Sabtu, Januari 24, 2026

Anton Subowo, Dhena Devanka, Rita Subowo, Fitri Salhuteru & Cencen Kurniawan Berpotensi Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan Dinna Olivia cs


Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang dilaporkan aktris Dinna Olivia memasuki babak baru. Sejumlah pihak yang dilaporkan Anton Subowo, Dhena Devanka, Rita Subowo, Fitri Salhuteru, serta Cencen Kurniawan disebut berpotensi ditetapkan sebagai tersangka apabila alat bukti dinilai memenuhi unsur pidana.

Penyidik Polsek Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, menyatakan saat ini masih melakukan pendalaman keterangan saksi, pemeriksaan korban, serta pengumpulan alat bukti terkait insiden keributan di Stonce Cafe, Kemang, Jakarta Selatan pada 8 Januari 2026. Penetapan tersangka, kata polisi, akan dilakukan setelah gelar perkara.

"Penetapan tersangka bergantung pada kecukupan alat bukti dan hasil gelar perkara. Saat ini proses masih berjalan," ujar Kanit Binmas Polsek Mampang Prapatan Iptu Marzuki, Jumat (23/1/2026).

Dalam laporan Dinna Olivia, dugaan pengeroyokan tidak hanya menimpa dirinya, tetapi juga mencantumkan korban lain, yakni Alea Subowo, Rizkiyanti Jassin alias Kiki Jassin, serta kuasa hukum Dinna, Dea Tunggaesti. Para korban telah menjalani visum di RS Medistra, Jakarta Selatan, yang kini menjadi bagian dari berkas penyelidikan.

Dinna juga mengklaim mengalami kekerasan fisik, termasuk dugaan pencekikan yang disebut dilakukan oleh Rita Subowo. Klaim tersebut dibantah pihak terlapor dan akan diuji melalui pembuktian hukum.

Di sisi lain, pihak terlapor membantah seluruh tudingan. Rita Subowo menyatakan siap menempuh langkah hukum balik atas dugaan pencemaran nama baik. Sementara itu, Anton Subowo sebelumnya juga telah melaporkan Dinna Olivia ke Polres Metro Jakarta Selatan atas sejumlah tuduhan lain. Polisi menegaskan seluruh laporan ditangani paralel dan objektif.

Penyidik berencana melayangkan pemanggilan lanjutan kepada para pihak yang belum memenuhi panggilan sebelumnya, serta melengkapi administrasi perkara sebelum gelar perkara. Kepolisian mengimbau semua pihak kooperatif dan tidak membangun opini publik yang dapat mengganggu proses hukum.

Insiden ini berawal saat Dinna secara mengejutkan mengobrak-abrik acara jumpa pers yang digelar oleh Anton Subowo bersama Dhena Devanka dan Rita Subowo di Stone Cafe Kemang, Jakarta Selatan pada Kamis (8/1/2026) malam. Kedatangan Dinna disebut tidak terduga oleh pihak Anton dan Dhena.

Dinna hadir bersama rombongan keluarga dan kuasa hukumnya, yaitu kakak-kakaknya, Dannyella Masnina Jasin dan Donna Paulina Jasin, sepupu Kiki Jassin, serta anak sulungnya Alea Subowo, didampingi tim pengacara Mario Lasut, Titin Prialianti, Dea Tunggaesti, dan Sri Sinduwati.

Dalam kejadian tersebut, Dinna meluapkan amarahnya dengan menuding Anton Subowo merampas seluruh harta miliknya, termasuk rumah pribadi dan harta warisan dari almarhum Djuanda Jasin dan almarhumah Dahliani Siregar. Ia juga kembali menuding Anton sebagai suami siri yang hidup bersama Dhena, dan menyebut Dhena sebagai "gundik" yang ikut menguasai hartanya.

Situasi memanas hingga terjadi kontak fisik antara Dinna dan Dhena Devanka. Menurut pengakuan Dinna, dirinya dan Dhena saling menampar dan menjambak rambut. Dinna juga mengklaim sempat ditampar, dianiaya, dan dikeroyok oleh Anton Subowo.

