Sabtu, Januari 17, 2026

Artis-Artis Filipina yang Meninggal Dunia Akibat Bunuh Diri


Walaupun memiliki paras menarik, karier yang menjanjikan, serta dikenal luas oleh publik, kebahagiaan ternyata tidak selalu berjalan seiring dengan popularitas. Sejumlah artis Filipina berikut ini meninggal dunia di usia relatif muda. Berbagai laporan menyebutkan tekanan mental, persoalan pribadi, dan depresi sebagai faktor yang menyertai kepergian mereka. Kasus-kasus ini meninggalkan duka mendalam sekaligus menjadi pengingat bahwa kesehatan mental adalah hal yang sangat penting.

Berikut adalah Artis-Artis Filipina yang Meninggal Dunia Akibat Bunuh Diri:

1. Pepsi Paloma (1966–1985)
Aktris sekaligus penari Pepsi Paloma meninggal dunia karena bunuh diri dengan cara gantung diri pada 31 Mei 1985, di apartemennya di Quezon City, Filipina. Laporan kepolisian menyatakan Pepsi Paloma meninggal karena gantung diri. Saat kematiannya, ia berusia 18 tahun. Nama Pepsi Paloma menjadi salah satu kisah paling tragis dalam sejarah hiburan Filipina. Ia dikenal sebagai aktris dan figur publik era 1980-an. Di usia yang masih sangat muda, hidupnya berakhir secara tragis. Kepergiannya hingga kini masih sering dibicarakan dan dikenang sebagai simbol gelapnya tekanan dunia hiburan pada masa itu.


2. Maria Teresa Carlson (1962-2001)
Aktris Maria Teresa Carlson meninggal karena bunuh diri dengan terjun dari apartemennya pada 23 November 2001 di Kondominium Platinum 2000, Greenhills, San Juan, Metro Manila. Aktris berusia 39 tahun ini diduga bunuh diri dengan meloncat akibat aksi cyber bullying.


3. Miko Sotto (1982–2003)
Pada 29 Desember 2003, aktor Miko Sotto ditemukan tewas setelah terjun dari lantai 9 gedung apartemennya di Kondominium San Francisco Garden Plaza, Mandaluyong, Metro Manila. Ia diketahui berjuang melawan depresi. Miko Sotto merupakan aktor muda yang tengah menanjak kariernya di industri hiburan Filipina. Kepergiannya di usia 21 tahun mengejutkan publik dan para penggemarnya. Banyak rekan sesama artis menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas sosok yang dikenal ramah dan penuh potensi ini.


4. Tyron Perez (1984–2011)
Pada tanggal 29 Desember 2011, aktor Tyron Perez ditemukan tewas di dalam mobil yang diparkir, diduga bunuh diri. Tyron Perez dikenal sebagai aktor dan finalis ajang realitas yang populer. Ia memiliki masa depan cerah di dunia hiburan, namun meninggal dunia di usia 27 tahun. Kepergiannya menimbulkan diskusi luas tentang tekanan popularitas dan kondisi psikologis para figur publik muda.


5. Helena Belmonte (1986–2014)
Aktris dan model Helena Belmonte ditemukan tewas setelah jatuh dari lantai 28 Gedung Renaissance Tower 1000 di Ortigas, Mandaluyong, Metro Manila pada 20 Maret 2014. Ia meninggal pada usia 28 tahun akibat bunuh diri. Kabar duka ini mengejutkan industri hiburan dan kembali membuka perbincangan mengenai kesehatan mental, khususnya di kalangan artis perempuan muda.


6. Julia Buencamino (1999–2015)
Artis Julia Buencamino berusia 15 tahun ditemukan meninggal pada pagi hari tanggal 7 Juli 2015 di rumahnya di Barangay Valencia, Quezon City. Julia Buencamino adalah aktris remaja yang telah membintangi sejumlah proyek televisi. Julia dikenal sebagai pemeran serial drama remaja ABS-CBN "Oh My G!". Ia meninggal dunia di usia 15 tahun. Kepergiannya memicu perhatian luas masyarakat Filipina terhadap isu kesehatan mental remaja dan pentingnya dukungan keluarga serta lingkungan.


