pihak turut menjadi korban, termasuk anak Dinna, Alea Subowo, Kiki Jassin (sepupu Dinna Olivia), serta Dea Tunggaesti (sahabat Dinna Olivia).

Hingga kini, sengketa harta antara Dinna dan Anton masih bergulir di pengadilan, dengan kedua belah pihak tetap bersikukuh pada klaim masing-masing.

Perseteruan antara Dinna dan Anton telah berlangsung sejak 2022, mencakup berbagai isu, mulai dari dugaan KDRT, perselingkuhan, hingga sengketa harta.

Rumah tangga Dinna dan Anton mulai retak sejak 2011. Perceraian keduanya pun diwarnai tudingan kehadiran orang ketiga. Nama Dhena Devanka sempat disebut sebagai penyebab retaknya rumah tangga Anton Subowo dan Dinna Olivia. Konflik memuncak pada 24 Desember 2022 ketika Dinna bersama sepupunya, Kiki Jassin mengklaim memergoki Anton bersama Dhena di sebuah rumah kontrakan di Raffles Hills Cibubur, Depok, Jawa Barat.

Namun, pihak Anton membantah dan menegaskan bahwa Dhena adalah istri sah yang dinikahi secara resmi pada 28 Januari 2023, sebelum gugatan cerai Dinna diajukan ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 12 April 2023.

Peristiwa itu berujung pada laporan dugaan KDRT dan perzinahan ke Polres Depok, Jawa Barat pada 7 Juni 2023. Namun perkara berbalik arah setelah Dhena melaporkan Dinna dan Kiki ke Polsek Cimanggis pada 30 Desember 2022 lalu atas dugaan perusakan rumah kontrakan.

Dinna Olivia dan Anton Subowo diketahui resmi bercerai pada 29 Februari 2024. Dan, hak asuh kedua anak Dinna-Anton, Alea Subowo dan Arenzo Subowo jatuh ke tangan Dinna, ibunya.

Pada 22 Agustus 2025, Dinna dan sepupunya, Rizkiyanti Jassin alias Kiki Jassin, sempat ditahan di Lapas Perempuan Depok, Depok, Jawa Barat terkait kasus perusakan rumah kontrakan Dhena Devanka. Keduanya akhirnya bebas pada 22 Desember 2025.

Tak lama setelah bebas, Dinna mengaku kembali menghadapi tekanan. Ia menyebut dirinya dan kedua anaknya, Alea Subowo dan Arenzo Subowo didatangi orang-orang yang disebut sebagai bodyguard suruhan Anton dan diminta meninggalkan rumah di Cirendeu yang kini menjadi objek sengketa.

Meski hubungan pernikahan telah berakhir, konflik di antara keduanya justru semakin meluas dan melibatkan banyak pihak. Insiden terbaru ini kembali menunjukkan bahwa perseteruan tersebut masih jauh dari kata usai.