Kericuhan makin meluas ketika Fitri Salhuteru dan suaminya Cencen Kurniawan ikut terlibat. Bahkan Dinna menyebut Angel Lelga, sahabat Dhena, ikut membela Dhena, Anton, dan Rita Subowo. Dinna mengaku lehernya sempat dicekik Rita Subowo saat insiden berlangsung.

Keributan juga menyeret Alea Subowo yang menampar Dhena Devanka, sementara Dhena membalas dengan mengeroyok Alea. Selain itu, Donna Paulina Jasin dilaporkan meludahi Dhena dan membenturkan kepalanya ke dinding, serta mengancam menembak Anton, Dhena, dan Fitri. Kiki Jassin dan Dannyella juga terlibat dalam adu fisik. Fitri Salhuteru disebut melempar asbak ke arah Kiki.

Situasi baru berhasil dikendalikan setelah lima bodyguard Anton Subowo turun tangan. Dinna beserta rombongan — termasuk Alea, Dannyella, Donna, Kiki, Dea, Mario, Titin, dan Sri Sinduwati akhirnya digiring keluar ruangan atas permintaan Rita Subowo.

Hingga berita ini diturunkan, status tersangka belum ditetapkan. Aparat menegaskan keputusan apa pun akan diambil berdasarkan fakta hukum dan alat bukti yang sah.

Kamis, Januari 22, 2026

Rita Subowo, Anton Subowo, Dhena Devanka & Fitri Salhuteru Mangkir dari Pemeriksaan Polisi


Sejumlah pihak yang dilaporkan dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap aktris Dinna Olivia dilaporkan tidak memenuhi panggilan pemeriksaan kepolisian. Mereka adalah Rita Subowo, Anton Subowo, Dhena Devanka, dan Fitri Salhuteru.

Keempatnya dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Polsek Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Kamis (22/1/2026). Pemeriksaan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang diajukan Dinna Olivia bersama beberapa korban lain menyusul insiden keributan di Stone Cafe, Kemang, Jakarta Selatan pada 8 Januari 2026.

Namun, hingga batas waktu pemeriksaan berakhir, para terlapor tidak hadir untuk memberikan keterangan. Pihak kepolisian memastikan ketidakhadiran tersebut telah dicatat dan menjadi bagian dari administrasi perkara.

"Pemanggilan sudah dilakukan sesuai prosedur. Ketidakhadiran akan kami catat, dan selanjutnya akan dilakukan pemanggilan ulang sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Kanit Binmas Polsek Mampang Prapatan Iptu Marzuki, Kamis (22/1/2026).

Sebelumnya, Dinna Olivia melaporkan Anton Subowo, Dhena Devanka, Rita Subowo, Fitri Salhuteru, serta Cencen Kurniawan atas dugaan penganiayaan dan pengeroyokan. Selain Dinna, laporan tersebut juga mencantumkan Alea Subowo—anak sulung Dinna dan Anton Subowo—, Rizkiyanti Jassin alias Kiki Jassin, serta kuasa hukum Dinna, Dea Tunggaesti, sebagai korban. Seluruh pelapor diketahui telah menjalani visum di RS Medistra, Jakarta Selatan.

Di sisi lain, para terlapor membantah seluruh tudingan tersebut. Rita Subowo sebelumnya menyatakan tengah menyiapkan laporan balik terhadap Dinna Olivia atas dugaan pencemaran nama baik. Sementara itu, Anton Subowo juga telah lebih dulu melaporkan Dinna Olivia ke Polres Metro Jakarta Selatan atas sejumlah tuduhan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian menegaskan proses penyelidikan tetap berjalan. Aparat akan kembali melayangkan panggilan pemeriksaan berikutnya dan mengimbau seluruh pihak untuk bersikap kooperatif serta menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.

Minggu, Januari 18, 2026

Tak Terima Anton Subowo Berzinah Dengan Dhena Devanka, Rita Subowo Akui Sudah Usir Dinna Olivia


Konflik rumah tangga yang melibatkan aktris Dinna Olivia dan mantan suaminya, Anton Subowo, kembali memanas. Kali ini, ibu Anton, Rita Subowo, akhirnya angkat bicara dan membuat pengakuan mengejutkan terkait perpisahan sang putra dengan Dinna Olivia.