7. Brian Velasco (1977–2019)
Drummer band Razorback, Brian Velasco bunuh diri dan disiarkan secara langsung di media sosialnya. Ia meninggal dunia pada usia 41 tahun. Tubuh Brian ditemukan tak bernyawa di kanopi gedung pada 16 Januari 2019, pukul 09.45 pagi waktu setempat. Kematian Brian dikonfirmasi promotor musik Dudee Alfonso. Ia membenarkan bahwa Brian bunuh diri dengan melompat dari gedung. Banyak rekan dan penggemar mengenangnya sebagai pribadi kreatif yang berbakat, sekaligus menyoroti bahwa masalah mental dapat menimpa siapa saja, tanpa memandang usia maupun status sosial.


8. Mico Palanca (1978–2019)
Mico Palanca ditemukan tewas bunuh diri dengan cara melompat dari sebuah gedung di daerah pemukiman di Kota Santolan, San Juan, Metro Manila pada 9 Desember 2019. Mico Palanca merupakan aktor film dan televisi yang cukup produktif. Kepergiannya di usia 41 tahun menjadi pukulan berat bagi industri hiburan Filipina. Banyak kolega menyampaikan belasungkawa dan menyerukan kepedulian lebih besar terhadap kesehatan mental para pekerja seni.


9. Jamir Garcia (1978–2020)
Vokalis band legendaris SlapShock, Jamir Garcia ditemukan bunuh diri dengan cara menggantung diri di rumahnya pada tanggal 26 November 2020. Ia meninggal dunia pada usia 42 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam di kalangan musisi dan penggemar, serta memicu gelombang diskusi mengenai tekanan emosional di industri musik.


10. Emman Atienza (2006–2025)
Influencer Emman Atienza meninggal dunia dengan gantung diri di rumahnya di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 22 Oktober 2025. Emman Atienza merupakan figur muda yang dikenal publik di era digital. Ia wafat pada usia yang sangat belia. Kasus ini menjadi pengingat keras tentang tantangan mental generasi muda di tengah sorotan media sosial dan ekspektasi publik.

Kasus-kasus di atas menunjukkan bahwa ketenaran, kekayaan, dan pujian publik tidak selalu menjamin kebahagiaan batin. Tekanan hidup, persoalan pribadi, serta gangguan kesehatan mental dapat menimpa siapa saja.

Semoga kisah para artis Filipina ini menjadi pengingat untuk lebih peduli, saling mendukung, dan berani mencari bantuan ketika menghadapi kesulitan emosional. Tidak ada salahnya berbagi dan meminta pertolongan.

Jika kamu atau orang di sekitarmu sedang merasa sangat tertekan, penting untuk berbicara dengan orang dewasa tepercaya, keluarga, guru, atau tenaga profesional. Bantuan selalu ada.

Di Indonesia, kamu bisa menghubungi Hotline Kemenkes 119 ext. 8 atau layanan konseling terdekat. Bantuan selalu ada.

Minggu, Januari 11, 2026

Mantan Istri Didi Mahardika Bongkar Borok Donna Harun Kena Kasus Narkoba


Kasus narkoba yang kembali menjerat artis senior Donna Harun terus membuka tabir masa lalu yang mengejutkan publik. Kali ini, pengakuan datang dari Ade Waroka, sosok yang pernah berada sangat dekat dengan lingkaran keluarga besar Presiden pertama RI, Soekarno.

Ade Waroka dikenal sebagai mantan istri Didi Mahardika, putra Rachmawati Soekarnoputri. Dengan status tersebut, Ade juga merupakan mantan adik ipar Romy Soekarno, cucu Presiden Soekarno sekaligus mantan suami kedua Donna Harun. Kedekatan relasi inilah yang membuat pernyataan Ade langsung menyita perhatian publik.