Rita Subowo secara terbuka mengakui bahwa dirinya pernah mengusir Dinna Olivia dari rumah keluarga, menyusul konflik yang terjadi setelah isu perselingkuhan Anton Subowo dengan Dhena Devanka mencuat ke permukaan. Menurut Rita, keputusan tersebut diambil karena situasi rumah tangga anaknya sudah tidak lagi kondusif dan dipenuhi pertengkaran berkepanjangan.

Rita menegaskan bahwa dirinya tidak dapat menerima sikap Dinna Olivia yang disebutnya kerap memicu keributan di dalam keluarga, terlebih setelah Dinna menuding Anton telah berzinah dengan Dhena Devanka. Tuduhan tersebut, menurut istri mendiang Subowo Atmosardjono itu, semakin memperkeruh suasana dan membuat hubungan keluarga besar berada dalam tekanan emosional.

"Rumah tangga itu sudah tidak sehat. Saya sebagai orang tua melihat langsung bagaimana situasinya. Kalau sudah saling menuduh dan ribut terus, mau bagaimana lagi," ujar Rita dengan nada tegas.

Meski demikian, Rita membantah tudingan bahwa dirinya berpihak sepenuhnya pada Anton. Ia mengklaim hanya berusaha menjaga stabilitas keluarga dan nama baik, sekaligus menghindari konflik yang semakin meluas. Namun pengakuan soal pengusiran ini justru memperkuat klaim Dinna Olivia yang sebelumnya menyebut dirinya mendapat perlakuan tidak adil dari pihak keluarga mantan suami.

Di sisi lain, Dinna Olivia belum memberikan tanggapan langsung atas pernyataan Rita Subowo tersebut. Namun sebelumnya, Dinna secara konsisten menyuarakan bahwa dirinya adalah korban dari perselingkuhan dan perlakuan kasar, baik secara verbal maupun psikologis, selama masih berstatus sebagai istri Anton Subowo.

Perseteruan antara Dinna Olivia dan keluarga Subowo kini tak hanya menjadi urusan rumah tangga, tetapi juga merembet ke ranah hukum dan opini publik. Dengan saling tuding yang terus berlanjut, konflik ini diprediksi masih akan panjang dan menjadi sorotan dalam waktu dekat.

Dilaporkan Dinna Olivia, Rita Subowo Tidak Takut & Ancam Laporkan Balik


Mantan Ketua Umum KONI Pusat Rita Subowo akhirnya buka suara setelah namanya dilaporkan oleh mantan menantunya, Dinna Olivia, ke pihak kepolisian. Rita menegaskan dirinya tidak gentar menghadapi laporan tersebut dan bahkan mengancam akan melaporkan balik Dinna Olivia ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Rita menyebut laporan yang dilayangkan Dinna sebagai tudingan sepihak yang tidak berdasar dan dinilainya telah mencemarkan nama baik dirinya serta keluarga besar Subowo.

"Saya tidak takut. Kalau memang terus diserang dengan tuduhan-tuduhan yang tidak benar, saya siap lapor balik," ujar Rita Subowo dihubungi lewat telepon, Minggu (18/1/2025).

Menurut Rita, selama ini ia justru memilih diam meski namanya kerap diseret dalam konflik rumah tangga antara putranya, Anton Subowo, dengan Dinna Olivia. Namun, Rita mengaku kesabarannya ada batasnya, terlebih ketika ia dituding ikut terlibat dalam dugaan penganiayaan dan konflik harta.

"Saya ini orang tua. Saya tidak pernah berniat mencelakai siapa pun. Tapi kalau difitnah terus, tentu ada konsekuensi hukumnya," tegasnya.

Rita juga membantah tudingan Dinna Olivia yang menyebut dirinya melakukan tindakan kekerasan dalam insiden keributan di kawasan Stone Cafe, Kemang, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Ia menilai narasi tersebut sengaja dibesar-besarkan untuk membentuk opini publik.

Di sisi lain, Rita mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan langkah hukum terhadap Dinna Olivia atas dugaan pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan, serta laporan palsu. Kuasa hukum keluarga Subowo disebut telah mengumpulkan bukti dan saksi untuk memperkuat laporan balik tersebut.

"Kami tidak ingin konflik ini terus melebar, tapi kalau sudah masuk ranah hukum dan nama baik diserang, kami siap tempuh jalur hukum," kata Rita.