Dalam keterangannya, Ade Waroka secara terbuka menuding bahwa Donna Harun telah mengonsumsi narkoba sejak lama, jauh sebelum kasus-kasus hukum yang menyeret namanya mencuat ke permukaan.

Menurut Ade, Donna disebut sudah menggunakan narkoba sejak sekitar tahun 2003, ketika masih berstatus sebagai istri sah Romy Soekarno. Bahkan, kebiasaan tersebut diklaim terus berlanjut saat Donna masih memiliki hubungan erat dengan keluarga besar Soekarno.

"Mbak Donna itu sudah lama pakai narkoba, bukan baru sekarang. Saya tahu persis karena berada di lingkaran yang sama," ungkap Ade Waroka.

Ade juga menyebut bahwa Donna Harun tetap mengonsumsi narkoba ketika dirinya masih menjadi istri Didi Mahardika, yang kala itu merupakan bagian penting dari keluarga besar Rachmawati Soekarnoputri. Tuduhan ini pun menambah panjang daftar kontroversi yang membelit kehidupan pribadi ibu aktor Ricky Harun tersebut.

Sebagai informasi, Ade Waroka menikah dengan Didi Mahardika pada 20 September 2006. Dari pernikahan itu, keduanya dikaruniai seorang anak perempuan bernama Vanessa Rachmadika. Namun, rumah tangga Ade dan Didi akhirnya berujung perceraian.

Pengakuan Ade Waroka muncul di tengah kasus hukum terbaru yang kembali menyeret Donna Harun ke balik jeruji besi. Donna Harun resmi dipindahkan ke Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, setelah aparat menemukan barang bukti narkotika secara langsung di dalam sel yang ditempatinya saat menjalani hukuman di Lapas Wanita Kelas IIA Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Pemindahan tersebut dilakukan lantaran Donna Harun terbukti mengedarkan narkoba di dalam lapas, sebuah pelanggaran berat yang semakin memperberat status hukumnya. Aparat menilai perbuatannya tidak lagi sebatas sebagai pengguna, melainkan sudah masuk dalam kategori peredaran narkotika.

Kasus ini semakin menambah panjang catatan hitam Donna Harun terkait narkoba. Sebelumnya, ia juga pernah ditangkap dalam kasus serupa pada November 2022 dan Desember 2023. Meski sempat menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Donna dinilai belum mampu melepaskan diri dari jerat narkotika.

Kini, dengan terbongkarnya dugaan penggunaan narkoba sejak lebih dari dua dekade lalu, publik menilai kasus yang menjerat Donna Harun bukanlah peristiwa sesaat, melainkan pola berulang yang telah berlangsung lama. Aparat penegak hukum pun memastikan akan terus mengembangkan perkara tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan jaringan narkoba yang melibatkan Donna Harun sejak masa lalu.

Donna Harun Kembali Terjerat Narkoba, Ditalak Cerai Karena Kepergok Narkoba

Nama Donna Harun kembali menjadi sorotan tajam publik. Artis senior yang kerap diterpa kontroversi itu kembali terjerat kasus narkoba, sebuah fakta yang belakangan dikaitkan dengan runtuhnya rumah tangganya bersama pengusaha tambang Alisyahrazad Hanafiah alias Ad Hanafiah.

Fakta hukum mengungkap, jauh sebelum Donna Harun kembali ditangkap dalam kasus narkotika, Ad Hanafiah telah lebih dulu mengajukan permohonan talak cerai ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 3 Mei 2024. Permohonan tersebut diajukan setelah hubungan rumah tangga keduanya dinilai tak lagi dapat dipertahankan.

Dalam proses persidangan, persoalan penyalahgunaan narkoba disebut-sebut menjadi salah satu pemicu retaknya pernikahan mereka. Ad Hanafiah menilai perilaku Donna Harun sudah melampaui batas sebagai seorang istri dan berdampak serius terhadap keharmonisan rumah tangga.