Sebelumnya, Dinna Olivia melaporkan Rita Subowo bersama Anton Subowo dan Dhena Devanka ke kepolisian atas dugaan penganiayaan dan pengeroyokan. Laporan tersebut masih dalam tahap penyelidikan aparat kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinna Olivia belum memberikan tanggapan resmi terkait ancaman laporan balik dari Rita Subowo. Sementara itu, kepolisian menyatakan akan memproses setiap laporan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Konflik panjang antara Dinna Olivia dan keluarga Subowo pun kini memasuki babak baru, dengan potensi saling lapor yang kian memperumit penyelesaian perkara di jalur hukum.

Isu Miring Ricky Harun Mencuat, Donna Harun Kembali Gugat Cerai Suami Ketiga


Nama aktor Ricky Harun kembali menjadi perbincangan publik setelah beredar kabar miring yang menyebut dirinya kepergok berada di sebuah ruang karaoke bersama seorang Lady Companion (LC). Gosip tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu perdebatan luas, mengingat citra Ricky selama ini dikenal sebagai figur keluarga yang harmonis dan suami idaman di mata publik.

Isu tersebut mencuat di tengah sorotan tajam terhadap kehidupan pribadi keluarga besar Donna Harun. Sang ibu, aktris senior Donna Harun, kembali terjerat konflik rumah tangga berkepanjangan dengan suami ketiganya, Alisyahrazad Hanafiah alias Ad Hanafiah atau lebih disapa Aad.

Drama perceraian Donna dan Aad kembali memasuki babak baru setelah Donna resmi mengajukan gugatan cerai untuk kesekian kalinya. Informasi tersebut dikonfirmasi oleh kuasa hukum Donna, Sandy Arifin, yang menyebut gugatan telah didaftarkan ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada Senin, 8 Desember 2025.

"Betul, gugatan cerai sudah kami daftarkan," ujar Sandy.

Gugatan ini diajukan meski Donna saat ini masih menjalani sisa hukuman pidana kasus narkotika di Lapas Kelas IIA Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Menurut Sandy, status hukum tersebut tidak menghalangi proses perceraian untuk tetap berjalan sesuai ketentuan peradilan agama. Sidang perdana dijadwalkan berlangsung pada 16 Desember 2025.

Sandy menegaskan alasan gugatan kali ini tidak jauh berbeda dari sebelumnya. "Mbak Donna hanya ingin berpisah secara sah. Sudah tidak ada kecocokan lagi dan pertengkaran hebat terus terjadi selama pernikahan," ujarnya.

Sumber internal keluarga menyebut hubungan Donna dan Aad memang tidak pernah benar-benar pulih sejak rangkaian konflik hukum dan skandal pribadi mencuat ke publik sejak 2020.

Untuk memahami gugatan terbaru ini, konflik rumah tangga Donna–Aad memang memiliki rekam jejak panjang dan berliku. Pada Juni 2024, publik dikejutkan oleh pernyataan kuasa hukum Aad, Wemmy Amanupunyo, yang menuding Donna berselingkuh dengan aktor Marcel Aditya, suami presenter Cici Panda. Wemmy menyebut Aad menemukan bukti percakapan WhatsApp yang dinilai bersifat sangat mesra dan mengarah ke hubungan intim.

Pengadilan Agama Jakarta Selatan kemudian menjatuhkan putusan cerai pada 30 Oktober 2024.

Dalam amar putusan tersebut, Donna dinyatakan terbukti berselingkuh dengan sejumlah pria, termasuk dugaan keterlibatan dengan Suprajarto, mantan suami aktris Jenny Rachman. Akibat statusnya sebagai istri nusyuz (durhaka), Donna tidak berhak atas nafkah iddah, meski tetap memperoleh nafkah mut’ah senilai Rp1 miliar.

Namun, konflik belum berakhir. Pada 20 November 2024, ikrar talak yang diajukan Aad ditolak pengadilan, sehingga memicu sengketa hukum lanjutan. Memasuki awal 2025, Donna kembali menyatakan siap menggugat cerai setelah mengaku telah kembali memeluk agama Katolik.

Donna menyebut Aad sempat menarik ikrar talak dan mengajukan banding, yang membuatnya semakin mantap untuk menggugat balik. "Keputusan saya tetap bulat. Saya tidak mau rujuk," tegas Donna pada 7 Januari 2025.