Setelah melalui rangkaian persidangan, Pengadilan Agama Jakarta Selatan resmi mengabulkan permohonan talak cerai Ad Hanafiah pada 30 Oktober 2024. Putusan tersebut menegaskan bahwa Donna Harun dan Ad Hanafiah resmi bercerai secara hukum, meski masih menyisakan agenda pembacaan ikrar talak.

Ironisnya, setelah perceraian itu diputus, masalah hukum Donna Harun justru semakin menumpuk. Ibu dari aktor Ricky Harun tersebut kembali ditangkap terkait kasus narkoba, memperpanjang catatan hitamnya dalam perkara serupa. Kasus ini menambah daftar panjang keterlibatan Donna Harun dengan narkotika yang sebelumnya juga pernah menyeret namanya ke ranah hukum.

Sumber terdekat menyebutkan, persoalan narkoba yang kembali mencuat ini seolah menguatkan alasan Ad Hanafiah mengakhiri pernikahan. Dalam putusan cerai, majelis hakim bahkan menyatakan Donna Harun sebagai istri durhaka, atau istri yang dianggap melanggar kewajiban rumah tangga, sehingga tidak berhak atas sejumlah tuntutan nafkah pascacerai.

Publik pun menyoroti keterkaitan antara perceraian dan kasus narkoba yang terus menghantui Donna Harun. Dari seorang artis senior yang disegani, kehidupan pribadinya kini justru dipenuhi konflik hukum, mulai dari perceraian, perselingkuhan, hingga penyalahgunaan narkotika.

Hingga kini, Donna Harun masih harus menghadapi proses hukum atas kasus narkoba yang kembali menjeratnya. Sementara itu, perceraian dengan Ad Hanafiah menjadi penanda berakhirnya pernikahan ketiganya, yang runtuh di tengah badai skandal dan persoalan hukum tak berkesudahan.

Ucapan Mantan Suami Terbukti, Donna Harun Diduga Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Kasus narkotika yang kembali menjerat aktris senior Donna Harun seolah mengonfirmasi ucapan lama mantan suami keduanya, Hendra Rahtomo alias Romy Soekarno. Pernyataan Romy yang sempat menuai polemik pada 2020 silam kini kembali mencuat, menyusul terbongkarnya dugaan keterlibatan aktif Donna dalam peredaran narkoba serta indikasi kuat konsumsi narkotika jenis sabu.

Donna Harun diketahui telah dipindahkan ke Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, setelah petugas menemukan barang bukti narkotika di dalam selnya saat menjalani hukuman di Lapas Wanita Kelas IIA Sukamiskin, Bandung. Aparat menyimpulkan Donna tidak hanya berstatus pengguna, tetapi juga diduga mengedarkan narkoba dari dalam lapas.

Seiring perkembangan kasus tersebut, publik kembali menyoroti pernyataan Romy Soekarno pada Juli 2020. Saat itu, Romy secara terbuka mengakui pernah mengirim pesan WhatsApp kepada Donna Harun yang berisi ancaman akan melaporkannya ke polisi apabila kembali mengonsumsi sabu.

“Ada juga saya pernah mengancam. ‘Kalau lu mau nyabu lagi sama pacar gelap lu, gua laporin lu ke polisi’,” ujar Romy kala itu kepada awak media di kediamannya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Meski Romy menyebut ucapannya dilontarkan secara emosional dan di luar konteks, pernyataan tersebut kini dianggap relevan dengan rentetan kasus narkotika yang menjerat Donna Harun di tahun-tahun berikutnya. Fakta hukum menunjukkan Donna telah beberapa kali ditangkap dalam kasus serupa, hingga akhirnya ditetapkan sebagai residivis narkotika.

Pengacara Romy Soekarno, Sunan Kalijaga, turut angkat bicara menanggapi perkembangan terbaru kasus Donna Harun. Menurut Sunan, apa yang terungkap saat ini menjadi bukti bahwa pernyataan kliennya di masa lalu bukan sekadar tudingan tanpa dasar.

"Kalau sekarang fakta hukumnya terbuka seperti ini, publik bisa menilai sendiri. Apa yang pernah disampaikan Pak Romy dulu ternyata bukan mengada-ada," ujar Sunan Kalijaga.

Sunan menegaskan bahwa kliennya tidak pernah berniat membuka aib, melainkan saat itu berada dalam situasi konflik rumah tangga yang serius dan dipicu kekhawatiran akan penyalahgunaan narkoba.

"Ini bukan soal menyerang pribadi, tapi soal kebenaran yang akhirnya terungkap. Hukum yang berbicara," tegasnya.

Kasus Donna Harun sendiri semakin berat setelah Mahkamah Agung menolak memberikan keringanan hukuman. Selain terbukti sebagai residivis narkotika, Donna juga diketahui sempat melarikan diri dari Lapas Kerobokan pada April 2025 sebelum akhirnya ditangkap di Bandara Internasional Dubai dan dideportasi ke Indonesia.

Hingga kini, Donna Harun belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan konsumsi sabu yang kembali dikaitkan dengan ucapan mantan suaminya. Pihak keluarga juga memilih bungkam. Aparat penegak hukum menyatakan masih terus mendalami jaringan peredaran narkoba yang diduga melibatkan Donna, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang membantu dari dalam maupun luar lapas.

Kasus ini pun kembali menegaskan bahwa pernyataan masa lalu yang sempat dianggap sebagai konflik personal kini menemukan relevansinya dalam rangkaian fakta hukum yang tak terbantahkan.

Jumat, Januari 09, 2026

Terbukti Edarkan Narkoba, Donna Harun Dipindahkan ke Rutan Pondok Bambu

Aktris senior Donna Harun resmi dipindahkan ke Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, setelah terbukti mengedarkan narkoba saat menjalani masa hukuman di Lapas Wanita Kelas IIA Sukamiskin, Kota Bandung, Jawa Barat. Pemindahan tersebut dilakukan menyusul ditemukannya barang bukti narkotika secara langsung di dalam sel yang ditempati Donna.

Ibu aktor Ricky Harun itu kembali berurusan dengan aparat penegak hukum dalam perkara narkoba untuk keempat kalinya. Berdasarkan hasil penggeledahan dan pemeriksaan petugas, Donna diduga menyimpan sekaligus mengedarkan narkotika dari dalam lapas dengan memanfaatkan jaringan internal maupun pihak luar.

Penemuan barang bukti di dalam sel menjadi dasar kuat bagi aparat untuk menyimpulkan keterlibatan aktif Donna dalam peredaran narkoba di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Atas temuan tersebut, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) menetapkan Donna sebagai narapidana berisiko tinggi dan segera memerintahkan pemindahan ke rutan dengan pengamanan lebih ketat.

Sebagai langkah pengamanan lanjutan, Donna Harun kemudian dipindahkan ke Rutan Pondok Bambu, yang memiliki pengawasan khusus terhadap narapidana dengan tingkat risiko tinggi serta keterlibatan kasus serius. Proses pemindahan dilakukan secara tertutup guna mencegah potensi gangguan keamanan dan upaya melanjutkan jaringan peredaran narkoba.

Sampai di Rutan Pondok Bambu, Donna Harun ditempatkan dalam satu sel dengan Nikita Mirzani. Nikita sendiri hingga kini masih menjalani masa tahanan terkait kasus pemerasan, pengancaman, serta tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilaporkan oleh Reza Gladys.

Pihak rutan menegaskan akan melakukan pengawasan ketat terhadap kedua narapidana tersebut, mengingat status keduanya sebagai figur publik serta sensitivitas perkara yang sedang dijalani. Aparat memastikan tidak ada perlakuan khusus dan seluruh warga binaan akan diperlakukan sesuai aturan yang berlaku.