Di tengah keruwetan proses perceraian, kasus baru kembali menyeret nama Donna. Pada 3 November 2025, Polda Bali mengumumkan Donna Harun dan aktor Fadika Royandi ditetapkan sebagai tersangka kasus perzinahan berdasarkan Pasal 284 KUHP. Laporan tersebut berawal dari aduan Aad pada Desember 2023, terkait dugaan perzinahan yang disebut terjadi pada malam resepsi pernikahan mereka di The Edge Villa Pecatu, Bali, 27 Juli 2019.

Penyidik menyebut sejumlah alat bukti telah dikantongi, termasuk rekaman video berdurasi 1 menit 47 detik, keterangan saksi undangan, serta percakapan yang menunjukkan kedekatan Donna dan Fadika. Donna tetap menjalani pemeriksaan meski masih berstatus narapidana kasus narkotika.

Meski telah beberapa kali dinyatakan bercerai secara hukum lalu kembali berperkara, hubungan Donna dan Aad tampaknya tak pernah menemukan titik damai. Gugatan terbaru ini kembali menegaskan keinginan Donna untuk mengakhiri pernikahan secara sah.

Sumber pengadilan menyebut gugatan tersebut memuat alasan klasik, mulai dari tidak adanya keharmonisan, pertengkaran yang kian intens, hingga tekad Donna untuk mengakhiri hubungan pernikahan yang dinilai sudah tak dapat dipertahankan.

Sidang perdana pada 16 Desember 2025 mendatang pun diprediksi kembali menyedot perhatian publik, menandai babak baru dari drama hukum rumah tangga Donna Harun dan Aad Hanafiah yang telah berlangsung lebih dari lima tahun.

Donna Frederika Rubyanti, atau yang lebih dikenal dengan Donna Harun lahir pada Bandung, 21 Februari 1968.

Ia adalah seorang model dan pemeran Indonesia. Ia juga adalah mantan personel Elfa's Singers pimpinan Elfa Secioria.

Donna Harun merupakan ibu dari aktor Indonesia, Ricky Harun sekaligus adik dari aktris Indonesia, Sandy Harun.

Donna sempat bahagia ketika ia dipersunting pengusaha kaya raya bernama Alisyahrazad Hanafiah.
Donna dan Ad Hanafiah menikah di Pulau Dewata Bali, pada pada 26 Juli 2019 secara tertutup. Sayangnya, pernikahan ketiganya berakhir tragis dengan perceraian.

Ad Hanafiah menuding Donna memiliki hubungan gelap dengan sejumlah pria lain.

Donna akhirnya tak tahan dengan sikap Ad Hanafiah karena sering mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT.

Karena KDRT tersebut, Donna melaporkan Ad Hanafiah ke Polda Metro Jaya. Polisi menyebut, KDRT yang dialami ibu Ricky Harun yang juga mantan personel Elfa's Singers itu berupa kekerasan seksual. Hal ini juga sudah dikonfirmasi pihak Polres Metro Jakarta Selatan sehingga menjadikan Ad Hanafiah sebagai tersangka kasus dugaan KDRT.

Donna Harun sudah 3 kali memiliki suami. Namun pernikahannya itu berakhir dengan perceraian.
Suami kedua Donna Harun adalah seorang pengusaha tambang.

Pria yang sempat berjodoh dengan aktris tersebut merupakan cucu Presiden Soekarno. Namanya Romy Soekarno.

Suami Donna Harun ini dikenal punya kekayaan selangit dan gurita bisnis mentereng.

Ibu dari aktor Ricky Harun ini punya kisah asmara yang menarik perhatian publik.

Masih banyak yang mengira bahwa Donna Harun adalah istri Romy Soekarno, yang merupakan seorang cucu Bung Karno.

Namun ternyata Donna Harun dan Romy Soekarno sudah bercerai meski kabar tersebut tak terendus media. Namun kabar perceraian tersebut itu terungkap diwarnai rumor karena Donna juga berselingkuh dengan sejumlah pria lain.