Sebagai informasi, Donna Harun sebelumnya ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar pada 9 Februari 2025 di sebuah hotel mewah di kawasan Denpasar, Bali. Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa sabu, ekstasi, kokain, serta pil happy five yang disimpan di dalam koper milik Donna.

Awalnya, Pengadilan Negeri Denpasar menjatuhkan vonis 1 tahun penjara, dengan pertimbangan bahwa terdakwa bersikap kooperatif dan menyatakan kesiapan untuk menjalani rehabilitasi. Namun, putusan tersebut diperberat oleh Pengadilan Tinggi Bali menjadi 4 tahun penjara pada 29 Agustus 2025, setelah ditemukan fakta bahwa Donna merupakan residivis kasus narkotika.

Pada tahap kasasi, Mahkamah Agung menilai Donna tidak layak lagi memperoleh keringanan hukuman. Selain mengulangi perbuatannya, ia juga diketahui sempat melarikan diri dari Lapas Kerobokan pada pertengahan April 2025. Nenek empat cucu itu dikabarkan kabur ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah umrah. Dalam periode tersebut, Donna juga diketahui kembali menganut agama Katolik, setelah sebelumnya memeluk agama Islam.

Pelarian tersebut diduga dilakukan dengan bantuan orang dalam serta penggunaan identitas palsu. Donna dilaporkan kabur selama hampir dua pekan sebelum akhirnya tertangkap di Bandara Internasional Dubai, saat tengah transit dalam perjalanan pulang ke Indonesia.

Setelah ditangkap, Donna Harun dideportasi ke Indonesia pada 30 April 2025 dan kembali ditahan di Lapas Kerobokan, Bali, sebelum akhirnya dipindahkan ke Lapas Wanita Sukamiskin, Bandung, dengan alasan keamanan.

Kasus ini menambah panjang catatan hukum Donna Harun terkait narkotika. Sebelumnya, ia juga pernah ditangkap dalam kasus serupa pada November 2022 dan Desember 2023. Meski sempat menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Donna dinilai belum mampu melepaskan diri dari jerat penyalahgunaan narkoba.

Donna Harun Kembali Tersandung Narkoba, Sophia Latjuba & Titi DJ Sindir Donna Harun


Dunia hiburan Tanah Air kembali diguncang kabar mengejutkan. Artis senior Donna Harun kembali tersandung kasus narkoba untuk kesekian kalinya. Ibu dari aktor Ricky Harun itu resmi divonis satu tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Denpasar dan harus menjalani hukuman di Lapas Kerobokan, Bali. Kasus ini menjadi sorotan luas publik lantaran tak hanya menyangkut narkoba, tetapi juga kembali menyeret konflik lama Donna Harun dengan sejumlah selebritas papan atas, termasuk Titi DJ dan Sophia Latjuba.

Vonis tersebut dijatuhkan setelah Donna Harun terbukti melakukan penyalahgunaan narkoba untuk ketiga kalinya. Selain itu, ia juga terseret kasus dugaan penistaan agama yang memperberat posisinya di mata hukum. Sebelumnya, Donna sempat buron dan kabur ke Jeddah dengan dalih menjalankan ibadah umrah. Namun pelariannya berakhir setelah ia ditangkap di Bandara Internasional Dubai dan dipulangkan ke Indonesia untuk menjalani proses hukum di Bali.

Kabar penahanan Donna Harun ini langsung memicu beragam reaksi dari publik figur, salah satunya datang dari diva pop Indonesia, Titi DJ. Melalui unggahan Instagram Story, Titi DJ meluapkan perasaannya secara terbuka. Ia menyebut apa yang dialami Donna Harun sebagai buah dari perbuatannya di masa lalu.

"Pelakor yang dulu merusak rumah tangga saya kini terima karma. Karma itu nyata, Tuhan tidak tidur," tulis Titi DJ dengan nada tajam.