Pria idaman lain Donna Harun tersebut, termasuk Krisna Murti Wibowo, Herry B. Arissa, Bara Tampubolon, Rifat Sungkar, Ovy /rif, Robert Niti Yudowacho, Satria Kamal, Eddy William Katuari, Zul Zivilia, dan lain-lain.

Saat itu persidangan cerai Donna Harun dan Romy Soekarno masih berlangsung, tetapi secara agama Romy Soekarno sudah menjatuhkan talak. Dan keduanya resmi bercerai pada 2018.

Donna Harun dituding berselingkuh oleh Romy Soekarno. Sejak saat itu, keduanya pun bertengkar hebat gara-gara hal tersebut.

Sesuai putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan, hak asuh Jeje Soekarno dipegang oleh Donna Harun. Tetapi, Romy Soekarno tetap ngotot membawa dan mengasuh Jeje hingga kini.

Donna Harun dikabarkan menikah dengan cucu Soekarno yang bernama Hendra Rahtomo alias Romy Soekarno.

Pernikahan antara Donna Harun dan Romy Soekarno terjadi pada tahun 1996 dan kembali dikaruniai seorang putra.

Putra kedua Donna itu diberi nama Muhammad Jihad Rahtomo Soekarnoputra alias Jeje Soekarno.
Suami kedua Donna tersebut bukanlah sosok yang sembarangan.

Ayah Jeje Soekarno itu merupakan anak dari politisi almarhumah Rachmawati Soekarnoputri.
Saat ini, Romy diketahui menjadi President Director di perusahaan bernama 'Mahadana Group'.
Tak hanya itu, ia juga kerap membagikan kegiatannya usai kini terjun dunia politik.

Bahkan, ia menyebut Megawati Soekarnoputri, yang tidak lain adalah sang tante sebagai guru politiknya.

"My Aunty, My Mumu, My Marhaenisme Guru of Politic..," tulis @Romy Soekarno.

Menjadi seorang pebisnis dan cucu proklamator Indonesia tentu membuat Romy kerap bertemu dengan banyak orang.

Baik itu tokoh publik dari dalam maupun luar negeri.

Sedangkan jauh sebelum terjun ke dunia bisnis dan politik, Romy Soekarno merupakan seorang DJ atau disk jockey yang juga sempat ditekuni Ricky Harun.

Kini, Donna Harun dikabarkan sudah lama menderita penyakit kanker rahim stadium 3 yang lumayan serius sejak Agustus 2019.

Wanita keturunan Belanda-Minangkabau-Palembang-Sunda itu sampai sekarang diketahui masih menjalani pengobatan kanker rahim di London, Inggris.

Sabtu, Januari 17, 2026

Artis-Artis Filipina yang Meninggal Dunia Akibat Bunuh Diri


Walaupun memiliki paras menarik, karier yang menjanjikan, serta dikenal luas oleh publik, kebahagiaan ternyata tidak selalu berjalan seiring dengan popularitas. Sejumlah artis Filipina berikut ini meninggal dunia di usia relatif muda. Berbagai laporan menyebutkan tekanan mental, persoalan pribadi, dan depresi sebagai faktor yang menyertai kepergian mereka. Kasus-kasus ini meninggalkan duka mendalam sekaligus menjadi pengingat bahwa kesehatan mental adalah hal yang sangat penting.

Berikut adalah Artis-Artis Filipina yang Meninggal Dunia Akibat Bunuh Diri:

1. Pepsi Paloma (1966–1985)
Aktris sekaligus penari Pepsi Paloma meninggal dunia karena bunuh diri dengan cara gantung diri pada 31 Mei 1985, di apartemennya di Quezon City, Filipina. Laporan kepolisian menyatakan Pepsi Paloma meninggal karena gantung diri. Saat kematiannya, ia berusia 18 tahun. Nama Pepsi Paloma menjadi salah satu kisah paling tragis dalam sejarah hiburan Filipina. Ia dikenal sebagai aktris dan figur publik era 1980-an. Di usia yang masih sangat muda, hidupnya berakhir secara tragis. Kepergiannya hingga kini masih sering dibicarakan dan dikenang sebagai simbol gelapnya tekanan dunia hiburan pada masa itu.


2. Maria Teresa Carlson (1962-2001)
Aktris Maria Teresa Carlson meninggal karena bunuh diri dengan terjun dari apartemennya pada 23 November 2001 di Kondominium Platinum 2000, Greenhills, San Juan, Metro Manila. Aktris berusia 39 tahun ini diduga bunuh diri dengan meloncat akibat aksi cyber bullying.


3. Miko Sotto (1982–2003)
Pada 29 Desember 2003, aktor Miko Sotto ditemukan tewas setelah terjun dari lantai 9 gedung apartemennya di Kondominium San Francisco Garden Plaza, Mandaluyong, Metro Manila. Ia diketahui berjuang melawan depresi. Miko Sotto merupakan aktor muda yang tengah menanjak kariernya di industri hiburan Filipina. Kepergiannya di usia 21 tahun mengejutkan publik dan para penggemarnya. Banyak rekan sesama artis menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas sosok yang dikenal ramah dan penuh potensi ini.


4. Tyron Perez (1984–2011)
Pada tanggal 29 Desember 2011, aktor Tyron Perez ditemukan tewas di dalam mobil yang diparkir, diduga bunuh diri. Tyron Perez dikenal sebagai aktor dan finalis ajang realitas yang populer. Ia memiliki masa depan cerah di dunia hiburan, namun meninggal dunia di usia 27 tahun. Kepergiannya menimbulkan diskusi luas tentang tekanan popularitas dan kondisi psikologis para figur publik muda.


5. Helena Belmonte (1986–2014)
Aktris dan model Helena Belmonte ditemukan tewas setelah jatuh dari lantai 28 Gedung Renaissance Tower 1000 di Ortigas, Mandaluyong, Metro Manila pada 20 Maret 2014. Ia meninggal pada usia 28 tahun akibat bunuh diri. Kabar duka ini mengejutkan industri hiburan dan kembali membuka perbincangan mengenai kesehatan mental, khususnya di kalangan artis perempuan muda.


6. Julia Buencamino (1999–2015)
Artis Julia Buencamino berusia 15 tahun ditemukan meninggal pada pagi hari tanggal 7 Juli 2015 di rumahnya di Barangay Valencia, Quezon City. Julia Buencamino adalah aktris remaja yang telah membintangi sejumlah proyek televisi. Julia dikenal sebagai pemeran serial drama remaja ABS-CBN "Oh My G!". Ia meninggal dunia di usia 15 tahun. Kepergiannya memicu perhatian luas masyarakat Filipina terhadap isu kesehatan mental remaja dan pentingnya dukungan keluarga serta lingkungan.


7. Brian Velasco (1977–2019)
Drummer band Razorback, Brian Velasco bunuh diri dan disiarkan secara langsung di media sosialnya. Ia meninggal dunia pada usia 41 tahun. Tubuh Brian ditemukan tak bernyawa di kanopi gedung pada 16 Januari 2019, pukul 09.45 pagi waktu setempat. Kematian Brian dikonfirmasi promotor musik Dudee Alfonso. Ia membenarkan bahwa Brian bunuh diri dengan melompat dari gedung. Banyak rekan dan penggemar mengenangnya sebagai pribadi kreatif yang berbakat, sekaligus menyoroti bahwa masalah mental dapat menimpa siapa saja, tanpa memandang usia maupun status sosial.


8. Mico Palanca (1978–2019)
Mico Palanca ditemukan tewas bunuh diri dengan cara melompat dari sebuah gedung di daerah pemukiman di Kota Santolan, San Juan, Metro Manila pada 9 Desember 2019. Mico Palanca merupakan aktor film dan televisi yang cukup produktif. Kepergiannya di usia 41 tahun menjadi pukulan berat bagi industri hiburan Filipina. Banyak kolega menyampaikan belasungkawa dan menyerukan kepedulian lebih besar terhadap kesehatan mental para pekerja seni.


9. Jamir Garcia (1978–2020)
Vokalis band legendaris SlapShock, Jamir Garcia ditemukan bunuh diri dengan cara menggantung diri di rumahnya pada tanggal 26 November 2020. Ia meninggal dunia pada usia 42 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam di kalangan musisi dan penggemar, serta memicu gelombang diskusi mengenai tekanan emosional di industri musik.