Titi DJ memang dikenal memiliki konflik panjang dengan Donna Harun. Ia menuding Donna sebagai orang ketiga dalam rumah tangganya dengan mantan suaminya, Ovy /rif. Titi bahkan mengaku memergoki langsung perselingkuhan tersebut di sebuah hotel di kawasan Jakarta Selatan pada 2011 silam, yang akhirnya berujung pada perceraian mereka.

Tak hanya Titi DJ, nama Sophia Latjuba juga kembali terseret dalam pusaran konflik lama dengan Donna Harun. Pasalnya, Donna sebelumnya sempat membongkar borok mantan suaminya, Hendra Rahtomo alias Romy Soekarno, dalam acara Hitam Putih yang tayang di Trans 7 pada 2020. Kepada Deddy Corbuzier, Donna mengaku menemukan bukti bahwa Romy Soekarno berselingkuh dengan seorang perempuan yang disebut-sebut sebagai anak dari sepupu Sophia Latjuba.

"Aku terpaksa harus menceritakan hal ini karena memang aku belum pernah cerita ke siapa pun," ujar Donna kala itu.

Donna mengungkap bahwa tahun 2014 menjadi masa terberat dalam hidupnya setelah mengetahui perselingkuhan tersebut. Ia bahkan mengaku kecewa kepada Sophia Latjuba karena merasa tidak mendapat sikap yang layak sebagai seorang teman ketika mencoba mengonfirmasi isu tersebut.

"Harusnya dia kasih tahu ke aku," kata Donna dengan nada getir.

Konflik lama itu kembali memanas setelah Sophia Latjuba dan Donna Harun sempat tampil dalam siaran langsung TikTok bersama Rara Saraswati dan Bunda Corla. Meski terlihat satu layar, netizen menangkap adanya sikap canggung. Donna Harun disebut tidak menyapa Sophia Latjuba maupun Rara Saraswati, menegaskan rumor keretakan hubungan mereka.

Di tengah ramainya pemberitaan kasus narkoba Donna Harun, Sophia Latjuba dan Titi DJ kompak mengunggah sindiran di akun Instagram masing-masing. Meski tak menyebut nama secara langsung, unggahan mereka dinilai netizen sebagai sindiran telak yang ditujukan kepada Donna.

"Semua akan kembali pada yang menanam," tulis Sophia Latjuba singkat, namun sarat makna.

Sementara Titi DJ kembali menegaskan bahwa dirinya merasa lega atas proses hukum yang kini menjerat Donna Harun.

"Saya sudah berusaha bijak, tapi untuk kasus ini saya tidak bisa. Ini semua akibat perbuatannya sendiri," ujar Titi DJ.

Kasus hukum yang menjerat Donna Harun ini sekaligus menutup lembaran panjang konflik personal yang selama bertahun-tahun menghiasi kehidupan pribadinya. Publik pun terbelah antara simpati dan hujatan, sementara jejak masa lalu kembali menjadi sorotan seiring dengan vonis yang harus dijalaninya di balik jeruji besi.

Selasa, Januari 06, 2026

Donna Harun Kembali Tersandung Narkoba, Bisnis Skincare Sepi Pembeli & Kehilangan Endorse

Kasus narkotika yang kembali menyeret nama artis senior Donna Harun tak hanya berdampak pada ranah hukum dan keluarga. Bisnis perawatan kulit lokal "Our In One" yang dirintis oleh putra sulungnya, Ricky Harun, dilaporkan ikut terkena imbas, mulai dari penurunan penjualan hingga hilangnya sejumlah kerja sama promosi.

Ricky Harun yang selama ini dikenal menjaga citra bersih dan jauh dari kontroversi, disebut-sebut harus menghadapi kenyataan pahit setelah publik kembali menyoroti kasus hukum sang ibu. Penjualan Our In One, produk skincare yang dikelolanya dikabarkan mengalami penurunan, seiring munculnya sentimen negatif di media sosial.

Seorang sumber dari internal tim pemasaran Our In One menyebutkan bahwa sejak nama Donna Harun kembali ramai diperbincangkan, traffic pembelian menurun drastis, terutama dari platform online.

"Komentar netizen banyak yang nyeret-nyeret nama keluarga. Ada yang bilang ogah beli karena nggak nyaman dengan isu yang lagi rame," ujar sumber tersebut.

Tak hanya penjualan, beberapa kerja sama promosi juga dikabarkan ditunda, bahkan ada yang memilih mundur secara sepihak. Brand disebut lebih berhati-hati menjaga reputasi di tengah sensitifnya isu narkoba yang kembali mencuat.

Di sisi lain, Donna Harun sendiri disebut kehilangan sejumlah endorsement, khususnya dari platform TikTok dan Instagram. Sejumlah kontrak kerja sama yang sebelumnya berjalan dikabarkan tidak diperpanjang, sementara beberapa rencana kampanye promosi disebut batal dilanjutkan.

Sumber dari kalangan influencer menyebut, nama Donna kini masuk dalam kategori high risk talent, sehingga banyak brand memilih menarik diri demi menghindari risiko citra.

"Bukan cuma soal hukum, tapi persepsi publik. Brand sekarang sangat sensitif, apalagi isu narkoba," ujar seorang manajer talent digital.

Padahal sebelum tersandung kasus hukum, Donna Harun dikenal cukup aktif di media sosial dan kerap menerima kerja sama endorse, terutama untuk produk kecantikan, kesehatan, dan gaya hidup. Namun kini, aktivitas tersebut nyaris terhenti.

Ricky Harun sendiri memilih bersikap diam. Dalam beberapa kesempatan, ia hanya meminta doa agar keluarganya diberi kekuatan. Ia juga disebut tengah berupaya memisahkan urusan bisnis dari persoalan pribadi keluarga, meski kenyataannya sentimen publik sulit dibendung.

Pengamat industri hiburan menilai, kasus ini menunjukkan bagaimana kontroversi figur publik dapat berdampak berlapis, tidak hanya pada individu yang bersangkutan, tetapi juga pada keluarga dan usaha yang terkait secara tidak langsung.

"Di era media sosial, citra keluarga bisa ikut terbawa. Konsumen makin kritis dan emosional dalam mengambil keputusan," ujar seorang analis branding.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Ricky Harun terkait kondisi bisnis skincarenya maupun dari manajemen Donna Harun soal hilangnya kontrak endorsement. Namun satu hal jelas, kasus narkoba yang kembali mencuat telah meninggalkan efek domino, dari jeruji besi hingga etalase bisnis dan panggung media sosial.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa dunia hiburan dan bisnis sangat bergantung pada kepercayaan publik, dan sekali citra runtuh, dampaknya bisa meluas jauh melampaui persoalan hukum itu sendiri.

Donna Harun ditangkap oleh Satresnarkoba Polresta Denpasar pada 9 Februari 2025 di sebuah hotel di kawasan Denpasar, Bali. Polisi saat itu mengamankan barang bukti berupa sabu, ekstasi, kokain, dan pil happy five yang disimpan dalam koper miliknya.

Pengadilan Negeri Denpasar awalnya menjatuhkan vonis 1 tahun penjara, namun Pengadilan Tinggi Bali memperberat hukuman menjadi 4 tahun penjara pada 31 Juli 2025, dengan pertimbangan bahwa Donna merupakan residivis kasus narkotika.

Pada tahap kasasi, Mahkamah Agung menilai Donna tidak layak mendapatkan keringanan hukuman, terlebih setelah ia diketahui sempat melarikan diri dari Lapas Kerobokan, Badung, Bali pada April 2025. Donna kemudian ditangkap kembali di Bandara Internasional Dubai, dideportasi ke Indonesia, dan dipindahkan ke Lapas Wanita Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.