10. Emman Atienza (2006–2025)
Influencer Emman Atienza meninggal dunia dengan gantung diri di rumahnya di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 22 Oktober 2025. Emman Atienza merupakan figur muda yang dikenal publik di era digital. Ia wafat pada usia yang sangat belia. Kasus ini menjadi pengingat keras tentang tantangan mental generasi muda di tengah sorotan media sosial dan ekspektasi publik.

Kasus-kasus di atas menunjukkan bahwa ketenaran, kekayaan, dan pujian publik tidak selalu menjamin kebahagiaan batin. Tekanan hidup, persoalan pribadi, serta gangguan kesehatan mental dapat menimpa siapa saja.

Semoga kisah para artis Filipina ini menjadi pengingat untuk lebih peduli, saling mendukung, dan berani mencari bantuan ketika menghadapi kesulitan emosional. Tidak ada salahnya berbagi dan meminta pertolongan.

Jika kamu atau orang di sekitarmu sedang merasa sangat tertekan, penting untuk berbicara dengan orang dewasa tepercaya, keluarga, guru, atau tenaga profesional. Bantuan selalu ada.

Di Indonesia, kamu bisa menghubungi Hotline Kemenkes 119 ext. 8 atau layanan konseling terdekat. Bantuan selalu ada.

Kamis, Januari 15, 2026

Tak Terima Disebut Pemabuk, Anton Subowo Tetap Tagih Utang kepada Dinna Olivia


Pengusaha Anton Subowo angkat bicara menanggapi pernyataan mantan istrinya, Dinna Olivia, yang menyebut dirinya kerap pulang dalam keadaan mabuk dan tidak sadar selama masih berumah tangga. Anton dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menilai pernyataan Dinna sebagai fitnah yang mencemarkan nama baiknya.

Anton menegaskan bahwa tuduhan sebagai "pemabuk" tidak berdasar dan telah merugikan reputasinya secara pribadi maupun profesional. Ia menyebut narasi tersebut sengaja dibangun untuk menggiring opini publik di tengah sengketa hukum yang masih berjalan antara dirinya dan Dinna Olivia.

"Saya tidak pernah seperti yang dituduhkan. Ini sudah keterlaluan dan mencemarkan nama baik saya," ujar Anton dalam keterangannya kepada media, Kamis (15/1/2025).

Meski demikian, Anton menegaskan bahwa bantahan atas tudingan tersebut tidak menghapus persoalan utang-piutang yang, menurutnya, masih menjadi kewajiban Dinna Olivia. Ia mengklaim Dinna memiliki utang kepadanya yang hingga kini belum diselesaikan.

"Masalah utang adalah persoalan terpisah. Itu urusan hukum dan harus diselesaikan, terlepas dari tuduhan apa pun yang diarahkan kepada saya," kata Anton.

Anton juga menyebut bahwa tagihan utang tersebut bukan sekadar klaim sepihak, melainkan memiliki dasar dan bukti yang siap dibawa ke jalur hukum apabila tidak ada itikad baik dari Dinna Olivia.

Sebelumnya, Dinna Olivia membongkar dugaan kebiasaan Anton yang disebut sering pulang dalam kondisi mabuk atau high, serta menuding kebiasaan tersebut kerap dilakukan bersama Dhena Devanka, perempuan yang kini menjadi istri sah Anton. Tudingan itu kembali memanaskan konflik panjang antara keduanya, yang telah bergulir sejak akhir 2022 dan berkembang ke ranah pidana maupun perdata.

Dinna sendiri membantah memiliki utang sebagaimana diklaim Anton. Ia justru menuding mantan suaminya tersebut telah melakukan klaim sepihak atas aset yang menurutnya merupakan harta pribadi dan warisan keluarga, serta menilai isu utang digunakan sebagai bentuk tekanan.

"Yang terjadi justru sebaliknya. Saya yang dirugikan, baik secara materi maupun mental," ujar Dinna dalam pernyataan terpisah.

Hingga saat ini, kedua belah pihak masih saling melaporkan ke kepolisian dan menempuh jalur hukum masing-masing. Aparat penegak hukum pun masih mempelajari laporan serta bukti yang diajukan oleh pihak Anton Subowo maupun Dinna Olivia.

Konflik berkepanjangan antara keduanya kembali menyita perhatian publik, sementara penyelesaiannya kini sepenuhnya berada di tangan proses hukum.